Istriku, Tersenyumlah Maka Dunia Akan Tersenyum
Artikel Friday, February 3rd, 2012 334 views
Print Artikel Ini
Dengan senyum, ke manapun kita pergi, bersinarlah di sana cahaya kegembiraan. Tiada urusan yang berat dalam dunia ini. Semuanya dapat diatasi. dan, itu janji Allah…
Sayang,
Kamu cerita tentang seorang kolegamu yang tak ramah bersikap. Ketika kau datang, ia tak tersenyum. Ketika kau bertanya, ia menjawab dengan kalimat sinis. Ketika yang lain bercanda kepadamu, ia hanya diam menekuri sesuatu yang tak jelas.
Tenanglah istriku, pengalamanku sama dengan yang kau alami. Seorang kolega yang sama sekali tak menarik. Rekor berkelahinya melampaui siapapun di kantor. Seperti jawara kampung yang selalu menyatroni siapa saja yang dianggap salah olehnya. Seakan-akan kebenaran itu ada di kantongnya saja. Sekan-akan nilai-nilai idealis hanya bersemayam di otaknya. Sampai-sampai, beberapa teman menjulukinya dengan sebutan ”nenek sihir”. Atau, ada juga yang melabelkan kata sakit untuknya. ”Ia sakit jiwa”. Ia tak mampu menemukan kebaikan orang lain.
Dan, mungkin manusia-manusia dengan tipologi seperti itu akan selalu ada di mana-mana.
Aku teringat dengan cerita seekor kucing dan sebuah rumah kayu yang berdinding cermin semuanya.
Konon kabarnya, di sebuah perkampungan, hiduplah seekor kucing dengan dua anaknya. Walau berasal dari rahim yang sama, keduanya memiliki tabiat yang berbeda. Yang sulung selalu tersenyum dan selalu ramah dengan siapapun. Sementara, adiknya mempunyai perilaku yang berbeda sama sekali. Ia selalu marah-marah. Usut punya usut, ternyata semuanya berawal ketika keduanya bermain ke dalam sebuah hutan yang masih perawan.
Di sana ada sebuah rumah kayu dengan dinding cermin. Terkenal dengan sebutan ”Rumah Dinding Cermin”.
Ketika yang sulung masuk, ia tersenyum hangat. Ternyata semua kucing yang ada di dalam tersenyum, lebih hangat. Ia pun melompat-lompat dengan ceria. Kucing yang lain pun melompat. Ia mengangkat tangan menyapa. Ternyata, yang lain pun menyapa. Ia pun keluar dengan lambaian tangan mesra yang dibalas dengan mesra pula.
Berbeda dengan yang kedua. Ia masuk dengan kening mengernyit. Ternyata, semua kucing di dalam berperilaku sama. Ia mulai bingung dan kesal. Ia pun melotot. Kucing yang lain pun melotot. Ketia ia menggeram, yang lain pun menggeram. Ia pun pasang kuda-kuda untuk menangkis setiap serangan dan menyerang. Yang lain pun sama. Akhirnya, ia berlari keluar untuk menghindari terkaman kucing-kucing yang ada di dalam rumah kayu itu.
Itulah pengandaiannya.
Istriku,
Apa yang diberikan orang lain kepada kita adalah cermin dari apa yang kita berikan kepadanya. Bagai anak kucing yang melihat bayangannya sendiri. Wajah orang lain adalah cermin wajah kita.
Pesanku, tersenyumlah maka seisi dunia ini akan tersenyum. Tersenyumlah di kantor, maka seisi kantor akan tersenyum. Ucapkan salam maka seisi kantor akan mendoakanmu. Bila kamu masuk kantor dengan keramahan dan keceriaan maka yang muncul dari penghuni kantor di dalam ada keramahan dan keceriaan pula.
Begitu sebaliknya. Bila kamu melangkahkan kaki dengan wajah cemberut, marah-marah, bahkan mengamuk-ngamuk maka yang keluar adalah cemberut dan kemarahan dari mereka. Mereka akan membela diri. Untuk itu, mereka pun akan membongkar semua aib dan luka kita.
Kamu pasti ingat kata-kataku bahwa perasaan itu tidak dapat dipaksakan. Kamu tak akan pernah dicintai bila kamu tak mencintai. Kamu tak akan pernah mendapatkan kasih sayang bila kau membenci. Yang kamu rasakan, itulah yang kamu dapatkan. Aku ingat pernyataan Andrew T Somers. Dia bilang begini, ”Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada Anda. Ingatlah bahwa Anda menunnjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena diri Anda sendiri”.[]
Print Artikel Ini














Luar biasa tulisannya bang Komar. Sangat inspiratif. Thanks for share..
[Reply]
setuju bang,…. meski kita diperlakukan tdk baik, cukuplah orang itu punya masalah dgn dirinya sendiri. pastikan hati kita baik-baik saja, lurus saja,pastikan tetap tersenyum dan memberikan hal yg baik. trima ksh sharenya inspiratif…:)
[Reply]
Pertamax
[Reply]