Berkah Rejeki di Pagi Hari

Sejak subuh hari, para pendekar “nglapak” Jababeka sudah mulai melakukan kegiatan rutin mereka. Persiapan terakhir sebelum berangkat menuju medan “nglapak” di Pasar Festival Botanic Garden Jababeka.

“Bila tidak segera bangun pagi, maka rejeki akan dipatok ayam”, begitu kata beberapa orang pandai jaman dulu dan itulah yang membuat semangat para pendekar ini selalu terbakar setiap hari Minggu mulai menjelang.

Peluang selalu ada dimana-mana dan itu juga yang membuat mereka tetap semangat melakukan aktivitas di pagi-pagi buta di saat semua orang mungkin sedang menikmati tidur yang lelap.

Sesaat setelah subuh

Peluang pasar di Minggu pagi ini memang sangat terbuka. Puluhan, ratusan bahkan ribuan orang selalu rajin membanjiri lokasi Pasar Festival. Akan sangat ramai seandainya mereka datang di waktu yang bersamaan dan di suatu tempat yang sama.

Suasana pasar masih sepi

Secara otomatis, para pendatang ini akan menempati lokasi favorit mereka masing-masing. Ada yang langsung jalan-jalan melihat kesibukan para pendekar “nglapak”, ada juga yang hanya ngalor ngidul tanpa arah (ini sih biasanya pasangan muda mudi yang sedang dilanda asmara subuh).

Beberapa orang terlihat langsung menggelar lapangan bulu tangkis bersama keluarga mereka atau kelompok mereka masing-masing. Para jomblowan dan jomblowati saling berkelakar dengan topik bahasan yang tidak selalu harus jelas. Yang penting harus ada cerita yang bisa membuat mereka tertawa terbahak-bahak.

Yang hobi senam, biasanya datang sesuai jam senam dan mereka langsung membuat barisan tanpa ada yang memberi komando. Semuanya berjalan secara natural dan tidak perlu banyak aturan untuk mengatur mereka.

Di jalan aspal, para pengendara sepeda motor juga dengan santai memacu sepeda motornya sambil melihat-lihat situasi yang ada di keramaian ini, sedangkan para pengendara sepeda “onthel” tetap setia menggenjot sepeda mereka di jalur sepeda di bawah kerimbunan pohon Botanic Garden yang sejuk dan menyegarkan.

Page 1 of 3 | Next page