<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Anak bodoh dan anak orang miskin berhak kah sekolah???</title>
	<atom:link href="http://bloggerbekasi.com/2010/02/15/anak-bodoh-dan-anak-orang-miskin-berhak-kah-sekolah.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bloggerbekasi.com/2010/02/15/anak-bodoh-dan-anak-orang-miskin-berhak-kah-sekolah.html</link>
	<description>Menembus Tapal Batas........</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 07:56:00 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: masjoker</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/02/15/anak-bodoh-dan-anak-orang-miskin-berhak-kah-sekolah.html/comment-page-1#comment-3848</link>
		<dc:creator>masjoker</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 07:32:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=4765#comment-3848</guid>
		<description>itulah kenyataan yg harus kita hadapii, selalu ada saja korban dari kebijakan yg telah dibuat, mestinya tulisan begini jadi masukkan buat bapak2 pejabat untuk menyempurnakan kebijakan yg telah diambil. Menurut saya kebijakan Sekolah Bebas Biaya udah bagus, tapi memang perlu penyempurnaan untuk mengakomodasi anak-anak yg &quot;tidak beruntung&quot; seperti itu. Smoga Bapak2 pejabat mendapat hidayah dari Allah SWT sehingga di bukakan pintu hatinya untuk melindungi si lemah seperti itu...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>itulah kenyataan yg harus kita hadapii, selalu ada saja korban dari kebijakan yg telah dibuat, mestinya tulisan begini jadi masukkan buat bapak2 pejabat untuk menyempurnakan kebijakan yg telah diambil. Menurut saya kebijakan Sekolah Bebas Biaya udah bagus, tapi memang perlu penyempurnaan untuk mengakomodasi anak-anak yg &#8220;tidak beruntung&#8221; seperti itu. Smoga Bapak2 pejabat mendapat hidayah dari Allah SWT sehingga di bukakan pintu hatinya untuk melindungi si lemah seperti itu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: faizal alfa z</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/02/15/anak-bodoh-dan-anak-orang-miskin-berhak-kah-sekolah.html/comment-page-1#comment-3838</link>
		<dc:creator>faizal alfa z</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 11:31:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=4765#comment-3838</guid>
		<description>sebuah sudut pandang yang menarik dan menggugah, terimakasih banyak Bos....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebuah sudut pandang yang menarik dan menggugah, terimakasih banyak Bos&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: choreed</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/02/15/anak-bodoh-dan-anak-orang-miskin-berhak-kah-sekolah.html/comment-page-1#comment-3819</link>
		<dc:creator>choreed</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 18:53:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=4765#comment-3819</guid>
		<description>Memang sudah seharusnya, pemerintah pusat melalui pemerintah daerah dibawahnya, memiliki data yang akurat tentang jumlah pelajar yang tidak mampu. Ukuran tidak mampunya, bisa ditentukan melalui pengkategorisasian yang melibatkan RT/RW/Kelurahan setempat. Di Kab Jembrana saja, jumlah warganya yang mengidap penyakit tertentu bisa terdeteksi melalui sistem yg mereka terapkan. Fokus pembiayaan pendidikan ditangan pemerintah dan diberikan kepada siswa yang telah terdata. Selain itu, mungkin perlu diberlakukan pula subsidi silang pembiayaan berbasis prestasi siswa (skoring). Jadi, siswa yang pintar namun tidak mampu nilai skoringnya tinggi, berturut-turut siswa pintar+mampu, bodoh+tidak mampu, bodoh+mampu. Semakin tinggi nilai skoringnya, maka semakin mendapatkan subsidi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang sudah seharusnya, pemerintah pusat melalui pemerintah daerah dibawahnya, memiliki data yang akurat tentang jumlah pelajar yang tidak mampu. Ukuran tidak mampunya, bisa ditentukan melalui pengkategorisasian yang melibatkan RT/RW/Kelurahan setempat. Di Kab Jembrana saja, jumlah warganya yang mengidap penyakit tertentu bisa terdeteksi melalui sistem yg mereka terapkan. Fokus pembiayaan pendidikan ditangan pemerintah dan diberikan kepada siswa yang telah terdata. Selain itu, mungkin perlu diberlakukan pula subsidi silang pembiayaan berbasis prestasi siswa (skoring). Jadi, siswa yang pintar namun tidak mampu nilai skoringnya tinggi, berturut-turut siswa pintar+mampu, bodoh+tidak mampu, bodoh+mampu. Semakin tinggi nilai skoringnya, maka semakin mendapatkan subsidi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: choreed</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/02/15/anak-bodoh-dan-anak-orang-miskin-berhak-kah-sekolah.html/comment-page-1#comment-3818</link>
