Sekolah unggul, yang seperti apa?
Pendidikan Monday, June 13th, 2011 2,091 views
Print Artikel Ini
Pada saat-saat seperti ini, konsentrasi para orang tua tertuju pada lingkaran pendidikan, utamanya sekolah. Setelah anak-anak menghadapi evaluasi sekolah, mereka yang berada di kelas-kelas akhir pasti akan bersiap-siap untuk melangkah kemudian melompat kepada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sebaliknya, untuk mereka yang berada di kelas-kelas awal dan menengah harus menyiapkan untuk ke kelas-kelas berikutnya.
Tentunya untuk mereka yang berada di kelas-kelas akhir, baik orang tua atau siswa harus berpikir keras untuk masuk ke jenjang berikutnya. Adik-adik yang menjadi siswa di sekolah dasar harus memilih sekolah lanjutan pertama yang menjadi idamannya. Begitu pun siswa kelas 3 sekolah lanjutan pertama, akan berjuang untuk mendapatkan sekolah lanjutan atas yang mereka impikan. Juga untuk para siswa yang duduk di kelas 3 SMA akan mencari universitas favorit.
Sering terdengar mereka mencari sekolah-sekolah favorit. Sekolah-sekolah seperti apa yang favorit itu. Apakah sekolah favorit itu yang mahal, gedungnya bagus, keluaran siswanya yang bagus, gurunya yang bagus, atau mungkin karena kultur dan sistemnya yang bagus. Kita semua mungkin memiliki pendapat yang berbeda-beda, untuk mendefinisikan dan menggambarkan sekolah yang bagus. Pandangan yang didasari oleh seberapa jauhkan kita memahami dunia pendidikan dan segala hal yang terkait dengannya.
Tulisan ini mungkin akan dapat sekedar memberikan gambaran, sekolah yang bagus itu seperti apa. Apa sebetulnya indikator bahwa kita bisa mengatakan bahwa sekolah itu bagus.
Dalam dunia pendidikan kita mengenal kata-kata masukan (input), process pendidikan itu sendiri (process) dan keluaran atau siswa-siswa yang selesai menempuh pendidikan di sebuah lembaga pendidikan (output). Ketiganya tidak dapat saling dipisahkan, karena mereka saling berhubungan baik fungsi atau sebab akibat.
Siswa yang akan mengikuti pendidikan di sekolah sangat bervariasi, baik kecerdasannya, bahasanya, kemampuan ekonominya atau latarbelakang keluarganya. Di antara mereka ada yang berpikir secara terbelakang, ada yang biasa-biasa, ada yang pandai dan mungkin jenius. Dasar yang dimiliki siswa, akan sangat perpengaruh pada proses selanjutnya. Mereka yang memiliki kemampuan kognitif yang di bawah dipastikan memerlukan perlakuan yang luar biasa dari pada mereka yang di atasnya. Sebaliknya mereka yang sudah berbekal jenius, akan berpikir dan bertindak berbeda. Dan dapat dipastikan, perlakuan oleh sekolah (guru) pun berbeda juga.
Selanjutnya, sekola
h adalah lembaga yang bertugas ‘memanipulasi’ siswa menjadi lebih baik. Ibaratnya sekolah adalah pematung yang akan membuat bongkahan batu atau kayu yang tak bernilai seni, menjadi sebuah karya seni yang bernilai tinggi. Dengan demikian, sekolah dengan segala keorganisasiannya dan fasilitasnya memiliki tugas mulia untuk merubah masukan (siswa) menjadi manusia yang sempurna. Orang-orang yang terlibat di dalamnya, baik kepala sekolah, guru, karyawan, atau pemangku lain harus bersinergi untuk menciptakan karya seni (siswa) yang bernilai tinggi (berkualitas).
Yang ketiga adalah keluaran (output). Ia adalah hasil olahan dari masukan (siswa) dengan disentuh oleh perlakuan sekolah dengan berbagai metode, system dan fasilitas, juga dengan kesabaran dan keunggulan sumber daya manusianya, siswa menjadi seseorang yang diidam-idamkan baik oleh siswa, orang tua, atau pun sekolah itu sendiri.
Pada beberapa tahun terakhir ini ada pengkelasan sekolah-sekolah yang ada. Ada sekolah berstandar nasinonal, sekolah rintisan berstandar internasional, sekolah berstandar internasional, atau mungkin sekolah inklusi. Menurut penulis pengkelasan-pengkelasan itu malah membingungkan masyarakat. Sehingga banyak anggota masyarakat yang tidak mengerti seluk beluk dunia pendidikan malah terjerumus oleh pengertian-pengertian itu.
Menurut penulis, sekolah yang berkualitas itu bukanlah sekolah-sekolah yang mahal. Pun bukan sekolah-sekolah yang memilih-milih siswa hanya mereka yang memang sudah pintar. Juga bukan sekolah-sekolah ekslusif, yang untuk masuk memerlukan dana yang luar biasa.
Sekolah-sekolah yang telah menerima masukan (siswa) yang bagus, dan kualitas keluarannya bagus itu sangat wajar, dan memang harus demikian adanya. Keluhan-keluhan siswa atau anggota masyarakat yang bersekolah di sekolah jenis ini banyak yang menyoroti cara guru mengajar. Sehingga dengan demikian, sekolah seperti ini belum dapat dikatakan sekolah yang bagus. Karena ibarat pematung, guru hanya tinggal mencuci hasil karya yang sudah sempurna. Hanya saja patung itu tertutup oleh debu atau berwarna kusam, sehingga pematung hanya mencuci dan mengecat kembali.
