<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Komunitas Blogger Bekasi</title>
	<atom:link href="http://bloggerbekasi.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bloggerbekasi.com</link>
	<description>Menembus Tapal Batas........</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 16:59:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Perubahan Lay Out di Be-Blog</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/09/02/perubahan-lay-out-di-be-blog.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2010/09/02/perubahan-lay-out-di-be-blog.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 16:09:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aris Heru Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Be-Blog]]></category>
		<category><![CDATA[bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[formasi]]></category>
		<category><![CDATA[lay out]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=9608</guid>
		<description><![CDATA[Terhitung mulai tanggal 2 September 2010, tampilan halaman muka blog keroyokan Komunitas Blogger Bekasi (Be-Blog) mengalami sedikit perubahan tata letak (layout) artikel yang ditampilkan. Perubahan-perubahan tersebut adalah: 1. Pada baris pertama (headline): jumlah postingan terbaru yang semula 8 dikembangkan menjadi 10 postingan. Tujuannya untuk memberikan lebih banyak kesempatan bagi suatu postingan untuk tampil di halaman  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/09/pesawat.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-9613" title="pesawat" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/09/pesawat.jpg" alt="" width="275" height="183" /></a>Terhitung mulai tanggal 2 September 2010, tampilan halaman muka blog keroyokan Komunitas Blogger Bekasi (Be-Blog) mengalami sedikit perubahan tata letak (layout) artikel yang ditampilkan. Perubahan-perubahan tersebut adalah:</p>
<p><strong>1. </strong><strong>Pada baris pertama (headline): </strong>jumlah postingan terbaru yang semula 8 dikembangkan menjadi 10 postingan. Tujuannya untuk memberikan lebih banyak kesempatan bagi suatu postingan untuk tampil di halaman  dan baris utama.</p>
<p><strong>2. </strong><strong>Pada baris kedua: </strong>posisi yang sebelumnya ditempati postingan berkategori BEKASI-KU (pada kolom 1) dan SOSIAL BUDAYA (pada kolom 2), posisi tersebut sekarang ditempati kategori LAPORAN WARGA (kolom 1) dan PENDIDIKAN kolom 2). Tujuannya untuk mendorong teman-teman blogger menulis seperti seorang jurnalis warga yang melaporkan suatu kejadian/peristiwa di sekitar kita, termasuk dunia pendidikan. Diharapkan penulisan yang dibuat dalam bentuk laporan mendapatkan perhatian dari pembacanya, baik masyarakat biasa ataupun mereka yang berada di posisi pengambil kebijakan dan pelaksana kegiatan. Letak kategori BEKASI-KU dan PENDIDIKAN yang strategis memungkinkan untuk lebih banyak dibaca pengunjung.</p>
<p><strong>3. Pada baris ketiga:</strong> Kategori AGAMA, WISATA (pada kolom 1) diganti kategori EKONOMI-BISNIS, POLITIK dan BEKASI-KU. Adapun pada kolom 2,  kategori EKONOMI-BSNIS digantikan dengan kategori SOSIAL-BUDAYA.</p>
<p>4. <strong>Pada baris keempat: </strong>Kategori POLITIK-HUKUM diganti dengan kategori RESENSI, sedangkan kategori lain yaitu EVENTS, TIPS, dan KULINER masih tetap di barisan ini.</p>
<p>Salam Admin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2010/09/02/perubahan-lay-out-di-be-blog.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapakah Dia?</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/09/02/siapakah-dia.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2010/09/02/siapakah-dia.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 15:56:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adyanti rahmarina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[asa]]></category>
		<category><![CDATA[genggaman]]></category>
		<category><![CDATA[imaji]]></category>
		<category><![CDATA[rindu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=9609</guid>
		<description><![CDATA[Malam menghampiri Ku buka jendela hati Ku sapa ia lewat dawai rindu Berharap rembulan kan memandu *** Bayangnya mengetuk pintu kalbu Menyisihkan mendung lara kelabu Senyumnya merepih dalam aliran darah Belainya tepiskan segala amarah *** Wajah itu yang selalu menemani Merangkai asa sampai terenda kini Wajah itu yang selalu mencumbu Menemani hingga malam berlalu *** [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/09/man-shadow_pic.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-9610" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/09/man-shadow_pic-300x209.jpg" alt="" width="300" height="209" /></a></p>
<p>Malam menghampiri</p>
<p>Ku buka jendela hati</p>
<p>Ku sapa ia lewat dawai rindu</p>
<p>Berharap rembulan kan memandu</p>
<p>***</p>
<p>Bayangnya mengetuk pintu kalbu</p>
<p>Menyisihkan mendung lara kelabu</p>
<p>Senyumnya merepih dalam aliran darah</p>
<p>Belainya tepiskan segala amarah</p>
<p>***</p>
<p>Wajah itu yang selalu menemani</p>
<p>Merangkai asa sampai terenda kini</p>
<p>Wajah itu yang selalu mencumbu</p>
<p>Menemani hingga malam berlalu</p>
<p>***</p>
<p>Desah nafasnya</p>
<p>Genggaman tangannya</p>
<p>Gelak tawanya</p>
<p>Untaian rindunya</p>
<p>***</p>
<p>Siapakah dia?</p>
<p>Wajah yang selalu memenuhi imaji</p>
<p>Yang hadirnya terasa nyata</p>
<p>Hingga harap kemudian tersaji</p>

+++

Adyanti Rahmarina
"music,coffee,book and writing" ]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2010/09/02/siapakah-dia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yuk kita menulis Cerita…</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/09/02/yuk-kita-menulis-cerita%e2%80%a6.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2010/09/02/yuk-kita-menulis-cerita%e2%80%a6.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 13:21:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tawvic</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=9595</guid>
		<description><![CDATA[Ada teman yang menanyakan kepada saya tentang cara membuat Novel ataupun menulis cerpen. Dia jadi semangat nulis ketika sering melihat tulisan di blog saya dan menarik untuk disimak hahahahaha&#8230;. padahal blog saya sendiri ga penting banget isinya, Cuma sekedar cerita yang tidak memberikan ilmu berarti. Dengan penuh semangat saya akan kasih tahu cara menulis cerita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/09/menulis_blog.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-9597" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/09/menulis_blog-300x233.jpg" alt="" width="300" height="233" /></a></p>
<p>Ada teman yang menanyakan kepada saya tentang cara membuat Novel ataupun menulis cerpen. Dia jadi semangat nulis ketika sering melihat tulisan di blog saya dan menarik untuk disimak hahahahaha&#8230;. padahal blog saya sendiri ga penting banget isinya, Cuma sekedar cerita yang tidak memberikan ilmu berarti. Dengan penuh semangat saya akan kasih tahu cara menulis cerita namun saya akan bercerita tentang awal dari hobi saya menulis, semoga cerita singkat dari  saya ini dapat memberikan sebuah inspirasi&#8230;</p>
<p>Berawal dari sebuah buku dan pensil yang mengganggur di laci belajar, saat itu saya berumur 8 Tahun atau kira-kira ya kelas 4-5 SD lah. Saat itu saya habis menonton film horornya susana, entah dari mana saya jadi tertarik untuk membuat cerita horor, ya tulisan pertama saya berjudul “Rumah Tua”, ini merupakan tulisan horor pertama saya namun tidak terlalu menakutkan karena masih baru belajar menulis. 10 lembar halaman selesai saya tulis dan menjadi sebuah Tulisan, rasanya masih banyak sisa kertas halaman kosong di buku tersebut. buku yang saya jadikan media menulis adalah buku tipis sinar dunia untuk anak-anak SD kelas 3, kebayangkan berapa lembar isinya, mungkin tidak lebih dari 100 lembar.</p>
