Komarudin Ibnu Mikam soal Pemekaran: “Bila Bupati Setuju, Bisa Jadi ia Terpilih Lagi…”

15 Juli diterbitkan SK DPRD untuk Rekomendasi Pembentukan Daerah otonom Baru Bekasi Utara. Kini bola ada di tangan Bupati Sa’adudin. Sayang, hingga tiga bulan masih belum danta keputusan Bupati. Ibaratnya ngalor gak. Ngidul kagak.

Sanusi Nasihun, alumni Attaqwa Ujung Harapan yang menjadi Ketua Panitia Persiapan Pemekaran Kabupaten Bekasi (P3KB) mendesak Bupati untuk menyatakan sikap dan aspiratif dengan keinginan rakyat. “saya khawatir bila tidak. Bupati akan berhadapan dengan rakyat.”

Desakan untuk Bupati juga muncul dari sejumlah kalangan. H. Yaman Edi Baer, Ketua Kadin, misalnya. Ia mengatakan untuk dunia usaha, adalah penting mendapatkan kepastian dari kebijakan Bupati. “Bagaimana pun kita butuh suasana kondusif dalam berusaha di Kabupaten Bekasi…. tukas pria mantan Ketua PP Kab. Bekasi.

Adhy Firdaus pun sependapat dengan H. Yaman. Bahkan ia berniat mengerahkan sejumlah tokoh masyarakat untuk beraudiensi ke DPRD meminta DPRD mendesak Bupati untuk mengeluarkan rekomendasi.

Sementara itu, Komarudin Ibnu Mikam, Sekretaris Panitia Persiapan Pemekaran Kabupaten Bekasi (P3KB) menjelaskan langkah-langkah yang akan dilakukan. “Senin depan Panitia akan melayangkan surat ke Bupati, lalu audiensi. Selanjutnya, langkah ditentukan setelah melihat sikap Bupati,” katanya.

Ia berharap Bupati akomodatif dengan aspirasi masyarakat. Dan, bila itu terjadi maka kredit point untuk Bupati. Katanya, “Saya yakin bila Bupati mengeluarkan rekomendasi persetujuan, hal ini pasti akan membuat hati rakyat berbuncah. ujungnya, pasti akan berterimakasih. Bisa jadi Pak Sa’adudin akan terpilih lagi di Bekasi Utara…..”

Inilah pemikiran dasar mengapa harus dimekarkan.

Wilayah bagian Utara Kabupaten Bekasi merupakan paradoks. Satu sisi, lokasi inilah pertambangan migas di lakukan di sejumlah sumur. Data menunjukkan potensi minyak blok Tambun, Tarumajaya, Babelan dan Muara Gembong terbesar di Pulau Jawa. Sejauh ini sumur-sumur itu telah memberikan kontribusi Rp. 15 Triliun ke Pemerintah Pusat. Sementara Kabupaten Bekasi secara umum mendapatkan share hanya Rp. 18 Milyar (Indo Pos, 27/07/07). Disisi lain, status ekonomi mayoritas masyarakat Utara termasuk kategori dibawah garis kemiskinan. Sebagian besar desa di wilayah itu berstatus IDT.

Dalam terbitan terbaru bahkan disebutkan kontribusi Kab. Bekasi ke pusat itu sebanyak Rp. 24 Trilyun. Ini belum termasuk ppn dan pph ribuan karyawan yang bekerja di kawasan industri. Sementara, APBD kab. Bekasi hanya Rp. 2,2 T. itupun dengan catatan sekitar rp. 700M, sisa anggaran tahun lalu.

