Home » Artikel, Bekasi-Ku » Wajah Baru Kota Bekasi dan Harapan Seorang Pedagang Kaki Lima

Wajah Baru Kota Bekasi dan Harapan Seorang Pedagang Kaki Lima

Yup, memang itulah yang saya perhatikan ketika kembali menginjakkan kaki saya di kota ini setelah sekitar 2 (dua) bulan lebih saya meninggalkan kota bekasi.. (hehehe.. dua bulan aja bangga.. :) ). Karena memang saat itu pembangunan jalan raya belum selesai, jadi masih berantakan disana-sini. Hmm.. bagus juga wajah baru kota bekasi ini, terlihat lebih rapih dan cantik.

Saya tergerak untuk menulis ini karena sekitar beberapa menit yang lalu saya berbincang-bincang dengan pedagang kaki lima yang ada disekitar kantor saya. Sebut saja pak mamat (bukan nama sebenarnya.. hehehe biar kayak di liputan2 khusus begitu..) . Ketika saya utarakan kekaguman saya melihat kota bekasi saat ini dengan selesainya beberapa proyek pelebaran jalan raya, Pak Mamat juga kagum dengan “gebrakan” dari Wali Kota Bekasi saat ini, Bpk. Mochtar Muhammad (mohon maaf pak kalo salah tulis namanya.. :) ). Beliau senang melihat perkembangan kota bekasi sekarang. Namun, dibalik kebanggaannya dengan kepemimpinan walikota saat ini, rupanya beliau juga memendam kesedihan yang mendalam terhadap dampak yang dia rasakan akibat perkembangan kota bekasi ini. Saya sebenarnya tahu arah pembicaraan beliau, tapi saya coba ‘mengorek-ngorek’ info lebih dalam darinya.

Beliau bercerita, saat ini dia sebagai kepala keluarga harus menghidupi isteri dan ketiga anaknya yang semuanya sudah sekolah. Dulu, ceritanya, sebelum ada penertiban, penghasilan dia dari berjualan di DPR.. (alias Di Bawah Pohon Rindang..) masih cukup untuk membiayai keluarganya termasuk menyekolahkan ketiga anaknya. Sekarang, gara-gara tempat usahanya yang cuma jualan rokok, teh botol, krupuk, kopi dan teman-temannya (maksudnya makanan sejenis gitu deh.. :D ) digusur alias dimusnahkan atau diratakan dengan tanah atau diusir dari tempatnya dengan alasan menggangu ketertiban dan keindahan, semua menjadi berubah. Ditambah lagi musim penghujan tiba, bertambahlah penderitaannya. Lha, wong sekarang jualannya cuma teh botol dan minuman lainnya dan krupuk, musim dingin gini siapa yang mau beli es teh botol.. jadi terasa sangat berat baginya beban yang ditanggung saat ini, begitulah ceritanya.

Kemudian, saya kembali mengajak diskusi dengannya perihal kebijakan pemkot bekasi mengenai penggusuran. Dia rupanya antusias juga kalo bahas mengenai kebijakan2 pemerintah, dan pendapat-pendapatnya cukup berwawasan, artinya dilihat dari kata-katanya saya yakin sebenernya dia orang yang berpendidikan. (tapi saya gak berani nanya dulu sekolahnya apa.. ). Dia mengutarakan akan lebih bagus upaya penertiban maupun penggusuran, sebelum dilakukan harus dicarikan solusi maupun langkah-langkah yang bijak agar para korban penggusuran atau penertiban ini tidak merasa menjadi korban atau dirugikan. Misalnya, ada upaya relokasi baginya agar dia masih bisa tetap berjuang mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Dan setiap pedagang juga diperlakukan sama tanpa pilih kasih agar tidak terjadi kecemburuan diantara pedagang. Atau mungkin ada upaya-upaya lain dari pemkot bekasi yang bertujuan mendukung dan mendorong semangat usaha dan kerja keras warganya dalam mencari nafkah atau mengembangkan ekonomi keluarganya yang tentunya merupakan bagian dari ekonomi kota bekasi itu sendiri. Majunya ekonomi sebuah kota bukankah tergantung dari kemajuan ekonomi individu-individu dari warga kota itu sendiri.. begitu katanya. Saya hanya manggut-manggut menyatakan setuju atas pendapat briliant dari seorang pedagang kaki lima itu.

Saya pun akhirnya menambahkan ide-ide dalam diskusi yang asyik itu mengenai kota bekasi beserta kebijakan pemkotnya. Saya katakan bahwa saya sangat setuju pendapat beliau. Pemerintah Kota Bekasi memang sudah seharusnya sebelum melakukan kebijakan yang sudah pasti akan berdampak bagi warganya harus memikirkan bagaimana agar dampak bisa diminimalkan atau paling tidak warga yang terkena kebijakan itu, dalam hal ini penggusuran atau penertiban, tetap merasa diperhatikan oleh walikotanya. Misalnya, sebelum dilakukan penertiban, kalau perlu dilakukan pelatihan-pelatihan kepada para pedagang mengenai bisnis atau usaha, bagaimana strategi marketing, ide-ide bisnis, dan lain-lain termasuk pelatihan motivasi-motivasi sebagai bekal untuk melanjutkan usahanya nanti walaupun nanti terkena penertiban. Saya yakin, orang seperti pak mamat akan senang sekali hadir diacara itu, apalagi dengan iming-iming hadiah atau doorprize atau sejenisnya.

Akhirnya perbincangan kami pun terhenti karena adzan maghrib, dan sebelum saya mengakhiri perbincangan tersebut saya katakan bahwa saya akan tulis di bloggerbekasi hasil pebicaraan ini. Siapa tahu dibaca ama pejabat kota bekasi. Dia pun tersenyum senang dan akhirnya kami bersama-sama menuju masjid untuk sholat berjama’ah.

Penulis
Abdul Koni
pemilik website http://www.pajakonline.com

Print Artikel Ini Print Artikel Ini
Posted by on Dec 29 2009. Filed under Artikel, Bekasi-Ku. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

2 Comments for “Wajah Baru Kota Bekasi dan Harapan Seorang Pedagang Kaki Lima”

  1. [...] This post was mentioned on Twitter by bloggerbekasi, bloggerbekasi. bloggerbekasi said: [Bloggerbekasi.Com] Wajah Baru Kota Bekasi dan Harapan Seorang Pedagang Kaki Lima: Yup, memang itulah yang saya per… http://bit.ly/6qtcqu [...]

  2. [...] dan Facebook) 30. Daeng Rum (Transportasi Umum di Bekasi) 31. Ibnu S (Bulak Kapal) 32. Abdul Koni (Wajah Baru Kota Bekasi…) 33. M. Abduh (Bekasi itu Solusi) 34. Haslita Nisa (Aku Cinta Bekasiku) 35. Dudy Efendi (Bekasi Go [...]

Leave a Reply

Bergabunglah dengan lebih dari 1984 blogger. Jumlah inipun masih akan terus bertambah jadi jangan menunggu menjadi orang yang terakhir bergabung dengan kami.

Siapa saja yang sudah terdaftar?

Login

Login Anggota
Lost Password?

Penghargaan: Blog Komunitas berbasis Wilayah Terbaik 2010


Amprokan Blogger

Amprokan Blogger | Temu Blogger Nusantara

Sponsor

Bergabung dengan Milis Blogger Bekasi

Banner Komunitas

Komunitas Blogger Bekasi

Copykan Kode dibawah ini ke Blog/Website Anda!

© 2012 Komunitas Blogger Bekasi. All Rights Reserved. Log in - Designed by Gabfire Themes