<p><span id="more-9595"></span>Saya pun ketagihan untuk menulis lagi dan mengisi tulisan saya kembali pada halaman-halaman kosong buku tersebut, alhasil ada 3 cerita berbeda dalam satu buku. Ternyata menulis kisah-kisah mistik membuat saya terus ketagihan menulis, hingga akhirnya saya jadi sering berlangganan majalah misteri walaupun saya paling takut melihat foto-foto ilustrasi setan-setan penasaran dalam majalah tersebut. saya sendiri sudah lupa sudah berapa tulisan yang sudah saya buat di kertas ataupun buku. Hingga waktunya saya duduk dibangku SMP, saya beralih dari kertas dan pulpen kini saya menulis di atas mesin ketik. Bermodalkan kertas HVS dan mesin ketik tua merk brother, ibu saya sendiri heran kenapa saya rajin membeli pita mesin tik dan tiap sore mengetik tanpa mengenal waktu.</p>
<p>Lucunya, saya paling anti kalau menulis horor pada malam hari, pernah beberapa kali mencoba untuk menulis cerita misteri pada malam-malam sekitar jam 9 malam, alhasil bulu kuduk merinding dan suasana kamar saya jadi agak berubah menjadi seram mengikuti suasana yang saya tuang kedalam cerita. Banyak yang bilang, hasil dari menulis saya lumayan bagus namun daya tarik horor dan misterinya kurang kuat, ya saya sadari itu mungkin juga karena saya menulis tulisan horor namun takut apabila kejadian didalam tulisan tersebut terjadi kepada saya sehingga saya menulisnya tidak menguatkan daya mistiknya. Hingga saya sadari, saya harus menjauhi yang namanya klenik, bukan karena takut akan perwujudan makhluk halus, tetapi saya takut untuk terlalu mendalami dunia klenik yang nantinya bisa membuat saya khilaf untuk menjadi seorang yang musrik. Ayah saya sendiri pernah membuka lemari buku saya dan terkaget-kaget bukan kepalang karena isinya lebih banyak buku-buku tentang gendam, ilmu hitam, majalah misteri dan beberapa buku primbon. Kesemuanya sudah sempat saya baca namun untuk buku-buku beraliran Ilmu hitam tidak pernah saya pelajari karena takut menjadi musrik.</p>
<p>Nah&#8230; barulah ketika saya beranjak SMA, gaya tulisan saya sudah berbeda sama sekali, dari menulis horor menjadi penulis cerita cinta tetapi sudah  tidak menggunakan mesin ketik lagi melainkan kembali menggunakan buku dan pulpen, alasan utama kenapa saya meninggalkan mesin ketik adalah pita ketiknya udah jarang yang jual, membuat berisik sehingga jadi perhatian tetangga dan berasa lebih lelah dibandingkan menulis dengan pulpen karena mesin ketik punya saya dirumah usianya sudah lebih dari 10 tahun.</p>
<p>Oh iya, waktu SMP kelas tiga saya pernah membuat sebuah novel dibuku tulis setebal buku pelajaran sekolah ya kira-kira lebih dari 200lembar halaman. Novel tersebut bukan horor melainkan drama biasa yang dikemas dalam tema percintaan, kalau menurut saya sendiri sih agak dewasa isinya, maklum saya terinspirasi beberapa film layar lebar di bioskop sehingga ada bumbu-bumbu dewasanya. Uniknya lagi, setelah saya selesai membuat novel tersebut dalam 3 minggu, buku tersebut saya kirim ke daerah bogor, dimana teman chatting saya di kitakita.com berada, kalau tidak salah bernama Ria_Cemuzz. Saya sempat beberapa kali telp dia dan sms dia, semakin hari semakin akrab, mungkin keakraban ini bisa dibilang seperti seorang kakak adik karena Ria_Cemuzz berusia tiga tahun lebih tua dari saya.</p>
<p>Buku tersebut berhasil sampai dirumahnya, plus selembar foto tampang saya yang masih polos, maklum jaman itu belum ada fesbuk maupun friendster sehingga kita tidak pernah tahu seperti apa tampang kita itu, sayangnya Ria ini belum berhasil mengirimkan fotonya ke saya, padahal rasa penasarannya teramat menjadi-jadi untuk ingin tahu seperti apa wajah lawan chat saya itu. Kontak kita terputus ketika saya ada dibangku SMA kelas 1, saat itu saya seperti kehilangan dia, karena dia paling rajin mengirimkan sms ke saya. Ya walaupun saya belum pernah bertemu langsung dengan dia, tapi saya bangga jika karya cipta saya sudah sampai dibogor, dibaca olehnya dan diberikan nilai plus namun sedikit mengkritik dengan tulisan saya yang mirip tulisan dokter sehingga ada beberapa kalimat yang susah dibaca.</p>
<p>Waktu SMA ada pembaca setia karya tulisan saya, mereka adalah Andri, Tiar dan Siswo ehm&#8230; termasuk pacar saya waktu kelas 1 SMA. Dari keempat orang tersebut yang paling bersemangat adalah Andri, asal saya menuliskan cerita pasti dia dengan semangat membacanya sampai buku tersebut dibawa pulang olehnya untuk dibaca dirumahnya sambil bercerita kepada orang tuanya kalau saya suka menulis cerita. Dari kelima buku cerita yang saya buat, Andri paling suka membaca cerita saya tentang Cinta Sahabat waktu SMP. Alasan Andri menyukai cerita ini karena gaya penulisannya yang benar-benar tersampaikan oleh pembaca seperti saya bercerita kepada dirinya, apalagi ceritanya tidak dibuat-buat alias kisah nyata. Ya saya membuat kisah itu berdasarkan kisah nyata dan bukunya pun masih ada plus pernah saya buat dalam versi elektroniknya disebuah website Adandu.</p>
<p>Karya tulis saya yang berasal dari kisah nyata juga disukai oleh Tiar, dia menyukai kisah Cinta di Angkot, kisahnya juga merupakan kisah nyata saya bertemu dengan seorang cewek didalam angkot dan ternyata seorang pekerja disebuah mall bekasi. Ketemu diangkot, terus ketemu lagi di sebuah toko hobby craft tempat ia bekerja. Kebetulan saat ingin menyatakan cinta kepada cewek tersebut, saya ditemenin Tiar dan dirinya tidak tahu kalau saat itu saya juga sedang menuliskan kisah tersebut. ya ujung-ujungnya saya tidak jadi menyatakan hal tersebut karena sang wanita sudah ada yang punya, cowoknya seorang pekerja sebagai pelayan disebuah kedai minuman hop hop di lantai 3 sebuah mall bekasi. Cukup puas mengangkat kisah nyata kedalam tulisan, tidak ada rintangan untuk mencari inspirasi karena itu sudah menjadi sebuah cerita kehidupan kita dan tinggal diri kita nya saja menuangnya kedalam tulisan.</p>
<p>Dari beberapa buku cerita yang saya buat, ternyata lebih banyak diminati kisah-kisah nyata saya. Kisah-kisah nyata tersebut tidak berat untuk dibaca dan cukup menghibur apalagi teman-teman saya senang membaca kisah kehidupan saya yang lucu serta terlihat agak seperti pecundang hahahaha&#8230; nah&#8230; dari kisah singkat yang sudah saya buat diatas bisa ditarik kesimpulannya jika membuat tulisan yang menarik dan gampang dibaca adalah tulisan yang mengandung unsur kisah nyata. Saat ini juga saya membuat cerita berdasarkan kisah nyata walaupun sudah dicampur fiksinya juga untuk mempermanis cerita, kalau pure kisah nyata hasilnya kurang begitu enak dibaca apalagi pengalaman hidup dari kuliah hingga sampai sekarang terasa cukup datar, maklumlah, masa-masa remaja bukan lagi masanya.</p>
<p>Agaknya para penulis cerita menemukan kesulitan yang serupa yaitu kurang menemukan inspirasi, secara kebanyakan para penulis membuat kisah yang pure fiksi dan benar-benar mengangkat fantasi dalam pribadi seseorang. kalau saya berkunjung ke toko buku Gramedia, saya akan menemukan banyak novel-novel baru hasil karya cipta remaja-remaja Indonesia, Hal ini membuat saya bangga dengan meningkatnya semangat menulis para remaja saat ini. Coba bandingkan waktu jaman-jaman tahun 90an, novel-novel lokal hanya diisi dengan penulis seperti Boim Lebon, Mira W ataupun Dee. Nah kalau sekarang, diatas tahun 2006 saja sudah ratusan penulis mencoba berkarir menjadi novelis, buku-buku mereka terpajang rapih di rak buku bersama buku-buku novelis remaja lainnya.</p>