So, kalau bicara PAD untuk kabupaten hasil pemekaran itu adlah urusan mekanisme perundang-undangan yang berlaku melalui DAU dan DAK serta dana perimbangan hasil alam (migas). Kalau dinilai belum apa-apa sudah pesiimis, saya berani mengatakan mungkin ya di tiga tahun pertama. Tapi tahun ke dua , ke tiga dan seterusnya, kita akan mampu mendongkrak PAD puluhan kali lipat. Mengingat sejumlah potensi di Utara yang bukan hanya migas, ada lagi potensi ketahanan pangan (sukatani, tambelang, cabang bungin)

Persoalan kemudian dengan pencemaran yang berasal dari wilayah industri di Kabupaten Bekasi. Mengalir ke Utara dan merusak air dan kualitas tanah serta infrastruktur pertanian, peternakan dan perikanan. Belum lagi rencana pembangunan fisik yang akan merambah wilayah Utara tanpa memikirkan kesiapan bagi pengembangan mental dan psikologis masyarakat.
nProgram pembangunan Pemda Kaupaten Bekasi tidak menyentuh kepada pembangunan budaya, mental dan SDM. Serta, tidak menempatkan pembangunan berbasis pertanian dan peternakan.

Satu lagi kemanfaatan pemekaran. Orang tarumajaya tidak perlu lagi menghabiskan waktu 6 jam naek kendaraan untuk hanya mengurus stnk atau urusan lain di Cikarang. [nulis sendiri-ngomong sendiri-baca sendiri......hi...hi..hi....soalnya ane doang orang Babelan yang nulis soal ini....kalo salah-salah kate maafin ya.....keterangan foto itu reinkarnasi]

Posted by komar on Oct 15th, 2009 and is filed under Artikel, Bekasi-Ku, Politik-Hukum, Sosial-Budaya. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

3 Responses to “Komarudin Ibnu Mikam soal Pemekaran: “Bila Bupati Setuju, Bisa Jadi ia Terpilih Lagi…””

  1. syaifuddin sayuti October 16th, 2009, 3:28 AM

    tulisan dan foto tak nyambung. maaf fotonya jadi mengurangi ‘isi’ tulisan yang sebenarnya menarik.

    [Reply]

  2. Komarudin Ibnu Mikam October 16th, 2009, 5:45 AM

    maaf..salah satu ciri blog itu adalah narsisnya itu lho….
    tapi saya edit deh…
    thanks
    salam blogeer..

    [Reply]

  3. soulharmony October 16th, 2009, 4:18 PM

    maaf OOT, semoga sukses buat deklarasinya besok……salam hangat dari kalsel

    [Reply]

Leave a Reply

Kata Sambutan

H. Mochtar MochamadH. Mochtar Mohamad, Walikota Bekasi
***

Saya berikan penghargaan setinggi-tingginya pada para blogger yang bergabung dalam komunitas Blogger Bekasi. Saya mengharapkan Blogger Bekasi dot com ini bisa digunakan sebagai wadah komunikasi serta bertukar informasi antar warga Bekasi.

Wadah ini juga diharapkan mampu mengidentifkasi sejak dini aneka persoalan yang terjadi di Bekasi. Sehingga persoalan yang terjadi di masyarakat bisa segera ditangani pengambil keputusan atau pemerintah daerah.

Sebagai penghargaan pada para blogger, saya melalui Bloggerbekasi.com akan menggelar lomba penulisan blog dan photoblog bertema Aku Cinta Bekasi. Lomba ini digelar mulai hari ini 17 Oktober 2009 hingga 17 November 2009. Hadiah Lomba total 45 juta rupiah. Dengan perincian Juara 1 akan diberikan hadiah uang 10 juta rupiah, juara kedua 7,5 juta rupiah, dan juara ketiga 5 juta rupiah.

Login Anggota

Login Anggota
Lost Password?

Banner Komunitas

Pasang Banner Bloggerbekasi.com pada Blog/ Website pribadi Anda

Komunitas Blogger Bekasi

Copykan Kode dibawah ini ke Blog/Website Anda!

Anggota Be-Blog

Sudahkah Anda menjadi bagian dari Be-Blog?

Daftar Disini

Siapa saja yang sudah terdaftar?

Lihat Disini

BEBLOG-supported by:

  

BEBLOG-sponsored by (launching-17 Oktober 2009):