- Komunitas Blogger Bekasi - http://bloggerbekasi.com -
Blog Anak dan Refleksi Virtual Kehidupan
Posted By amriltg On June 16, 2010 @ 9:48 AM In Artikel,Head Line,Intermezzo | 3 Comments
“Nggak apa-apa koq,”kata ayahku menghibur ibu. “Anak laki-laki memang biasa kalau berantem, kayak bapaknya dulu waktu kecil”.Ayah kemudian mengusap kepalaku pelan sambil menatapku tajam,”Tapi jangan mau kalah dong!”.
Ibu melotot ke arah ayahku.
“Zaman Rizky sudah berbeda dengan zamanmu dulu !”, kata ibu ketus.
Ayah tertawa renyah.
“Ya, tapi itu tidak berarti bahwa dia mesti jadi pecundang dong!”, sahut ayahku enteng kemudian meraih handuk lalu menuju ke kamar mandi.
Keesokan harinya, saat bermain bersama Faiz dan ia berusaha merebut mainan mobil-mobilanku, aku segera memukul wajahnya lantas mendorongnya ke tanah. Iapun menangis sejadi-jadinya. Ibu Faiz dan ibuku yang sedang asyik mengobrol terkejut kemudian datang melerai kami berdua. Ibu kemudian merangkulku dan mengajak bersalaman untuk berdamai dengan Faiz. Sore harinya ibu menceritakan hal ini pada ayah. Mau tahu apa tanggapannya ?. “So, that’s my Boy!!”, serunya lantang sembari mengacungkan jempolnya.
(Dikutip dari Blog Rizky “That’s My Boy” [1])
[2]MENULIS blog memang mengasyikkan. Apalagi blog anak. Sejak pertama kali menulis blog untuk anak pertama saya Muhammad Rizky Aulia Gobel, awal tahun 2003 silam, saya tidak semata-mata menemukan sebuah sarana curhat yang gratis, bebas sensor dan bebas biaya distribusi tetapi lebih dari itu, saya bisa menampilkan refleksi kehidupan keluarga saya secara virtual lewat media internet. Hadirnyablog Rizky [3]–buah hati kami yang lahir 3 tahun sejak saya dan istri menikah tahun 1999–pada awalnya memang diniatkan menjadi catatan perjalanan kehidupannya mulai lahir dan (mudah-mudahan) hingga dewasa kelak.
Namun dalam beberapa tahun belakangan ini, saya menyadari, blog telah menjelma menjadi sebuah kekuatan media baru yang tangguh dan layak diperhitungkan dalam membentuk opini publik bahkan menjadi struktur yang berlawanan dengan media konvensional.
Pendapat ini juga disitir oleh John Katz dalam tulisannya “Here Come the Weblogs” [4]May 1999,“Blog merupakan struktur terbalik dari media konvensional yang bersifat top-down, membosankan dan arogan”.
Salah satu bukti “kedashyatan” blog dapat dilihat dari skandal yang terjadi pada National Kidney Foundation (NKF) Singapore [7] tahun silam. Skandal penyelewangan dana LSM sosial di negeri tetangga itu mendapat sorotan tajam dari masyarakat setelah publikasi si Direktur Utama yang bergaji 600 ribu Dollar Singapore per tahun dan bepergian naik pesawat dengan kelas bisnis, padahal dana yang digunakan adalah uang hasil sumbangan masyarakat itu terkuak. Tak ayal lagi, protes, demo, yel-yel dan caci maki dari masyarakat Singapore yang konon merupakan dua pertiga dari pendonor NKF deras mengalir.
Uniknya, sebagian besar “demo” tersebut memakai sarana blog via internet sebagai medianya (saya belum dapat membayangkan apakah gerakan seperti ini kelak dapat terjadi di negeri kita yang masyarakatnya belum terlalu banyak mengenal teknologi internet, apalagi blog). Publik dari berbagai kalangan menyuarakan opini dan pendapat mereka melalui media alternatif ini sekaligus salah satu bentuk baru “gerakan bawah tanah” era digital . Dan sukses. Sang Direktur Utama serta wakilnya mengundurkan diri dari jabatannya dan langsung diadili oleh pengadilan setempat.