<p>Satu fakta menarik kenapa remaja sekarang banyak membuat novel adalah berkat buku novel dari Raditya Dika berjudul Kambing Jantan, ya buku ini merupakan penggebrak pergerakan novelis muda di Indonesia. Isinya adalah sebuah kisah nyata kehidupan dia waktu sekolah di luar negeri. Ya kisah nyatanya unik tapi saya yakin ada penambahan kisah fiktif untuk mempermanis kisah tersebut, saya juga sudah punya semua koleksi bukunya dan kesemuanya terinspirasi oleh kisah nyatanya. Good, awal yang baik sehingga banyak remaja yang mengirimkan bahkan membuat novel dari kisah nyatanya. Ada beberapa buku yang saya beli untuk melihat cara mereka membuat tulisan kisah nyatanya seperti apa, ya dari 6 novel yang saya beli ada yang bagus tapi ada juga yang asal tulis padahal terdapat label “best seller” atau label laris beli lainnya, ini sih sama saja pembohongan konsumen, ngakunya best seller tapi kok ceritanya gak ada dbest-dbestnya. Buku-buku Yang tidak bagus adalah buku-buku novel yang memaksa sekali mengembangkan judul hingga menjadi cerita, sehingga ceritanya lari dari tema buku.</p>
<p>Masa&#8230; buku cerita yang awalnya menceritakan keluarganya sering jadi pelupa namun ditengah buku ada petunjuk cara penggunaan aplikasi Adobe Photoshop bagi pemula, dan di akhir cerita ada beberapa bahasan yang memaksa agar buku tersebut habis juga dibaca. Ya memang tidak terlalu jelek-jelek banget sih lagian saya tidak ingin mengkritik terlalu dalam karena saya juga masih dalam tahap pembelajaran namun lebih baik lagi kalau penerbit membaca kembali cerita dari sang penulis agar tulisan mereka tidak sia-sia serta merugi. Biasanya penerbit membaca kembali tulisan-tulisan yang terkirim dimeja penerbit, kalau ada kesalahan biasanya penerbit mengirim kembali tulisannya dan menyuruh sang penulis untuk memperbaikinya.</p>
<p>Untuk awal dalam pembuatan cerita, para penulis yang baru mengenal dunia tulis menulis disarankan jangan berpatok dengan judul cerita, misalnya berjudul bibir yang tebal, disarankan jangan hanya bercerita bibir yang tebal melainkan bercerita kisah bibir-bibir yang lain agar ada warna dalam cerita dan pembaca tidak jenuh membaca tulisannya. Oh iya jangan juga memaksakan masukin cerita lucu tapi gak lucu didalam tulisan, biasakan bercerita dulu ke orang lain apakah cerita itu lucu atau tidak, karena daya humor tiap orang berbeda-beda. Untuk pemilihan kalimat, tidak usah berpikir harus menggunakan bahasa Indonesia yang baku, ini novel remaja bukan novel roman yang menggunakan bahasa puisi (kalau ini Cuma penulis senior yg bisa). Membuat kisah remaja dengan bahasa remaja yang baik dan sopan lebih mudah lho&#8230;</p>
<p>Gimana cara ngembangin cerita?, gampang saja, penulis tidak usah memikirkan kalau ceritanya harus memakan ratusan halaman, tapi buat ceritanya mesti harus ada awal dan akhir cerita. Kalau mementingkan banyak halaman, hal itu akan membuat penulis memikirkan inspirasi tulisan yang harus dimasukkan kedalam cerita. Lebih baik hal itu dilakukan ketika cerita sang penulis sudah kelar dalam tahap penceritaannya. Kalau sudah ada awal dan akhir cerita tinggal dibaca ulang lagi, cek setiap bahasanya apakah sudah layak untuk dikonsumsi mata pembaca atau masih banyak EYD yang kurang enak dibaca sekaligus menyisipkan beberapa cerita ringan untuk memperbanyak kisah kita tetapi kalau ingin membuat cerpen lebih baik tidak perlu panjang-panjang, namanya cerita pendek ya mesti dibuat satu lembar halaman saja.</p>
<p>Karya tulis bagus bukan berarti harus lucu, hal tersebut sering disalah artikan oleh para penulis remaja, pokoknya harus lucu biar laku&#8230;. ehm&#8230; ga juga tuh. Ada beberapa novel atau buku cerita serius yang laku dipasaran. Apa yang menyebabkan buku-buku tersebut laris dipasaran?, alasannya Cuma satu yaitu pengangkatan cerita yang kuat sehingga para pembaca dibuat penasaran dari halaman pertama hingga halaman terakhir, ehm&#8230; istilahnya apa ya?. pokoknya kita dibuat menjadi ingin terus membalik halaman didalam buku tersebut hingga mendapatkan inti dari kisah yang ditulis, mantap, Andrea Hirata banget.</p>
<p>So&#8230; untuk membuat tulisan, buatlah dengan yang sederhana saja dulu, gak usah membuat karya fantasi apalagi fiksi ilmiah, sangat sulit untuk membuat kisah fiksi ilmiah karena kita juga harus meneliti keilmiahan cerita kita kalau terlalu ngasal bisa-bisa pembodohan publik. Kalau pernah belajar menulis saat belajar di bangku sekolah dasar pasti kita membuat cerita dengan judul ‘pergi ke kampung nenek’, ‘menanam padi’ atau ‘melihat kebun paman’. Ya kesemuanya itu adalah cerita sederhana yang mudah dipahami pembaca, kalau saya mengingat kembali tulisan-tulisan tersebut jadi pengen senyum-senyum sendiri karena betapa polosnya tulisan saya waktu SD ya walaupun waktu itu pernah ditegur guru galak dari medan karena membuat cerita horor. :p</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2010/09/02/yuk-kita-menulis-cerita%e2%80%a6.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rumah Baca Mutiara Mandiri dan Spirit &#8220;Laskar Pelangi&#8221;Masa Kini</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/09/02/rumah-baca-mutiara-mandiri-dan-spirit-laskar-pelangimasa-kini.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2010/09/02/rumah-baca-mutiara-mandiri-dan-spirit-laskar-pelangimasa-kini.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 03:26:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amriltg</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mutiara Mandiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=9584</guid>
		<description><![CDATA[Begitu sederhana ruang belajar itu. Namun saya merasakan &#8220;aura&#8221; semangat menyala-nyala didalamnya. Ruang seluas 4 x 3 meter tiba-tiba mengingatkan saya pada kamar kontrakan di Pulogadung dulu, 14 tahun silam ketika masih menjadi karyawan PT Kadera Ar Indonesia. Sempit dan pengap. Pada dindingnya yang kusam dipasang poster perkalian dan pembagian serta gambar Upin dan Ipin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/09/bekasi-anak-anak-rumah-baca.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-9588" title="bekasi anak-anak rumah baca" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/09/bekasi-anak-anak-rumah-baca-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Begitu sederhana ruang belajar itu. Namun saya merasakan &#8220;aura&#8221; semangat menyala-nyala didalamnya.</p>
<p>Ruang seluas 4 x 3 meter tiba-tiba mengingatkan saya pada kamar kontrakan di Pulogadung dulu, 14 tahun silam ketika masih menjadi karyawan PT Kadera Ar Indonesia. Sempit dan pengap. Pada dindingnya yang kusam dipasang poster perkalian dan pembagian serta gambar Upin dan Ipin sedang tertawa gembira. Di lantai tergeletak sebuah tikar lusuh berwarna biru dan di samping pintu sebuah kipas angin berputar pelan. Di bagian belakang, terdapat kamar mandi kecil bagi guru dan siswa. Di pojok belakang ada sebuah dispenser dengan air galon isi ulang berisi setengah.</p>
<p>Disitulah harapan anak-anak disemaikan dan ditumbuhkan.</p>
<p>Pada tiga ruang &#8220;kelas&#8221; berukuran 4 x 3 meter yang ketika dibuka pintunya langsung berhadapan dengan sebuah tembok tinggi nan kokoh. Inilah Rumah Baca Mutiara Mandiri yang digagas pertama kali oleh Pak Tony dan istrinya ibu Omah, 3 tahun silam.</p>
