Home » Laporan Warga » Dilema Pasar Tradisional Modern, Atrium Pondok Gede

Dilema Pasar Tradisional Modern, Atrium Pondok Gede

Atrium Pondok Gede (APG) adalah wajah baru dari Pasar Tradisional Pondok Gede di Bekasi. Dengan alasan sepihak dari Pemkot Bekasi, Pasar Tradisional (bahasa mereka) di Revitalisasi. Saya berani katakan “sepihak”, karena saya turut advokasi Pedagang Pasar Pondok Gede bersama rekan-rekan dari Assosiasi Pedagang Pasar seluruh Indonesia (APPSI) Bekasi, dan Forum Komunikasi Pedagang Pasar Pondok Gede (FKP3G).

Padahal pada saat itu (2007) pedagang pasar Pondok Gede masih memiliki Hak Guna Pakai (HGP) masih sampai 2014. Dan kondisi fisik bangunan pasar Pondok Gede pada saat itu masih layak berdasarkan Uji Laboratorium Teknik UI. Namun karena oknum-oknum Pemkot Bekasi, Polda Metro Bekasi dan Pengembang berselingkuh, mereka pukul rata Pasar Pondok Gede saat itu, dan Pukul habis pedagang yang melawan tanpa perdulikan fakta yang ada. Bahkan 2 kawan dan 8 rekan dari pihak pedagang merasakan sempitnya bui, saya tidak kena ciduk pada saat itu, karena saya “mengasingkan” diri beberapa minggu jauh dari Pondok Gede.

PT. Kitita Alami Propertindo sebagai pihak pengembang pernah berjanji bahwa Atrium Pondok Gede akan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2009, namun sampai kini (31/12/2010) - saya menulis postingan ini- APG belum beroperasi. amat banyak keganjilan dan kedzaliman dari mereka yang mengambil keuntungan dari kasus Pasar Pondok Gede ini, tidak terkecuali oknum-oknum Walikota Bekasi dan DPRD, juga oknum Polres Metro Bekasi.

Sedikit mengingatkan Kasus Pasar Pondok Gede sejak 2007

Jumat, 28/09/2007 06:27 WIB
1.800 Pedagang Pasar Pondok Gede Bekasi Siap Tolak Eksekusi [detik.com]

Ulasan ini yang lebih parah, eksekusi seperti Perang

EKSEKUSI PASAR PONDOK GEDE [http://www.lantas.metro.polri.go.id]

Mengingat kembali saat eksekusi buat saya miris dan benci dengan aksi-aksi arogan mereka saat itu.

Banyak berita terkait Pasar Pondok Gede, silahkan bisa di searching.

Melihat sejenak kebelakang berharap apa yang pedagang perjuangkan tidak sia-sia, karena sudah banyak pengorbanan yang luar biasa.

Namun, ternyata sampai (31/12/2010) masalah ini belum bisa terselesaikan. Selama pembangunan Atrium Pondok Gede (APG) pedagang ditempatkan di Tempat Penampungan Sementara (TPS), namun tidak diberikan secara cuma-cuma. Link terkait

RABU, 22 DESEMBER 2010 | 14:26 WIB

Penampungan Sementara Pedagang Pasar Pondok Gede Ditutup [Tempointeraktif.com]

Atrium Pondok Gede (APG) sebagai Pasar Tradisional semi modern telah berdiri megah, tuntutan pedagang antara lain hanyalah:

Kompensasi dari Hak Guna Pakai (HGP) yang harusnya habis pada tahun 2014 dari 2007, walaupun diberi Tempat Penampungan Sementara (TPS), namun tidak semua pedagang menempati. karena TPS tidak cukup menampung. Kompensasi yang diharapkanpedagang berupa:

1. Ganti rugi materiil, atau

2. Harga kios/lapak APG dibedakan antara pedagang lama (yang memiliki HGP) dengan pedagang baru, serta prioritas penempatan kios/lapak.

Pedagang melaui Forum Komunikasi Pedagang Pasar Pondok Gede (FKP3G) dan DPD APPSI Bekasi saat ini masih melalukan advokasi dan memperjuangkan hak-hak yang seharusnya diperoleh oleh pedagang. Kasus ini sudah didengar oleh DPRD Bekasi, Komnas HAM, bahkan DPR. Namun ternyata memang hanya di “dengar”.

Inilah wajah Atrium Pondok Gede (APG), Pasar Tradisional semi-modern itu….

1293728757535418304

Lobi Atrium Pondok Gede (Dok: Imam Mahmudi)

1293728918975145206

Dok: Imam Mahmudi

1293729018849686771

Dok: Imam Mahmudi

Catatan:
Tulisan ini dipublish juga KOMPASIANA.com/ImaMahmudi

Print Artikel Ini Print Artikel Ini
Posted by on Dec 31 2010. Filed under Laporan Warga. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

6 Comments for “Dilema Pasar Tradisional Modern, Atrium Pondok Gede”

  1. Menaarik sekali ulasannya..

    semoga Pemerintah kita masih memiliki nurani yg bersih…

    [Reply]

    ImaMahmudi Reply:

    @No Name, terima kasih… salam…

    [Reply]

  2. wah bgus bich infone..

    [Reply]

  3. semakin terpinggirkan saja pasar tradisional…..dilemati dan miris…., berapa banyak peluang kerja dan usaha di pasar tradisional yang bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat

    [Reply]

  4. bangunan yang indah dan megah tapi tidak berpihak kepada usaha mikro dan pemerataan pendapatan rakyat

    [Reply]

Leave a Reply

RSS Planet Aggregator

  • Menangis Sesunggukan di Malam Kemerdekaan
  • 66 Tahun Indonesia
  • Press Release Amprokan Blogger 2011
  • Prinsip Dasar SysAdmin : Pahami, Hormati & Hargai SysAdmin Lain
  • Ibu – Satu yang paling berharga MORIYAMA Tsuru (review)
  • Belajar Menulis dari I Ketut Suweca

Komentar Terbaru

Jumlah Member saat ini : 1090. Dan terus bertambah..
Daftar Disini


Penghargaan: Blog Komunitas berbasis Wilayah Terbaik 2010


Amprokan Blogger

Amprokan Blogger | Temu Blogger Nusantara


Amprokan Blogger

Sponsor

images-1

---

Member Be-Blog

Sudahkah Anda menjadi bagian dari Be-Blog?

Siapa saja yang sudah terdaftar?

Login

Login Anggota
Lost Password?

Shoutbox


Loading

WP Shoutbox
Name
Website
Message
Smile
:mrgreen::neutral::twisted::arrow::shock::smile::???::cool::evil::grin::idea::oops::razz::roll::wink::cry::eek::lol::mad::sad:8-)8-O:-(:-):-?:-D:-P:-o:-x:-|;-)8)8O:(:):?:D:P:o:x:|;):!::?:



Gabung di Milis Blogger Bekasi

Powered by Yahoo Groups

© 2011 Komunitas Blogger Bekasi. All Rights Reserved. Log in

Switch to our mobile site

- Designed by Gabfire Themes