Harus diakui, blog sebagai salah satu bagian budaya digital memberi pengaruh besar bagi perkembangan dunia informasi dewasa ini. Merebaknya layanan blog gratis yang ditawarkan seperti dari blogger.com, blogdrive.com, blogsome.com, dan lain-lain, memberi peluang tumbuh kembang blog secara spektakuler. Ditambah lagi semakin melaju pesatnya teknologi digital terbaru serta kemudahan dan kecepatan akses internet misal melalui area hot-spot memungkinkan seseorang dapat seketika melakukan update terbaru di blog masing-masing.
Mengikuti kecenderungan yang terjadi, saya menulis blog anak sesungguhnya lebih didasari keinginan untuk berbagi informasi, ekspresi dan juga keceriaan dari aktifitas Rizky. Seperti sebuah rumah singgah maya yang nyaman di belantara virtual yang terus tumbuh. Adapun perkembangan blog yang mengambil posisi diluar dari “mainstream” media massa seperti yang sudah diungkap oleh Rebecca Blood menjadi stimulir berharga bagi saya untuk menampilkan blog yang saya tulis menjadi lebih menarik.
Sejujurnya, saya merasa lebih sreg bertutur lewat Rizky semata-mata karena dua hal. Pertama, saya bisa menggali dan meng-explore lebih luas dan bebas segala kejadian yang terjadi disekitar Rizky misalnya ekspresi, tindakan dan reaksi dari kedua orang tuanya, juga suasana disekelilingnya. Kedua, saya tidak bisa setiap hari berada dan mengamati perkembangan kegiatan Rizky dirumah. Melalui cerita dari istri saya–momen dimana Rizky juga terlibat dalam peristiwa itu–setelah kembali dari kantor, saya dapat meramu dan menuturkan kembali kejadian tadi lewat sudut pandang Rizky di blognya. Ini tantangan yang sangat mengasyikkan, meski pada akhirnya saya harus mengakui tidak dapat melakukan update secara periodik karena keterbatasan waktu dan kesibukan dikantor.
Article printed from Komunitas Blogger Bekasi: http://bloggerbekasi.com
URL to article: http://bloggerbekasi.com/2010/06/16/blog-anak-dan-refleksi-virtual-kehidupan.html
URLs in this post:
[1] Blog Rizky “That’s My Boy”: http://muhrizkyauliagobel.blogspot.com/2004_07_01_muhrizkyauliagobel_archive.html
[2] Image: http://photobucket.com/
[3] blog Rizky: http://muhrizkyauliagobel.blogspot.com/
[4] “Here Come the Weblogs”: http://slashdot.org/features/99/05/13/1832251.shtml
[5] Rebecca Blood: http://www.rebeccablood.net/handbook/excerpts/weblog_ethics.html
[6] “The Weblog Handbook: Practical Advice on Creating and Maintaining your blog” : http://www.amazon.com/gp/product/073820756X/ref=nosim/104-3708824-6951116?n=283155
[7] National Kidney Foundation (NKF) Singapore: http://en.wikipedia.org/wiki/National_Kidney_Foundation_Singapore_scandal
[8] blog Enda Nasution: http://enda.goblogmedia.com/apa-itu-blog.html
[9] “Bayi juga Manusia”: http://muhrizkyauliagobel.blogspot.com/2005_04_01_muhrizkyauliagobel_archive.html
[10] “Mbak Ami Minggat, Mbak Ida Merapat”: http://muhrizkyauliagobel.blogspot.com/2005_02_01_muhrizkyauliagobel_archive.html
[11] “Menemani ayah bercukur”: http://muhrizkyauliagobel.blogspot.com/2005/07/menemani-ayah-bercukur.html
[12] Image: http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/06/rizky-resize.jpg
[13] “Warna Warni Hidupku”: http://bukurizky.blogspot.com/
[14] disini. : http://daenggammara.com/
Click here to print.
Copyright © 2009 Komunitas Blogger Bekasi : http://www.bloggerbekasi.com. All rights reserved.