Tingkatkan Pengetahuan dengan Menulis
Oleh. M. Eko Purwanto
(Staf Bidang Pendidikan YW Al Muhajirien Jakapermai - Bekasi)
Sering kita menemui kegagalan dalam menulis, sementara otak kita penuh dengan informasi. Banyaknya informasi yang memenuhi kepala kita, mungkin menyebabkan tulisan kita tidak pernah lahir. Sementara, banyak teman-teman yang bercita-cita ‘pengen’ jadi penulis malah mensyaratkan adanya pengetahuan menulis terlebih dahulu sebelum menulis. Di lain pihak, kita juga banyak menyaksikan teman-teman kita yang jarang sekali membaca, justru tulisannya ‘bejibun’ di Web-2. Namun, temen-teman yang sudah mengunyah ‘Es-Satu’ dilanjutkan dengan ‘Es’ berikutnya, dan mumpuni dalam disiplin ilmu tertentu, baik teori maupun praktek, belum juga melahirkan satu tulisan pun, padahal ‘kandungannya’ dah lebih dari satu tahun lho … ?. Kalo sudah begini, kita cenderung menyalahkan pihak luar. Kita bakal menyalahkan diri kita sendiri, bahwa kita kurang pengetahuan, waktu dan peralatan (sebut aja komputer).
Kita jarang melakukan instrospeksi, bahwa kegagalan untuk melahirkan sebuah tulisan berawal dari diri kita sendiri. Kita tidak yakin bahwa sebenarnya tulisan itu sudah ada di kepala kita, kita tinggal menumpahkannya saja, mau di piring atau di gelas, mau di kertas atau dikomputer, mau sekarang atau besok. Padahal, ketika kita berkeinginan untuk menulis, maka tulisan itu sudah berwujud di benak kita sendiri, tanpa perlu membaca buku apa-apa. Ketika kita ingin menulis, dengan persyaratan harus membaca buku terlebih dahulu, maka pada saat itulah kita gagal menulis. Yang sukses, Cuma membaca bukunya saja.
Teman saya, yang paling bersemangat mengajarkan kepada saya untuk bisa menulis dengan baik dan benar, belum pernah dapat pujian bahwa tulisannya semengalir tulisan saya. He.. he… he… sombong gitu lhoo ?. Kalau ditanya, gimana sih tulisan kok bisa ada yang mengalir sistematis dan ada yang mandeg, susah dipahami. Saya cuma bisa bilang, tulisan bisa mengalir karena pikiran kita juga mengalir. Tulisan bisa mandeg karena memang pikiran kita lagi mandeg.
Kata teman saya lagi, Ersis dari Kalimantan, berani menegaskan bahwa menulis adalah mengambil bagian kecil, sekali lagi, hanya bagian sangat kecil dari jagat raya pikiran kita sendiri. Ketika ‘searching’ ide, ‘menemukan’, atau ide datang tiba-tiba entah dari mana, proses berpikir terjadi. Rene Descartes mengatakan, cogito ergo sum. Dus, jangan lagi memikirkan untuk memulai menulis, kan sudah terjadi, tinggal ‘mencuplik’ pilihan yang akan ditulis, untuk ditulis. Sekali lagi, hanya mengambil bagian kecil pikiran untuk dinyatakan, alias ditulis.
Dengan kata lain, tulis apa yang dipikirkan. Jangan dibalik, justru akan mandeg tulisannya. Sekali lagi, tulis apa yang dipikirkan. Apa masih perlu memikirkan apa yang akan ditulis ?, apa gunanya memikirkan untuk memulai menulis ? Teori sedemikian dari mana sih asalnya? Tulis, tulis, tulis, habis perkara.
Menurut ilmu metafisika, pikiran kita itu adalah gelombang energi. Energi ini bisa diarahkan sesuai kemauan kita. Bisa untuk pengobatan, bisa mendamaikan, bisa untuk membuat suasana lebih kacau, atau bahkan bisa diarahkan dalam bentuk tulisan. Dan pikiran kita ada dimana-mana, yang ada di kepala kita cuma otak saja. Pikiran kita bisa menjelajah ke seluruh dunia, meskipun otak kita tetap berada di dalam tempurung kepala kita. Dengan kemampuan pikiran yang luar biasa ini, mengapa kita tidak belajar saja melalui pikiran kita ?.
Dengan menulis, menulis dan menulis yang ada difikiran, berarti kita menimba pengetahuan yang maha luas dari diri kita sendiri. Gratis. Dengan kata lain, ketika kita memikirkan apa yang kita pikirkan, maka gelombang energi pikiran akan semakin padat dan hanya berputar-putar di sekitar kepala kita saja. Apalagi mikirin ‘aib’ orang lain. Akibatnya, energi pikiran yang semakin padat tersebut akan membebani sel-sel syaraf kita yang halus di dalam otak kita. Otak menjadi panas, dan ujung-ujungnya pikiran kita menjadi ‘hang’. Lucu khan, masa sih pikiran yang seharusnya kita timba pengetahuannya, bisa ‘hang’ karena ulah kita sendiri.
Page 1 of 2 | Next page