<p>Saya berkesempatan mengunjungi rumah baca ini bersama kawan-kawan <a href="http://BLOGGERBEKASI.COM">komunitas Blogger Bekasi</a> yang dipimpin oleh Ketuanya Mas Aris Heru Utomo  seusai menyelenggarakan <a href="http://daengbattala.com/?p=1391">Buka Bersama BeBlog </a>di depan kantor Dusun 1 Desa Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi.  Letak rumah baca Mutiara Mandiri  dapat dijangkau dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dari lokasi acara buka puasa, melewati pemukiman padat penduduk dan kolam pemancingan ikan. Sekitar 25 orang panitia acara serta anggota BeBlog mengunjungi rumah baca tersebut beramai-ramai.</p>
<div id="attachment_1418" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://daengbattala.com/wp-content/uploads/2010/09/030520102282.jpg"><img class="size-full wp-image-1418" title="030520102282" src="http://daengbattala.com/wp-content/uploads/2010/09/030520102282.jpg" alt="Murid Rumah Baca Mutiara Mandiri sedang belajar (foto : Adyanti Rahmarina)" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">Ibu Omah mengajar seorang anak di ruang kelas Rumah Baca Mutiara Mandiri (foto : Adyanti)</p></div>
<p>Anak-anak pengamen, buruh pabrik, supir angkot, tukang ojek bahkan pengangguran menjadi peserta didik di Rumah Baca Mutiara Mandiri yang menempati 3 &#8220;kamar petak&#8221; yang dimiliki oleh ayah Pak Toni tersebut. Anak-anak usia pra sekolah itu diajarkan membaca dan menulis secara bergiliran 10-14 anak tiap satu jam di masing-masing 3 &#8220;ruang kelas&#8221;.</p>
<p>&#8220;Total ada 186 orang anak yang kami didik disini, dimulai pukul 07.00 pagi sampai jam 17.00 sore, setiap hari. Bahkan kadang sampai malam hingga pukul 20.00,&#8221; ujar ibu Yani, salah satu dari 4 orang guru disana.</p>
<p>&#8220;Syukurlah,&#8221; lanjut Bu Yani lagi,&#8221;setelah tahun ketiga ada sedikit peningkatan. Bila dulunya belajar sambil duduk lesehan di lantai, sekarang para murid kami sudah duduk di kursi. Juga ada tambahan buku-buku dari donatur serta kipas angin&#8221;.</p>
<p>Saya mengangguk-angguk mafhum.</p>
<p>&#8220;Lantas, berapa orang tua murid harus bayar bu untuk  biaya sekolah disini?&#8221;, tanya saya penasaran.</p>
<p>&#8220;Seikhlasnya, pak&#8221;, sahut bu Yani sambil tersenyum.</p>
<p>&#8220;Seikhlasnya?, Maksudnya apa bu?&#8221;. Saya mendadak bingung.</p>
<p>Lagi-lagi bu Yani tersenyum.</p>
<p>&#8220;Kita menyesuaikan dengan kemampuan mereka pak. Tidak dipaksakan harus dibayar dalam jumlah tertentu. Pokoknya berapapun yang mereka mampu bayar, kita terima. Bahkan ada diantaranya tidak bisa membayar biaya sekolah karena ketidakmampuan ekonomi , tapi kita tetap mempersilahkan sang anak belajar bersama kami disini, tanpa ada pengecualian&#8221;.</p>
<p>Saya berdecak kagum. Sungguh besar dedikasi guru-guru disini untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan.</p>
<p>&#8220;Tempat kami ini semacam bimbingan belajar, pak. Semula kita siapkan untuk anak-anak usia Taman Kanak-Kanak buat belajar membaca dan berhitung. Belakangan kita menyiapkan pula untuk kelas SD bagi yang tidak mampu melanjutkan ke sekolah itu. Hasilnya bagus. &#8220;Jebolan&#8221; Rumah Baca kami bisa melewati tahap test masuk SD malah ada salah satu guru SD yang heran, anak-anak didik kami sudah pintar membaca dan berhitung, dengan kemampuan jauh diatas anak sebayanya. Malah ada lho pak sekolah SD yang menitipkan anak didiknya belajar disini agar bisa cepat membaca,&#8221; ucap Ibu Yani lagi dengan wajah sumringah.</p>
<p>Luar biasa.</p>
<p>Dengan fasilitas yang serba sederhana, Rumah Baca ini telah mampu meraih hal-hal yang mungkin saja musykil dalam fikiran sementara orang. Ibu Yani juga menambahkan berkat bantuan gerakan<a href="http://sejutabuku.wordpress.com"> SeBuai (Sejuta Buku untuk Anak Indonesia) </a>akan disiapkan perpustakaan mini buat anak-anak didik disana yang rencananya menggunakan ruang kelas No.3. Diruang kelas yang terletak paling ujung ini, juga merupakan rumah tinggal bagi keluarga Pak Toni dan Bu Omah. Ketika pagi tiba, kasur pun digulung dan ruangan ini &#8220;disulap&#8221; menjadi ruang belajar tambahan buat anak-anak kurang mampu ini.</p>
<p>&#8220;Hanya saja,&#8221; kata bu Yani lagi dengan mimik sedih,&#8221;Kami takut kalau-kalau rumah petak tempat Rumah Baca Mandiri ini dijual oleh orang tua Pak Toni dan Bu Omah karena mereka rencana pindah ke Cirebon. Bila itu terjadi, dimana lagi anak-anak kami mesti belajar?&#8221;.</p>
<p>Saya menghela nafas panjang. Keprihatinan ikut melanda hati saya.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan itu tak terjadi ya bu,&#8221; kata saya bersimpati.</p>
<p>&#8220;Terkadang Pak Toni, menyisihkan sebagian rezekinya dari hasil mengamen untuk perbaikan rumah baca ini belum lagi ibu Omah yang rela mengorbankan waktunya dari pagi hingga malam untuk mengajar anak-anak, bahkan ketika saya sendiri sudah pulang kembali kerumah,&#8221; ujar Bu Yani seperti menahan sesak haru didadanya.</p>
<p>Ah, saya jadi ikut terhanyut pula dalam sensasi keharuan serupa.</p>
<p>Tiba-tiba saya teringat apa yang dikatakan tokoh Ikal dalam novel populer &#8220;Laskar Pelangi&#8221; karya Andrea Hirata dihalaman 472 (adegan ketika Ikal akhirnya bertemu dengan sahabat sebangkunya Lintang, dua belas tahun kemudian dan sahabatnya yang cerdas itu mencari nafkah sebagai supir truk pasir di Belitung) :</p>
<blockquote><p>`Dan kata-kata itu semakin menghancurkan hatiku, maka sekarang aku marah, aku kecewa pada kenyataan begitu banyak anak pintar yang harus berhenti sekolah karena alasan ekonomi. Aku mengutuki orang-orang bodoh sok pintar yang menyombongkan diri, dan anak-anak orang kaya yang menyia-nyiakan kesempatan pendidikan.‘</p></blockquote>
<p>Rumah Baca Mutiara Mandiri yang sederhana ini berusaha menyambung mimpi anak-anak yang kurang mampu secara ekonomi dengan menyediakan pendidikan memadai, atas inisiatif sendiri, secara swadaya dengan segala keterbatasannya. Pak Toni, seorang pengamen jalanan, memang tak memiliki angan-angan muluk menjadikan rumah baca Mutiara Mandiri yang dikelolanya bersama istri tercinta, ibu Omah, menjadi sebuah lembaga pendidikan bertujuan komersil. &#8220;Kami semua ingin anak-anak yang kami didik, menjadi anak-anak yang pintar dan berakhlak baik&#8221;, demikian harapan ibu Yani saat saya dan kawan-kawan akan pamit pulang.</p>
<p>Ibu Yani, dan mungkin sebagian besar dari kita, mempunyai mimpi bersahaja : menjadikan generasi pelanjut bangsa ini sebagai generasi yang cerdas dan berintegritas dengan memperoleh pendidikan yang memadai tanpa harus terkendala oleh fasilitas atau masalah finansial lainnya. Apa yang telah dan sedang diperjuangkan Pak Toni, Ibu Omah, Ibu Yani, serta guru-guru sukarela di Rumah Baca Mutiara Mandiri menjadi inspirasi buat kita semua bahwa kepedulian mereka mengajar anak-anak kurang mampu dengan keterbatasan fasilitas adalah secercah harapan ditengah hiruk pikuk komersialisasi pendidikan saat ini.</p>
<p>&#8220;Terimakasih ya pak sudah datang menengok kami disini, kedatangannya membuat kami semua semakin bersemangat,&#8221; kata ibu Omah dengan mata berkaca-kaca saat saya menjabat tangannya.</p>
<p>Ada ketulusan terpancar dari mata guru yang gigih itu.</p>
<p>Sebuah spirit menyala dari  &#8220;Laskar Pelangi&#8221; Masa kini</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2010/09/02/rumah-baca-mutiara-mandiri-dan-spirit-laskar-pelangimasa-kini.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bekasi Castle</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/09/02/bekasi-castle.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2010/09/02/bekasi-castle.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 03:16:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aries rachmandy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[foto bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[foto malam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=9537</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu sisi bangunan Bekasi square saat malam tiba. --------------------------------------------*******---------------------------------------- Berbagi cerita dan peristiwa melalui rangkaian kalimat dan lensa kamera &#124; jimmy_joni40@yahoo.com]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/09/13uplod.jpg"><br />