Berbeda dengan sekolah yang mendapatkan siswa-siswa yang pas-pasan. Guru-guru dan sekolah harus bekerja keras bagaimana untuk mengembangkan siswa yang ada, atau mungkin dengan berbagai keterbatasan, menjadi siswa yang hebat dan berkarakter. Sekolah tentunya memerlukan energi lebih banyak dari jenis sekolah sebelumnya. Inilah sebetulnya sekolah yang berkualitas. Ibarat pematung, seniman ini mengolah kayu atau batu yang berbentuk tidak karuan menjadi patung indah dan bernilai seni tinggi.
Untuk membuktikan bahwa sekolah itu adalah sekolah unggulan dan berkualitas, seharusnya mereka mencari siswa dengan tidak memilih dan memilah. Malah mungkin carilah hanya siswa yang berkekurangan secara kognitif, kemudian perlakukan mereka, olah mereka sampai menjadi siswa-siswa hebat dan berkualitas. Atau bahkan, sekolah-sekolah itu berani tidak menerima siswa yang selama ini menjadi pilihannya.
Seandainya ada sekolah yang seperti ini, kita semua angkat topi dan acung banyak jempol. Karena itulah sekolah yang hebat, berkualitas, unggulan dan berkarakter.
Print Artikel Ini











Betul Mas, semoga hati-hati memilihkan sekolah buat putra-putri tercinta kita….
[Reply]
sekolah unggul menurut saya sekolah yg tidak hanya mengumbar omongan sekolah gratis. tapi dengan tindakan. dan selalu memperhatikan siswa siswi yang tidak mampu
[Reply]
sekolah yang terbaik buat anak anak kita,,,agar kelak dia menjadi anak yang berguna dan berbakti kpd kedua orang tua,,
[Reply]
kita gak usah mencari Sekolah yg mahall2 dan bagus fasilasnya…
tpi kita nyari Kulitas Sekolah itu gmn cara belajar mengajaranya …
kalu emang semua sekolah y terkualiats dan elit..tpi siswa atu siswi otak nya tak mampu juga percma…
jaman sekarang udah susah faktor U,
[Reply]
Mas Mobit Reply:
June 17th, 2011 at 12:03 PM
Betul teman-teman semua yth, tidak dipungkiri memang, sekolah memerlukan operasional. Tetapi tujuan utama pendidikan kita adalah membuat manusia itu menjadi manusia yang terbaik menurut Tuhannya…
[Reply]
sekolah unggul itu yang memegang etika dan kejujuran,saya prihatin dengan kasus nenek siami,yang mengajarkan anaknuya tidak mencontek malah diusir orang sekampung,ijin tiip link ya mas
[Reply]
Saat ini sekolah mahal itu banyak… sekolah baik yang gurunya kurang baik juga banyak. Kasus-kasus terkini, misal ibu Siami, juga ibu Winda, membelalakkan mata kita semua. Guru yang kita anggap paham ilmu-ilmu pendidikan ternyata mengabaikan dan kurang berkompeten, walaupun itu hanya oknum. Kita khawatir, kalau guru-guru kita banyak yang berbuat demikian. karena ketika mereka sekolah atau kuliah melakukan persengkongkolan-persengkokolan kotor.. Apa sejatinya fungsi serttifikasi?? kecuali mengatrol gaji belaka.. Tidak lain Banyak dari temen-temen guru yang mengadakan les di rumah guru, juga dalam rangka bersengkongkol. Sehingga siswa yang tidak ikut akan mendapatkan nilai yang kurang/ jelek, karena soal-soal ulangan memang dikupas tuntas di rumah sang guru… Nau’dzubillah… Selamatkan negri ini dan generasinya…
[Reply]
sekolah yang ungul itu kalau menurut saya sekolah yang dapat menghasilkan orang orang yang profesional,kretif dll
[Reply]
kita gak usah mencari Sekolah yg mahall2 dan bagus fasilasnya…
tpi kita nyari Kulitas Sekolah itu gmn cara belajar mengajaranya …
kalu emang semua sekolah y terkualiats dan elit..tpi siswa atu siswi otak nya tak mampu juga percma…
Berita Harian Online Terkini
[Reply]
Sekolah memang penting tapi lebih penting lagi kalau masuk kepesantren dan jika orang tua ingin anaknya sukses didunia dan akhirat harus bisa menyekolahkan dan memasukan anknya kepesantren agar seimbang tapi kalau tidak bisa ke duanya saya sarankan lebih baik kepesantren. terima kasih dan salam kenal semoga anda sukses. amin…
[Reply]
bukan sekolah unggulan atau tudak nya,,,yg pnting niat dr sang anak itu sendiri,,
tdk harus mncari sekolah yg mahal untuk pintar,,
[Reply]
Kuncinya,biarkan si anak yang memilih sekolah yang diinginkan,orangtua jangan terlalu memaksa,misalnya ‘Kamu harus sekolah di A’ ‘Kamu harus sekolah di B’ dsb.
Orang tua hanya sebagai pembimbing,yang memberi masukan kepada si anak tentang sekolah yang terbaik.
[Reply]
cocok buat wawasan yang mau mendaftarkan anaknya kesekolah lanjutan…
[Reply]
Terima kasih rekan-rekan semua atas tanggapannya. Ayo terus bersinergi untuk pendidikan Indonesia lebih baik. Paling tidak membangun persepsi tentang dunia pendidikan buat keluarga dan teman-teman tercinta kita. Terima kasih
Salam
Mas Mobit
[Reply]
Perjuangan para guru di sekolah tersebut mesti dihargai oleh pemerintah..kesabaran menghasilkan siswa berprestasi…
[Reply]
[...] Seandainya ada sekolah yang seperti ini, kita semua angkat topi dan acung banyak jempol. Karena itulah sekolah yang hebat, berkualitas, unggulan dan berkarakter. [...]