- Komunitas Blogger Bekasi - http://bloggerbekasi.com -

Aku Cinta Pohon, buktinya?

Posted By eko sutrisno hp On March 6, 2010 @ 4:01 PM In Bekasi-Ku | 13 Comments

[1]

Pak EKA BUDIANTA Direktur Proyek Jababeka Botanic Gardens dengan piawai telah membawa para Blogger ke dunia flora, sehingga para blogger yang sudah kekenyangan, ngantuk dan tinggal 5 watt, tiba-tiba seperti bertemu dengan bidadari cantik yang lemah gemulai dan sangat menarik hati.

Padahal pak Eka dijamin laki-laki sejati.

Hari ini memang semua blogger dipuaskan dengan gaya khas pak Eka yang bak penyihir ketika bercerit atentang dunia tumbuhan, tentang Bandung dan tentang semua hal yang berhubungan dengan lingkungan. Tidak lupa ada sisipan pesan moral ketika pak Eka cerita tentang daun yang gugur.

“Semua orang pasti gugur, seperti daun yang gugur ke tanah”, begitu ucap pak Eka lembut.

Hari ini semua perwakilan blogger mendapat tanda mata dan dipersilahkan menanam pohon di Jababeka sebagai bukti kecintaan para blogger terhadap pohon.

Tidak lupa pak Eka membuat sebuah tulisan buat kita semua. Silahkan simak tulisan beliau yang versi resmi.

+++

Cikarang, Sabtu 6 Maret 2010
Menyambut Ulang Tahun Ketiga
JABABEKA BOTANIC GARDENS

Teman-teman bloggers sekalian,

Pada hari Kamis, 8 Maret 2007, Menteri Negara Lingkungan Hidup, Ir. Rachmat Witoelar didaulat untuk menanam pohon salam (Syzygium polyantum) di taman President Executive Club (PEC). Setelah itu diikuti oleh Mantan Duta Besar Singapura, Edward Lee menanam kayu manis (Cinamon burnamii), dan Presdir Jababeka Tbk, S.D. Darmono menanam sawo kecik (Manikara kauki). Rektor Presiden University, Prof.Dr. Muliawati G. Siswanto menanam pohon kola (Cola nitida). Itulah awal dibukanya Jababeka Botanic Gardens, yang pada hari Senin lusa, genap berumur 3 tahun.

Hari ini, izinkan saya mengajak para bloggers sekalian menanam beberapa tambahan koleksi. Di antaranya adalah pohon bintaro ( Cerbera odollam), ketapang (Terminalia catappa), hujan emas (Tabebuea chrysanta), dadap merah (Erythrina variegate), Ki Acret (Sapatodea campanulata), Flamboyan (Delonix regia), daun kupu-kupu (Bauhinia blakeana) dan mahoni (Switenia mahagony). Koleksi merupakan kekayaan sebuah kebun raya. Setiap tahun, setiap bulan, bahkan kalau bisa setiap detik, kita selalu memerlukan pohon baru, sebagaimana setiap detik di bumi ini selalu lahir manusia baru.

Mengapa kebun raya Jababeka Botanic Gardens ini perlu dibangun?

Kebun raya adalah tanda bahwa ada sekelompok manusia mencintai tanaman. Kalau kita ingin membuktikan diri bahwa betul kita mencintai pohon, pertama kita harus mengenal pohon, kedua: pernah menanam dan merawat pohon, ketiga: kita ajak orang lain mempunyai pohon masing-masing. Ketiga syarat itu dapat kita pelajari dan kita praktikan di kebun raya.

Fungsi utama kebun raya adalah untuk pendidikan masyarakat. Karena itu, sejak dibuka, aspek pendidikan melalui Jababeka Botanic Gardens ini selalu dikedepankan. Pada hari ulang tahun pertama, yang dirayakan 16 Maret 2008, kita menerima hadiah berupa 2020 bibit dari Puslitbang Departemen Kehutanan di Bogor. Separuh dari bibit itu ditanam bersama-sama dalam kebun ini, dan separuh lagi dibawa pulang warga seputar, untuk ditanam di rumah masing-masing.

Acaranya di kebun ini dipimpin oleh Bapak Jaksa Agung Hendarman Supandji dengan menanam pohon meranti merah (Shorea Sp). Sedangkan berbagai spesies tanaman rumah yang dibagikan meliputi kayu manis, nangka, mengkudu, jamblang, pala, manggis, dan banyak lagi. Sebelum acara itu, pada tanggal 1 Desember 2007, Bupati Bekasi, Bapak Drs. Sadudin sempat menanam kurma (Phoenix dactylifera) di sini. Acaranya bertepatan dengan Gerakan Sejuta Pohon yang dilancarkan oleh Presiden SBY. Pada waktu itu, Jababeka Botanic Gardens menyatakan berpartisipasi dengan telah menanam 400.000 pohon.

