Home » Pendidikan » Siswa Berhak Memilih Guru!

Siswa Berhak Memilih Guru!

source: roda2blog.wordpress.com

“Pak, gurunya ga enak! Ngajarnya ngomong sendiri!”‘ kata Randi.
“Bu, gurunya ganti donk! Bisanya cuma ngomel aja! Masak kita bilang belum ngerti, malah dimarahin!” timpal Anna.
“Iya, bu. Kalau ngajar, suaranya pelan. Padahal kita udah pada diem lo bu. Ga ada yang berisik, tetap aja ga kedengeran!” lapor Anti.
Pernahkah Anda mendengar keluhan-keluhan siswa Anda tentang guru-guru mereka? Atau pernahkah Anda sebagai orang tua menanyakan kelayakan masing-masing guru yang mengajarkan putra-putri Anda?
Keluhan semacam itu tentu menjadi suatu renungan bagi kita sebagai guru dan orang tua. Dan tentu harus disikapi dengan bijaksana. Tidak kemudian menyalahkan langsung gurunya. Tidak pula menyalahkan murid-murid kita. Harus benar-benar dicari solusi terbaik bagi keluhan-keluhan seperti itu.
Seyogyanya, guru adalah penyampai informasi, penyambung lidah. Guru sebagai tempat siswa bertanya akan banyak hal. Tidak hanya materi pembelajaran saja tapi juga masalah kehidupan yang lebih riil. Ketika siswa sudah merasakan ketidaknyamanan belajar dan bertanya pada guru tersebut, bagaimana proses belajar bisa berlangsung dengan efektif. Tidak ada kebaikan yang teriring karenanya. Hanya akan terjadi ketidaksinkronan antara guru dan siswa. Guru semakin emosi karena siswa menolaknya, sementara siswa semakin tidak suka belajar dengannya. Jika hal ini terjadi tentu harus ada tindakan yang diambil.
Siswa adalah customer sekolah. Ketika customer tidak puas akan kinerja gurunya, wajar jika komplain itu pun muncul. Dan jika siswa sudah tidak nyaman dengan satu orang guru, maka siswa berhak meminta guru lain untuk menggantikannya dan pihak sekolah harus bisa mengabulkan. Lalu, bagaimana dengan guru tersebut? Tugas sekolah atau yayasan lah untuk memasukkan guru tersebut ke “bengkel”. Bengkel pelatihan dan upgrading guru yang diperuntukkan bagi guru yang belum bisa diterima oleh para siswa. Jika upgrading tersebut belum juga berhasil, maka sekolah dan yayasan harus mencarikannya tempat yang pas untuknya berbagi ilmu. Pemindahan guru ke unit lain harus didasarkan pada ketidakmampuannya menghandle tugas di unit sebelumnya. Jika guru tertentu sudah mampu dan dianggap cakap mengampu beban tugasnya di unit tertentu, maka tidak perlu ada mutasi baginya.
Sekolah tidak bisa mengabaikan keluhan tersebut dan meletakkan kesalahan pada siswa. Kadang siswa dipersalahkan karena tidak mau menerima guru baru. Siswa salah karena selalu membandingkan guru baru dengan guru sebelumnya. Sementara, siswa akan bisa menerima gurunya jika memang guru tersebut cakap mengajar.
Sebagai guru pun kita tidak bisa kemudian marah atau kesal jika suatu saat siswa mengeluhkan tentang kita. Tentunya keluhan terhadap kita harus bisa kita terima dan menjadi bahan untuk instrokpesi diri. Benarkah apa yang dikeluhkan mereka tentang kita? Jika benar, maka dengan besar hati, kita harus mau memperbaiki dan mengembangkan diri kita. Jangan lalu menyerah dan melepaskan tugas kita sebagai guru. Tidak ada kata tidak mungkin untuk berubah dan mengembangkan diri menjadi guru yang lebih baik. Maka kita harus bisa menjadikan diri kita “PILIHAN” siswa. Guru yang memberikan kontribusi besar terhadap hidup mereka. Guru yang mumpuni, guru yang mengerti dunia anak didik kita. Jika kita bisa masuk ke dunia mereka, barulah kita bisa mengajak meraka masuk ke dunia kita. Dengan begitu, proses belajar mengajar pun akan berjalan dengan efektif dan menyenangkan.

Print Artikel Ini Print Artikel Ini
Posted by on Feb 16 2012. Filed under Pendidikan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

4 Comments for “Siswa Berhak Memilih Guru!”

  1. Tidak ada kata tidak mungkin untuk berubah dan mengembangkan diri menjadi guru yang lebih baik. Maka kita harus bisa menjadikan diri kita “PILIHAN” siswa. Guru yang memberikan kontribusi besar terhadap hidup mereka. Guru yang mumpuni, guru yang mengerti dunia anak didik kita. Jika kita bisa masuk ke dunia mereka, barulah kita bisa mengajak meraka masuk ke dunia kita. Dengan begitu, proses belajar mengajar pun akan berjalan dengan efektif dan menyenangkan. SETUJU.

    salam
    Omjay

  2. @wijaya kusumah, thank you om jay atas apresiasinya. :)

Leave a Reply


8 + = 16

Login

Login Anggota
Lost Password?

Amprokan Blogger | Temu Blogger Nusantara

Banner Komunitas

Komunitas Blogger Bekasi

Copykan Kode dibawah ini ke Blog/Website Anda!

© 2014 Komunitas Blogger Bekasi. All Rights Reserved. Log in - Designed by Gabfire Themes