</a></p>
<div id="attachment_9539" class="wp-caption aligncenter" style="width: 330px"><a class="highslide" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/09/Bekasi-square-dan-bulan.jpg"><img class="size-full wp-image-9539" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/09/Bekasi-square-dan-bulan.jpg" alt="" width="320" height="480" /></a><p class="wp-caption-text">salah satu sisi bangunan Bekasi square saat malam tiba.</p></div>
<p>Salah satu sisi bangunan Bekasi square saat malam tiba.</p>
--------------------------------------------*******----------------------------------------

Berbagi cerita dan peristiwa melalui rangkaian kalimat dan lensa kamera |
jimmy_joni40@yahoo.com]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2010/09/02/bekasi-castle.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salam Waspada &#8230;</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/09/02/salam-waspada.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2010/09/02/salam-waspada.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 03:15:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laporan Warga]]></category>
		<category><![CDATA[bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[Cikarang]]></category>
		<category><![CDATA[cikarang baru]]></category>
		<category><![CDATA[jababeka]]></category>
		<category><![CDATA[lippo cikarang]]></category>
		<category><![CDATA[waspada]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=9576</guid>
		<description><![CDATA[Minggu, 29/08/10, sekitar pukul 12:45, nyaris terjadi pencurian kendaraan bermotor warga Jl. Cilemahabang Raya, Blok H4 No. 24 (Kediaman Bp. Rcky). Kronologis, sesuai cerita langsung dari Pak Recky saat kami temui, pencuri sudah memasuki halaman rumah dengan cara membuka gerendel pagar ruamah yang memang tidak digembok (hanya diselotin saja). Cara membuka sangat pelan2, sampai penghuni [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cikarangonline.com"></a>Minggu, 29/08/10, sekitar pukul 12:45, nyaris terjadi pencurian kendaraan bermotor warga Jl. Cilemahabang Raya, Blok H4 No. 24 (Kediaman Bp. Rcky). Kronologis, sesuai cerita langsung dari Pak Recky saat kami temui, pencuri sudah memasuki halaman rumah dengan cara membuka gerendel pagar ruamah yang memang tidak digembok (hanya diselotin saja).</p>
<p><a class="highslide" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/09/motor.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-9577" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/09/motor.jpg" alt="" width="100" height="85" /></a>Cara membuka sangat pelan2, sampai penghuni rumah tidak mendengar. Pak Recky sedang rebahan di kamar belakang, adiknya tiduran di ruang tamu, dan istri sedang shalat dzuhur di kamar depan. Sesaat setelah memasuki halaman rumah, pencuri kemudian menurunkan bantal dan guling yang sedang dijemur di atas motor Yamah Mio warna merah B 6551 TVK. Baru menurunkan 2 bantal, dari 5 bantal, Bu Recky yang sedang shalat (mungkin kemudian membatalkan shalatnya), melihat, dan langsung teriak maling.. !!! Mendengar teriakan istri, Pak Recky dan adiknya yg tiduran di ruang tamu kemudian keluar dan mengejar pencuri yang langsung kabur dengan dibonceng temannya yang menunggu menggunakan Yamaha Mio warna hitam kusam.</p>
<p style="text-align: center;"><a class="highslide" href="http://tokoyumnibizonline.wordpress.com"><img class="size-full wp-image-9578 aligncenter" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/09/motor2.jpg" alt="" width="100" height="85" /></a></p>
<p>Pak Recky terus mengejar dengan berlari, namun kemudian pencuri menodongkan pistol ke arah Pak Recky, sambil tetap di atas motor yg sedang melaju. Melihat bentuk pistol yang tidak meyakinkan, nyali Pak Recky sama sekali tidak ciut, dan terus mengejar. Karena melihat pak recky bernyali besar, kemudian pencuri menembakkan pistol yag ternyata hanya berbunyi &#8220;pletak..&#8221; seperti bunyi angin yang keluar. Bisa dipastikan bahwa itu hanya pistol mainan saya (atau minimal pistol angin). Pencuri tidak terkejar dan kabur menuju depan ruko benhill dan luru ke beruang raya.</p>
<p>yaaaa..cerita diatas menggambarkan situasi saat ini yang sering terjadi di wilayah kami di Cikarang Baru yang boleh di katakan hampir setiap hari terjadi pencurian kendaraan motor roda dua dan  pelakunya belum tertangkap tangan baik oleh petugas keamanan maupun oleh warga.</p>
<p>semoga kita tetap waspada&#8230;!!!</p>
<p>( sumber milist cikarang baru )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2010/09/02/salam-waspada.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perangko dan Kepekaan Seorang Pemimpin</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/09/02/perangko-dan-kepekaan-seorang-pemimpin.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2010/09/02/perangko-dan-kepekaan-seorang-pemimpin.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 03:12:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceppi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik-Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[APBD]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[kepekaan]]></category>
		<category><![CDATA[narsisisme]]></category>
		<category><![CDATA[narsistis]]></category>
		<category><![CDATA[perangko]]></category>
		<category><![CDATA[provinsi]]></category>
		<category><![CDATA[uang negara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=9570</guid>
		<description><![CDATA[Apakah anda punya hobi mengoleksi perangko? Atau masih seringkah anda mengirim surat lewat pos dan menempeli amplop surat itu dengan perangko sebelum suratnya dikirim? Saya kurang tahu persis, apakah hobi mengoleksi perangko masih banyak dilakukan orang zaman sekarang. Saya yakin ada, tapi tentunya sudah amat berkurang dibandingkan pada masa jaya-jayanya surat menyurat konvensional dengan menggunakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah anda punya hobi mengoleksi perangko?<br />
Atau masih seringkah anda mengirim surat lewat pos dan menempeli amplop surat itu dengan perangko sebelum suratnya dikirim?</p>
<p>Saya kurang tahu persis, apakah hobi mengoleksi perangko masih banyak dilakukan orang zaman sekarang. Saya yakin ada, tapi tentunya sudah amat berkurang dibandingkan pada masa jaya-jayanya surat menyurat konvensional dengan menggunakan layanan pos. Aktivitas mengumpulkan perangko atau yang disebut<em> filateli</em> ini memang menyenangkan (jadi bukan cuma menulis yang menyenangkan!..hehehe&#8230;), apalagi jika kita mendapatkan perangko yang unik dan sangat jarang, entah dari Indonesia sendiri maupun dari negara lain.</p>
<p>Sementara kegiatan mengirim surat melalui pos dari tahun ke tahun semakin berkurang seiring dengan makin majunya industri teknologi telekomunikasi dan informasi, dengan memasyarakatnya pemanfaatan alat komunikasi telepon selular dan penggunaan internet termasuk surat elektronik (<em>email</em>). Dan saat industri teknologi itu belum begitu maju, surat konvensional-lah yang menjadi andalan orang untuk berkomunikasi. Sementara perangko adalah tanda bukti bahwa kita sudah membayar biaya pengiriman atas surat yang kita kirimkan.</p>