Itulah jumlah pohon dalam kebun kita pada saat itu. Mereka tumbuh dalam klaster-klaster yang tersebar. Di antara klaster yang permanen adalah jalur hijau perumahan dan industri, padang golf Jababeka, dan satu blok khusus yang dirancang sebagai Taman Eden atau Firdaus di wilayah Kota Jababeka yang total luasnya mencapai 5600 hektar, dan diharapkan terwujut pada tahun 2025 nanti.

Sudah jelas, program penciptaan kebun raya makan waktu panjang. Kita memerlukan kesabaran dan ketelitian, perhatian dan cinta yang mendalam. Beberapa pohon yang kita tanam bahkan memerlukan waktu ribuan tahun. Dalam klaster lapangan golf, kita memiliki tiga pohon baobab (Adansonia digitata) yang satu di antaranya ditanam oleh Fotografer terkemuka, Deniek G. Sukarya pada tanggal 7 Juli 2007. Pohon itu akan kelihatan besar kalau sudah berumur 3000 tahun. Syukur alhamdulilah kita sudah menanamnya 3 tahun yang lalu, sehingga tinggal menunggu 2997 tahun lagi.

Jangan lupa, pohon flamboyan yang anda tanam juga perlu waktu 20 tahun. Itu kalau anda tanam hari ini. Kalau menanamnya besok pagi, diperlukan watu 20 tahun lebih satu hari!

Teman-teman bloggers sekalian,

Untuk kebun ini, peranan anda sekalian sangat besar. Anda bisa memperkenalkan pohon-pohon yang sekarang masih kecil, namun punya masa depan yang jauh dan panjang. Ada Araucaria cuninghamii yang ditanam oleh Ketua Asosiasi Bunga Indonesia ( Asbindo) Ibu Karen Syarief Tambayong juga perlu waktu sampai 600 tahun. Ada pohon cemara Norfolk (Aracauria heterophyla) yang ditanam oleh Bapak Prof. Dr. Emil Salim pada 30 Mei 2009. Kita juga menerima sumbangan kayu rapat dan kayu sintok hadiah Ibu Martha Tilaar; serta pohon melati anting dari Ibu Sugiarti dari Kebun Raya Bogor, pada ultah Jababeka Botanic Gardens kedua.

Yang terbaru, ada pula pohon nyamplung (Chrysophyllum inophyllum) yang ditanam Kak Seto Mulyadi dalam acara Wonder Child Festival di pada 29 Oktober 2009. Itulah acara terbesar yang pernah diadakan di kebun ini oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, dengan mendatangkan lebih dari 6.000 anak peserta didik usia dini (PAUD) beserta 4.000 guru dan orangtua mereka.

Kebun raya adalah tanda cinta sekaligus sarana pendidikan untuk memperhatikan tanaman dan lingkungan hidup. Dengan kebun ini, kita berharap Indonesia dapat menjadi bangsa yang pandai mencintai dan memperindah lingkungan hidupnya. Bersama pohon-pohon itu kita berupaya mengatasi pemanasan global. Bersama anda sekalian kita berjuang untuk membuat kehidupan lebih sehat, lebih panjang dan lebih berguna untuk sebanyak-banyaknya orang. Itulah inti dari pembangunan masyarakat madani dengan lingkungan sehat dan berkelanjutan.

Terima kasih atas kedatangan, dukungan dan perhatian anda kepada Jababeka Botanic Gardens yang sama-sama kita cintai.

Wassalam,

EKA BUDIANTA
Direktur Proyek Jababeka Botanic Gardens
+++

Asyik ya Jababeka, itu sebabnya LiLo suka sekali main bola disitu.

[2]

+++

Ini adalah rangkaian acara dalam AB 2010

+++

+++
Penulis [3] adalah Wakil Ketua BeBlog yang aktif juga di Komunitas Blogger Cikarang [4], blog pribadinya ada di "Kehangatan Blog Eshape" [5].

Selain itu aktif juga dalam kegiatan Bisnis Kuliner Nasi Goreng [6] maupun Mie Ayam SEHATI [7]

Nick namenya Eko Eshape [8]

Article printed from Komunitas Blogger Bekasi: http://bloggerbekasi.com

URL to article: http://bloggerbekasi.com/2010/03/06/aku-cinta-pohon-buktinya.html

URLs in this post:

[1] Image: http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/03/bola-puasa-25.jpg

[2] Image: http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/03/bola-puasa-09.jpg

[3] Penulis: http://ekoshp.com/

[4] Blogger Cikarang: http://bloggercikarang.com/

[5] "Kehangatan Blog Eshape": http://eshape.wordpress.com/

[6] Bisnis Kuliner Nasi Goreng: http://nasigorengmewah.wordpress.com/

[7] Mie Ayam SEHATI: http://miesehati.com/

[8] Eko Eshape: http://eshape.blogspot.com/

Copyright © 2009 Komunitas Blogger Bekasi : http://www.bloggerbekasi.com. All rights reserved.