Haruskah Saya Bercerai Dengan Telkom Speedy?

Saya adalah pelanggan jasa layanan internet berkabel Telkom Speedy. Kenapa saya memilih Speedy karena aktivitas berinternet kerap saya lakukan di rumah. Dulu sebelum memiliki smart phone, dalam benak saya berinternet paling enak ya di rumah. Bisa sambil nonton tv, dengar radio, hingga disambi mengerjakan tugas kuliah atau kantor. Pendek kata, berinternet bagi saya harus dalam suasana menyenangkan. Saya kurang menikmati saat berinternet jika situasi sekitar tak mendukung. Suasana bising, tempatnya tidak nyaman adalah salah satu musuh terbesar saya saat berselancar di dunia internet. Apalagi penggunaan terbesar saya berinternet adalah untuk ngeblog, maka menjatuhkan pilihan pada Speedy adalah pilihan paling menarik (saat itu). Speedy adalah pilihan kedua saya dan keluarga dalam berinternet. Sebelumnya saya pernah tahunan menggunakan dial up telkomnet instant. Dengan si instant saya kerap dapat hal-hal yang menyebalkan. Lelet, putus-putus, dan kerap tak bisa diakses. Karena kesal dan kebutuhan akan penggunaan internet meningkat, saya putuskan meminang Speedy. Dengan tawaran yang memikat apalagi diimingi dengan diskon bagi dosen/ guru, sayapun akhirnya berspeedy ria. Saat itu, memang Speedy jika dibandingkan dengan si Instant memang jauh lebih ngacir. Di awal jarang sekali koneksi putus mendadak. Kecepatannya lumayan meski tidak secepat kita berinternet di negeri maju, misalnya. Tapi itu dulu. Yang saya dapati kemudian adalah kenyataan pahit. Meski masih saya gunakan, jaringan naik turun. Lemotnya Speedy kerap saya alami. Saat butuh jaringan yang perkasa, saya dipaksa menunggu lampu indikator modem menyala satu persatu. Beruntung jika akhirnya nyala semua. Tapi mengecewakan jika ternyata sudah dituggu-tunggu akhirnya dodol. Di Kompasiana sudah beberapa kali saya posting soal Speedy yang Lola, loading lama, hingga kerusakan demi kerusakan yang membuat kinerja internet di rumah saya tak maksimal menjadi menu sehari-hari. Kenapa tak lapor? Sudah. Dan saya termasuk orang yang cerewet pada layanan yang buruk. Entah sudah berapa kali saya menelpon 147 yang merupakan nomor hotline Telkom. Kadang jawabannya memuaskan karena mereka solutif. Namun yang kerap terjadi mereka tak bisa segera mengatasi gangguan. Jika demikian yang terjadi, terpaksa saya menunda pekerjaan dan aktivitas ngeblog saya karena layanan yang buruk dari Speedy. Beberapa pekan ini saya juga mengalami banyak kendala dengan Speedy saya. Entah mengapa saya malas untuk mengadu ke hotline 147 Telkom. “Ah, paling-paling tak dicarikan solusinya,” pikir saya suatu kali. Ini jelas mengganggu aktivitas saya, apalagi saya juga tengah dikejar deadline sebuah pekerjaan yang memerlukan koneksi internet mumpuni. Puncaknya terjadi dalam dua pekan ini, telpon di rumah yang juga menjadi penghubung ke Speedy mati mendadak. Dalam rentang sepekan, dua kali saya mengalami kerusakan jaringan telpon di rumah saya. Kesal karena kerap dikecewakan Speedy, saya ingin memberi pelajaran bagi operator Telkom Speedy agar tak lebih banyak mengecewakan orang lain. Saya butuh masukan, kira-kira jika saya talak Speedy, mungkinkah ? Saya sedang berfikir untuk mengganti layanan internet kabel dengan yang nirkabel. Jika customer service Telkomspeedy membaca postingan ini, saya sih berharap ada solusi sehingga saya tak perlu menghentikan langganan telkomspeedy. Namun jika tak satupun CS-nya Speedy baca keluhan saya, berarti saatnya bagi saya untuk bercerai dengan Speedy. Kira-kira operator mana ya yang jasa internety nirkabelnya yahud? Please inform dong! Oya, sengaja tulisan ini saya posting di Kompasiana agar petinggi Speedy mengetahui bahwa layanan mereka masih memalukan. Ini adalah kritik terbuka bagi Speedy agar melakukan perbaikan di masa depan. Saya sadar mungkin bakal dimusuhi Speedy jika saya ikut serta dalam event mereka karena telah membuka aibnya di publik.

24 comments on this post.
  1. Febrian Djaka Putra:

    Kasusnya sama banget seperti yang saya alami. Rumah dan kantor saya menggunakan layanan speedy. Herannya, baik di rumah maupun di kantor koneksi layanan internet yang mengagung-agungkan tagline “speed that you can trust” ini sama-sama tidak memuaskan. Koneksinya sering putus. Mending putusnya cuman semenit dua menit. Kadang putusnya bisa sampe seharian. Haduhh.. Saya pake speedy ini hanya karena terpaksa, sebab hanya speedy yang jaringannya sudah meng-cover wilayah komplek dan kantor saya. Kalo ada yang laen mah, sebenernya dari dulu saya sudah pengen pindah ke lain hati.