<p>Perangko biasanya didesain dengan gambar-gambar tertentu yang khas atau memanfaatkan event tertentu suatu negara, termasuk juga gambar tokoh pahlawan atau pun pemimpin. Nah, pernahkan terbayang, wajah anda yang tercetak dalam perangko dan perangko itu digunakan oleh banyak orang untuk mengirim surat?<br />
Saya sempat menanyakan kepada teman-teman lewat status fb saya, apakah ada yang mau. Ternyata teman-teman yang menjawab, menyatakan tidak mau dengan alasan bahwa perangko itu nantinya dipukul-pukul oleh petugas pos di kantor pos. Memang, dalam kegiatan pengelolaan surat oleh instansi negara dalam bidang pos ini (PT Pos Indonesia), perangko yang menempel pada surat harus di-chop sebagai bukti pengesahan dan juga menyatakan bahwa perangko itu sudah dipakai serta tidak bisa dipakai ulang.<br />
Di-chop-nya itu yang butuh dipukul-pukul! Apalagi alat chopnya berbentuk palu lengkap dengan gagangnya.</p>
<p>Anda mau wajah anda dipukul-pukul, meskipun sebatas gambar pada perangko?<br />
Hiiiy&#8230;.saya pribadi tidak mau! Termasuk kalau saya jadi presiden lho! Saya tidak mau di-perangko-kan.<br />
Belum lagi kalau perangko bekasnya dibuang tempat sampah!<br />
Belum lagi kalau&#8230;.ada kawan saya di fb yang berseloroh, bagaimana kalau seseorang yang menempelkan perangko itu, menggunakan cairan &#8220;ludah&#8221;nya (maaf)? Hiiiiy&#8230;.juga nggak maulah!</p>
<p>Anda mau wajah anda terpampang pada perangko dalam jumlah ribuah bahkan ratusan ribu lembar?<br />
Hihihi&#8230;kemungkinan anda pun seperti saya, kecuali anda benar-benar pede dan butuh promosi atas diri anda yang seorang artis yang belum terlalu terkenal.</p>
<p>Ternyata, ada lho seorang pemimpin daerah yang mau wajahnya dicetak di atas perangko dan perangkonya digunakan untuk mengirim surat!<br />
Dan hebatnya, hal tersebut adalah atas keinginan sendiri pemimpin yang seorang gubernur tersebut. Surat yang dikirimnya dialamatkan ke kepada pejabat pemerintah daerah hingga tingkat RW/RT itu pun tidak tanggung-tanggung, jumlahnya hingga 350 ribu lembar surat!&#8230;Surat yang merupakan kartu ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H. Luar biasa bukan?<br />
Ironisnya, proyek mengirim kartu lebaran ini, selain menggunakan perangko dengan gambar wajah sang pemimpin, biayanya yang memakan hingga 1,7 M itu 100% ditanggung oleh APBD! Satu hal yang menurut saya&#8230;.<em>nggak penting banget!</em></p>
<p>Uang sebesar itu bisa digunakan hal-hal lain yang jauh lebih bermanfaat, apalagi di tengah kondisi perekonomian yang seperti sekarang ini, di mana harga barang-barang kebutuhan pokok sedang naik, tarif dasar listrik yang naik, tarif-tarif lain naik juga, serta adanya rencana kenaikan harga BBM untuk kendaraan tertentu. Pokoknya masyarakat serba sulit, terlebih masyarakat golongan bawah alias golongan elit ekonomi sulit alias masyarakat miskin.<br />
Dengan uang sebesar itu, ribuan rakyat miskin yang kelaparan bisa diberi makan. Puluhan sekolah dasar bisa dibangun atau diperbaiki dengan dana sebanyak itu.</p>
<p>Meskipun proyek itu sudah direstui oleh para wakil rakyat yang duduk di DPRD provinsi tersebut, yang berarti secara hukum bisa dibenarkan, tetap saja hal tersebut melukai perasaan sebagian besar masyarakat khususnya warga provinsi yang dipimpin gubernur tersebut. Sedemikian tipiskah rasa kepedulian pemimpin tersebut pada rakyatnya? Tidak punya kepekaankah terhadap kesulitan masyarakat kelas bawah yang sehari-harinya harus berjuang untuk sekedar bisa hidup?<br />
Satu peragaan pemborosan uang negara di tengah-tengah kesulitan masyarakat miskin untuk menjaga kelangsungan hidup mereka.</p>
<p style="text-align: center;"><a class="highslide" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/09/perangko-gubernur1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-9572" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/09/perangko-gubernur1-300x236.jpg" alt="" width="300" height="236" /></a><br />
<em>Perangko Sang Gubernur (sumber gambar: <a href="http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20100831_022518_a.jpg">klik</a>)</em></p>
<p>Banyak kalangan yang mengkritik kebijakan gubernur tersebut, termasuk pihak yang merasa tokohnya (alias wakil sang gubernur) tidak diikutsertakan gambarnya dalam perangko tersebut. Ada yang mengatakan bahwa sang gubernur sudah mengidap penyakit<em> narsisisme</em> (benar nggak ya istilah ini?) sehingga terlalu pede untuk mengabadikan wajahnya dalam sebuah perangko dan perangkonya disebar ke seluruh pelosok provinsi.<br />
Ada juga yang bilang, menggunakan dana Rp1,7 miliar hanya untuk berkirim kartu Lebaran sudah tidak patut, meskipun itu memakai uang pribadi. Apalagi jika uang negara yang dipergunakan!<br />
Ingat, uang negara adalah uang kita, uang anda semua dan uang saya juga.</p>
<p>Saking kecewanya karena proyek ini terus bergulir meskipun sudah banyak pihak yang mengkritik dan menentang, sekelompok mahasiswa di ibu kota provinsi tersebut membakar foto berwajah sang gubernur yang dilambangkan sebagai perangko narsistis tersebut.</p>
<p>Duuh&#8230;kapan para pemimpin kita bisa lebih peka terhadap penderitaan rakyatnya? (CP, Sep 2010)</p>
<p>Salam,</p>
<p>http://ceppi-prihadi.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2010/09/02/perangko-dan-kepekaan-seorang-pemimpin.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berhutang Pada Diri Sendiri &#8211; Bagian 1</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/09/02/berhutang-pada-diri-sendiri-bagian-1.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2010/09/02/berhutang-pada-diri-sendiri-bagian-1.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 03:09:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>purwalodra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[bestsubwoofers34.com]]></category>
		<category><![CDATA[forex34.net]]></category>
		<category><![CDATA[homesenergy34.com]]></category>
		<category><![CDATA[Partyinvitation34.com]]></category>
		<category><![CDATA[weddinginvitationenvelopes-34.net]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=9562</guid>
		<description><![CDATA[Oleh. M. Eko Purwanto Setelah Tarawih, halaman Masjid masih dipenuhi hujan yang turun cukup lebat. Di depan pintu keluar Masjid, saya memandangi butiran hujan yang berhamburan diatas genangan. Udara dingin yang berbisik halus, menyelimuti kerinduan saya pada seorang teman, dan mengantar langkah kaki ini pergi ke rumah seseorang yang kebetulan dekat dengan tempat dimana saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Oleh. M. Eko Purwanto</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah Tarawih, halaman Masjid masih dipenuhi hujan yang turun cukup lebat. Di depan pintu keluar Masjid, saya memandangi butiran hujan yang berhamburan diatas genangan. Udara dingin yang berbisik halus, <a href="http://www.forex34.net/forex-trading-platforms/">menyelimuti kerinduan saya</a> pada seorang teman, dan mengantar langkah kaki ini pergi ke rumah seseorang yang kebetulan dekat dengan tempat dimana saya menyelesaikan rekaat demi rekaat tarawih malam ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><a class="highslide" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/09/berhutang-pada-diri-sendiri.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-9563" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/09/berhutang-pada-diri-sendiri-300x244.jpg" alt="Berhutang" width="300" height="244" /></a>Dengan agak tergopoh-gopoh, sampai juga saya di depan warung milik teman dan mengucap salam, “Assalaamu’alaikuuuum.” Namun, tidak spontan saya dengar yang punya rumah menjawab salam saya, meski menurut saya suara salam tadi pun terdengar oleh beberapa tetangga di kiri-kanannya. Sebelum ucapan salam sekali lagi terucap, suara langkah yang mengayun cepat menghampiri saya dengan sedikit terkejut. Dari dalam warung Istri teman saya menyapa, “oh&#8230; dik Eko !, masuk masuk !. Hujan-hujan begini <a href="http://www.forex34.net/forex-trading-robot/">sempet-sempetnya bisa mampir</a> kesini ?,” sambil membuka pintu rumah di sebelah warungnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Belum sempat saya menjawab pertanyaan ini, istri teman saya menimpalinya lagi, “maaf lho dik tadi saya ada di belakang, jadi nggak tahu siapa yang mengucap salam.”</p>