		<dc:creator>choreed</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 18:05:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=4765#comment-3818</guid>
		<description>Memang sudah seharusnya, pemerintah pusat melalui pemerintah daerah dibawahnya, memiliki data yang akurat tentang jumlah pelajar yang tidak mampu. Ukuran tidak mampunya, bisa ditentukan melalui pengkategorisasian yang melibatkan RT/RW/Kelurahan setempat. Di Kab Jembrana saja, jumlah warganya yang mengidap penyakit tertentu bisa terdeteksi melalui sistem yg mereka terapkan. Fokus pembiayaan pendidikan ditangan pemerintah dan diberikan kepada siswa yang telah terdata. Selain itu, mungkin perlu diberlakukan pula subsidi silang pembiayaan berbasis prestasi siswa (skoring). Jadi, siswa yang pintar namun tidak mampu nilai skoringnya tinggi, berturut-turut siswa pintar+mampu, bodoh+tidak mampu, bodoh+mampu. Semakin tinggi nilai skoringnya, maka semakin mendapatkan subsidi. Menurut saya seperti itu, mungkin ada pendapat lain?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang sudah seharusnya, pemerintah pusat melalui pemerintah daerah dibawahnya, memiliki data yang akurat tentang jumlah pelajar yang tidak mampu. Ukuran tidak mampunya, bisa ditentukan melalui pengkategorisasian yang melibatkan RT/RW/Kelurahan setempat. Di Kab Jembrana saja, jumlah warganya yang mengidap penyakit tertentu bisa terdeteksi melalui sistem yg mereka terapkan. Fokus pembiayaan pendidikan ditangan pemerintah dan diberikan kepada siswa yang telah terdata. Selain itu, mungkin perlu diberlakukan pula subsidi silang pembiayaan berbasis prestasi siswa (skoring). Jadi, siswa yang pintar namun tidak mampu nilai skoringnya tinggi, berturut-turut siswa pintar+mampu, bodoh+tidak mampu, bodoh+mampu. Semakin tinggi nilai skoringnya, maka semakin mendapatkan subsidi. Menurut saya seperti itu, mungkin ada pendapat lain?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anisa_sulistiawati</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/02/15/anak-bodoh-dan-anak-orang-miskin-berhak-kah-sekolah.html/comment-page-1#comment-3791</link>
		<dc:creator>anisa_sulistiawati</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 07:07:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=4765#comment-3791</guid>
		<description>Membaca tulisan ini jadi ingat buku yg berjudul &#039;Orang Miskin Dilarang Sekolah&#039; namun saya lupa siapa pengarangnya. Saat ini pendidikan di Indonesia memang sudah diperjual-belikan, bicara soal jual-beli tentunya hanya orang yang punya uang saja yg bisa membeli &#039;pendidikan&#039;. Hal ini memang menjadi keprihatinan kita bersama, mimpinya sich..bisa bikin sekolah gratis yang berkualitas untuk orang2 yg kurang beruntung seperti artikel diatas, he..he..mimpi kali ye.. kali aja ada be-blog yg punya kelebihan dana yg bisa disumbangkan bikin sekolah gratis..yuk..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca tulisan ini jadi ingat buku yg berjudul &#8216;Orang Miskin Dilarang Sekolah&#8217; namun saya lupa siapa pengarangnya. Saat ini pendidikan di Indonesia memang sudah diperjual-belikan, bicara soal jual-beli tentunya hanya orang yang punya uang saja yg bisa membeli &#8216;pendidikan&#8217;. Hal ini memang menjadi keprihatinan kita bersama, mimpinya sich..bisa bikin sekolah gratis yang berkualitas untuk orang2 yg kurang beruntung seperti artikel diatas, he..he..mimpi kali ye.. kali aja ada be-blog yg punya kelebihan dana yg bisa disumbangkan bikin sekolah gratis..yuk..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: indonesia Java international destination</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/02/15/anak-bodoh-dan-anak-orang-miskin-berhak-kah-sekolah.html/comment-page-1#comment-3787</link>
		<dc:creator>indonesia Java international destination</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 05:48:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=4765#comment-3787</guid>
		<description>well gud post lah ya..loe dah pnya duit berapa buat sekolah di luar negeri om..ganti judul loe , dah ngerasa pintar??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>well gud post lah ya..loe dah pnya duit berapa buat sekolah di luar negeri om..ganti judul loe , dah ngerasa pintar??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