    [Reply]

    syaifuddin Reply:

    @Febrian Djaka Putra, ini bukan kasus yang pertama saya alami. bahkan postingan mengenai kekecewaan terhadap speedy sudah beberapa kali saya buat. terakhir lewat twitter sy dihubungi mungkin oleh CS-Speedy. tapi sampai sekarang belum ada follow upnya.

    [Reply]

  2. obat alami:

    pertama pake modem trus sekarang pake speedy cuma klo lagi gangguan speedy nya,,suka gonta ganti sama modem,,,

    [Reply]

    syaifuddin Reply:

    @obat alami, sayangnya sy belum punya pilihan lain. belum sempat2 mengganti. dulu pernah punya alternatif pakai Smart tapi hanya bertahan sebentar karena lebih parah dari Speedy.

    [Reply]

  3. jingo:

    wah..kalo punya modem. pake aja modem n cari aja yang murah
    klo laptop , wifian aja gratis..
    tapi itu terserah klo mo dicerai

    [Reply]

    syaifuddin Reply:

    @jingo, setelah ada BB sy masih belum berhasrat cari ISP yang lain. Tapi Speedy memang harus diakhiri.

    [Reply]

  4. web design idea:

    wah klu emank harus cerai ea cerai aja mas cari provider yg lebih menarik menurut anda,,,

    [Reply]

    syaifuddin Reply:

    @web design idea, saya sedang mencari-cari yang lebih bagus.

    [Reply]

  5. Peluang Bisnis Online Oriflame:

    kalau saya pake modem flexy mas, lumayan buat blogging. kecepatan downloadnya rata 12 KBps, hehe

    [Reply]

    syaifuddin Reply:

    @Peluang Bisnis Online Oriflame, wah flexy gak masuk dalam daftar saya ya. coba nanti sy cari tahu. siapa tahu lebih menarik dan bagus. thx .

    [Reply]

  6. health:

    memang terkadang kita di bngungkan dengan speedy, saya juga pernah mengalami masalah sprti itu mas, semoga pihat telkom memperhatikannya, nice post mas

    [Reply]

    syaifuddin Reply:

    @health, komplain ini sy posting di personal blog dan berbagai komunitas yang saya ikuti. ada untungnya juga biar pihak Telkom mau memperbaiki ini. namun mereka baru sekedar bertanya lewat twitter belum ada kunjungan ke rumah atau yang lainnya.

    [Reply]

  7. Interesting Facts:

    telkom speedy memang aneh, harga nya mahal, dan kualitas nya tidak sebanding.. dia menang di coverage nya saja yang luas.. jadi daerah2 yang belum terjangkau ISP lain, pasti akan memilih telkom speedy sebagai ISP nya..

    [Reply]

    syaifuddin Reply:

    @Interesting Facts, sy pilih karena termasuk murah dan jangkauannya luas. lagipula untuk memasang cuma butuh sebentar langsung connect. ternyata …

    [Reply]

  8. Aryo Seno:

    speedy emang makin lemot huhuhu

    [Reply]

    syaifuddin Reply:

    @Aryo Seno, sebenarnya sih tidak selalu. kadang bagus juga. tapi entah kenapa saya sering mengalami persoalan jika sedang butuh-butuhnya dengan internet.

    [Reply]

  9. Gita Nurani:

    Pengganti Speddy apa ya yang bagus

    [Reply]

    syaifuddin Reply:

    @Gita Nurani, itu dia saya posting ini untuk menjaring usulan dari kawan2 blogger.

    [Reply]

  10. Education Update:

    salam kenal mas…
    saya pengguna speedy juga nih dan juga mengalami hal yang tidak mengenakkan berkaitan dengan kualitas koneksi dan jaringan..
    memang sangat disayangkan yah, untuk perusahaan sebesar Telkom..

    [Reply]

    syaifuddin Reply:

    @Education Update, salam kenal kembali mas. untuk kepuasan pelanggan tulisan semacam ini mestinya dibaca dan direspon oleh Telkom. semoga ada manfaatnya buat pembaca.

    [Reply]

  11. salman:

    saya juga menggunakan layanan telkom speedy.

    memang kadang mengecewakan. Tp alhamdulillah di daerah rumah saya banyak lancarnya. walaupun kadang suka rada lemot. ya tidak apa lah. :) asal jgn kelewat lemotnya.

    yang sabar ya mas. kenapa ga coba datengin pihak speedy di cabangnya saja..??

    [Reply]

  12. arif:

    Moga moga sdr tidak punya maksud atau motif lain dah… kalau saya sdh lama berlangganan speedy… bila ada problem itu biasa. Mana ada teknologi yang 100 % sempurna. Saya lebih menilai bahwa fasilitas ini sudah tentu banyak memberi manfaat. Belum tentu juga migrasi ke ISP lain lebih baik.

    [Reply]

  13. wahyu:

    mas nomor telp rumahnya berapa atau nomor speedynya berapa?
    mungkin bisa mengatasinya
    Terima kasih

    [Reply]

  14. Dwi Wahyudi:

    Alhamdulillah jarak rumah saya hanya berjarak sekitar 50-an meter dari STO Telkom, jadi meskipun pake yang unlimited Socialia 200-an ribu speednya tetap pooolll… Hehehe…

    [Reply]

Leave a comment