<p style="text-align: justify;">”Nggak apa-apa bu, Pak Sapar ada ?.”</p>
<p style="text-align: justify;">”Ada, silahkan duduk dulu. Bapak nggak Tarawih hari ini alasannya hujan katanya.”<span id="more-9562"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Perlahan <a href="http://www.forex34.net/forex-trading-signal/">sambil meletakkan pantat</a> di kursi tamu, saya sedikit basa-basi, ”iya, tadi sudah mendung sebelum magrib bu, pas menjelang Isya’ hujan cepat sekali turun.”</p>
<p style="text-align: justify;">“Tadi waktu ke Masjid apa nggak kehujanan ?”</p>
<p style="text-align: justify;">“Alhamdulillah sebelum Adzan Isya’, saya sudah ada di Masjid, jadi nggak ketemu hujan.”</p>
<p style="text-align: justify;">“Iya,” jawab istri temanku dan memanggil-manggil suaminya. “Paaak&#8230; ditunggu dik Eko nih di depan !.”</p>
<p style="text-align: justify;">Nggak lama, suaminya datang dan menyambut saya dengan gayanya yang khas, “he..he..he..he .., kebetulan sekali Dik Eko datang nih. Dari sore tadi saya kok terus keingetan Dik Eko aja. Ada apaaa ya ?, maklum sudah dua minggu ini saya belum sempet maen ke rumah, eeeh .. kok <a href="http://www.homesenergy34.com/systems-house/">ndilalah sampean malah kerumah</a> saya ?”.</p>
<p style="text-align: justify;">”Iya Pak, karena masih hujan saya pikir daripada langsung pulang, mampir dulu ah ke rumah Pak Sapar,” saya beralasan.</p>
<p style="text-align: justify;">”Gimana, keluarga sehat semua khan ?”</p>
<p style="text-align: justify;">”Alhamdulillah.”</p>
<p style="text-align: justify;">”Dari kemaren saya mau ke rumah Dik Eko, tapi nggak sempet-sempet. Ada yang <a href="http://www.homesenergy34.com/energy-systems-management/">mau saya omongin</a>. Anak saya yang di Wasior, Irian, sudah mulai bekerja setelah pra jabatan selama dua minggu di Manokwari&#8230;..bla&#8230;. bla &#8230;. bla &#8230;. bla”.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti biasanya, Pak Sapar kalo sudah bicara <a href="http://www.homesenergy34.com/systems-distribution/">nggak pernah putus-putusnya</a>. Nyambung terus. Kalo sudah begini, saya hanya akan menjadi pendengar yang baik saja. Bahkan sering saya sambil ngantukpun, Dia tetap saja nggak bisa diam menceritakan anaknya yang merantau di Pulau Irian Jaya sana.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti malam-malam sebelumnya, kalo sudah ngobrol begini kita tidak pernah kenal waktu. Pak Sapar pun, Nggak peduli kalau besok paginya saya harus bekerja atau tidak, yang penting apa yang menjadi uneg-unegnya terpuaskan. Saking asyiknya, kadang-kadang baru sadar kalo sudah jam 2 dini hari. Biasanya, apa yang kita bicarakan adalah persoalan hidup sehari-hari yang hampir ada kemiripan antara saya dengan Pak Sapar. Persoalan anak, hutang, hubungan dengan tetangga, istri dan lain-lain, lumat sudah kita kunyah-kunyah hanya sekedar menemukan hakekat di balik peristiwa-peristiwa hidup sehari-hari. Biasanya, ketika hakekat-<a href="http://www.weddinginvitationenvelopes-34.net/satellitedirect-tv/">hakekat itu bisa kita temukan</a> maka kita berdua sama-sama akan menemukan pencerahan, pemahaman, dan besoknya hidup akan lebih bersemangat lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya mengenal teman dan sekaligus tetangga jauh saya ini sejak masih SMA. Meskipun usianya jauh diatas saya, sikap dan perilakunya masih seumuran saya. Bahkan mau-maunya dia berkonsultasi dengan saya <a href="http://www.weddinginvitationenvelopes-34.net/the11forgottenlaws/">tentang persoalan hidup</a>, yang belum tentu saya mampu mengatasi hidup saya sendiri. Namun, selalu saja apa yang saya katakan dipahami dan dijalankannya dengan penuh keyakinan. Sementara saya sendiri yang mengatakan belum tentu yakin apa yang saya katakan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan keyakinannya yang tinggi, teman saya ini alhamdulillah selalu menemukan <a href="http://www.weddinginvitationenvelopes-34.net/moviescapital/">apa yang menjadi impian</a> dan tujuannya. Meskipun sudah lebih sepuluh tahun lalu ia pensiun dari pekerjaannya sebagai karyawan di perusahaan swasta. Ketertarikan saya untuk selalu berdiskusi dengan teman saya yang satu ini, adalah bahwa diam-diam saya <a href="http://www.weddinginvitationenvelopes-34.net/tinnitusmiracle/">belajar tentang keyakinan</a>nya untuk menggali, meyakini dan memanfaatkan dirinya sendiri. Dan apa yang saya katakan padanya, ternyata mampu memperkuat keyakinannya pada diri sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Bekasi, 31 Agustus 2010.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2010/09/02/berhutang-pada-diri-sendiri-bagian-1.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terkungkung dalam Lingkaran Satanis</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/09/01/terkungkung-dalam-lingkaran-satanis.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2010/09/01/terkungkung-dalam-lingkaran-satanis.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 13:44:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aries rachmandy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[satanic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=9509</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku : SATANIC FINANCE, true conspiracies Penulis : A. Riawan Amin Penerbit : Celestial Publishing Tahun Terbit : Cetakan I, April 2007 Ukuran / halaman : 12,5 x 18 cm / 147 halaman Kehidupan bermasyarakat tak dapat dilepaskan dari kegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidup atau lebih familiarnya disebut dengan kegiatan ekonomi. Entah di kota [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Judul Buku</strong> : SATANIC FINANCE, true conspiracies<a class="highslide" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/08/satanis-book-2-copy-uplod.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-9512" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/08/satanis-book-2-copy-uplod-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a><strong></strong></p>
<p><strong>Penulis </strong>: A. Riawan Amin<strong></strong></p>
<p><strong>Penerbit</strong> : Celestial Publishing</p>
<p><strong>Tahun Terbit</strong> : Cetakan I, April 2007</p>
<p><strong>Ukuran / halaman</strong> : 12,5 x 18 cm / 147 halaman</p>
<p>Kehidupan bermasyarakat tak dapat dilepaskan dari kegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidup atau lebih familiarnya disebut dengan kegiatan ekonomi. Entah di kota maupun di desa, setiap orang selalu berupaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya masing-masing, baik berupa barang maupun jasa. Berbagai profesi digeluti demi menyambung hidup dengan segala kebutuhan, mulai dari cara yang halal hingga kadang kala menghalalkan segala cara. Itulah sifat dasar manusia, selalu ingin memenuhi segala keinginannya untuk mempertahankan eksistensinya.</p>
<p>Tahun 1998, Indonesia beserta negara asia lainnya, terkena dampak badai krisis ekonomi yang begitu cepat menjalar, dikarenakan nilai tukar mata uang domestik terdepresiasi oleh mata uang dollar. Salah satu efek yang menimpa di Indonesia adalah, semakin meluasnya lahan kemiskinan, karena banyak karyawan yang dirumahkan, disusul dengan harga barang kebutuhan pokok yang meningkat signifikan, berbanding terbalik dengan tingkat kesejahteraan. Apakah badai krisis tersebut merupakan hal yang kebetulan? Mengapa hal itu dapat terjadi? Apakah kita sadar, bahwa saat ini sedang berada dalam kungkungan sistem finansial setan yang lambat laun membawa manusia pada kehidupan apatis, miskin, egois, hedonis, antipati, rakus dan hal negatif lainnya?<span id="more-9509"></span></p>
<p><a class="highslide" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/08/satanis-book-1-copy-uplod.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-9513" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/08/satanis-book-1-copy-uplod-252x300.jpg" alt="" width="252" height="300" /></a>Melalui buku yang ringkas namun padat ini, penulis mengajak kita untuk membuka mata dan membuka pikiran, bahwa tanpa disadari kehidupan ekonomi manusia saat ini dikendalikan oleh setan melalui agen-agennya di dunia yang berwujud manusia. Agen-agen setan tersebut dibisiki oleh setan agar selalu berusaha menyimpangkan pemikiran manusia ke arah yang seolah-olah nampak sebagai solusi, padahal tak lain adalah jebakan yang mematikan. Pemikiran-pemikiran setan dicetuskan oleh para ekonom sekuler yang berorientasi pada ketamakan dan keduniawi-an, yang selanjutnya pemikiran para ekonom sekuler tersebut dihembuskan kepada publik dengan alih-alih sebagai sistem ekonomi modern yang akan membawa pada kesejahteraan hidup manusia, namun pada kenyataannya justru sebaliknya. Buku ini disajikan dengan gaya penuturan yang sederhana namun menarik, yakni seolah-olah setan sendiri yang berbicara tentang semua hal yang telah dia lakukan bersama para agennya untuk menyesatkan manusia melalui sistem finansial setan, tentunya penulis tidak dapat berbicara dengan setan, tetapi  sekedar untuk memberikan ilustrasi bagaimana setan beraksi. Tiada lain untuk menyampaikan bahwa selama ini dengan tanpa sadar kita menganut sistem finansial setan yang merupakan produk dari konspirasi global, bahkan menjadi pembenaran dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Buku yang ringkas ini dibagi dalam lima bab, diawali bahaya penerapan <em>three pillars of evil</em>, yang merupakan tiga pilar setan yang nampak baik tetapi mematikan secara perlahan, melalui <em>Fiat money</em> (uang kertas), <em>Fractional Reserve Reqiurement</em>(dana cadangan), <em>Interest</em>(bunga). Kedua, mengenai bahaya utang, secara tegas Rasulullah telah melarang untuk berhutang, antara lain karna dapat menyebabkan individu ataupun negara dapat menjadi budak dari yang memberikan utang, seperti keadaan Indonesia yang berhutang kepada lembaga bentukan agen dari setan,yakni IMF (International Monetary Fund).IMF seolah-olah datang sebagai pahlawan, padahal mereka adalah drakula yang haus akan kekuasaan, terbukti dari banyaknya aset negara yang hilang karna digadaikan kepada IMF.</p>
<p>Bagian keempat, disini diuraikan solusi agar terbebas dari sistem finansial setan, salah satunya mengganti <em>Fiat money</em>(uang kertas) sebagai alat transaksi, dengan emas seperti pada zaman Rasulullah, agar kestabilan dan keadilan ekonomi dapat terwujud. Bagian terakhir dari buku ini adalah, <em>El libertador</em> (sang pembebas), maksudnya adalah menjadikan sistem perbankan Islam sebagai pembebas dari sistem perbankan setan yang penuh tipu daya, serta merugikan banyak orang, tetapi ,menguntungkan segelintir orang, yakni agen dari setan sendiri.</p>
<p>Teori-teori, uraian para ahli, data dan fakta pun turut disajikan untuk memperkuat gagasan penulis. Ayat-ayat Al-quran dan hadis Rasulullah tak luput disertakan, dengan tujuan menyadarkan kita bahwa hidup di dunia ini tak lain dan bukan hanya untuk senantiasa berada di jalan yang lurus sesuai perintah Alloh dan RasulNya. Disela-sela serius menjelajahi buku ini, kita juga disuguhkan selipan karikatur-karikatur lucu yang menggambarkan efek negatif dari sistem finansial setan. Untuk memberikan ilustrasi konkret efek negatif dari penerapan sistem finansial setan, penulis berkisah dalam cerita kehidupan suku Tukus dan Sukus. Buku ini ditujukan bagi semua kalangan, tetapi banyak menggunakan istilah-istilah ekonomi yang tidak semua kalangan mengerti, walau begitu, tujuan penulis untuk memberikan pemahaman tentang bahaya sistem finansial setan tetap dapat tersampaikan kepada pembaca.</p>
<p>Teks &amp; foto buku: Aries Rachmandy</p>
--------------------------------------------*******----------------------------------------

Berbagi cerita dan peristiwa melalui rangkaian kalimat dan lensa kamera |
jimmy_joni40@yahoo.com]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2010/09/01/terkungkung-dalam-lingkaran-satanis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keluguan dan kepolosan anak SMP &amp; SMA di Ancol</title>
		<link>http://bloggerbekasi.com/2010/09/01/keluguan-dan-kepolosan-anak-smp-sma-di-ancol.html</link>
		<comments>http://bloggerbekasi.com/2010/09/01/keluguan-dan-kepolosan-anak-smp-sma-di-ancol.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 02:10:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rawi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[rawi]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bloggerbekasi.com/?p=9553</guid>
		<description><![CDATA[Sewaktu saya jadi pembicara di pesantren kilat yang bertemakan soal wirausaha yang diadakan oleh PT. Jaya Ancol, saya mellihat mata-mata penuh gairah dari peserta yang kebanyakan anak SMP dan anak SMA/SMK. Mata dan celoteh mereka membikin suasana yang rame jadi tambah tidak teratur tetapi justru itulah yang membedakan masa anak-anak dengan masa dewasa, masa SMP [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_9554" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/09/anak-smp.jpg"><img class="size-medium wp-image-9554" title="anak smp" src="http://bloggerbekasi.com/wp-content/uploads/2010/09/anak-smp-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">anak SMP yang bermimpi jadi POLWAN dengan pangkat kopral</p></div>
<p>Sewaktu saya jadi pembicara di pesantren kilat yang bertemakan soal  wirausaha yang diadakan oleh PT. Jaya Ancol, saya mellihat mata-mata  penuh gairah dari peserta yang kebanyakan anak SMP dan anak SMA/SMK.</p>
<p>Mata dan celoteh mereka membikin suasana yang rame jadi tambah tidak  teratur tetapi justru itulah yang membedakan masa anak-anak dengan masa  dewasa, masa SMP dan SMA adalah sebuah dunia penuh kebahagiaan.</p>
<p>Sewaktu sesi membuat mimpi dengan cara menulis dan menggambar di  kertas, saya menemukan gambar seorang anak SMP yang masih sangat lugu.  Dia menggambar seorang polwan lalu saya ajak dia ke depan peserta  lainnya agar bisa saya ajak diskusi, begini…</p>
<p>Saya, “ini gambar apaan….?”</p>
<p>anak smp, “gambar polisi…”</p>
<p>“kenapa nggambar polisi..?? apa besok kalau sudah besar mau jadi  polisi..??, tanyaku</p>
<p>anak SMP,”iya..”</p>
<p>“kalau jadi polisi, pangkatnya pengin jadi apa…??” tanyaku  melanjutkan</p>
<p>“jadi kopral…”, katanya</p>
<p>dalam hati membatin, kenapa gak jendral aja jadi sekalian kalo  mimpi….. hehehehe dasar anak SMP</p>
<p>ya begitulah….. keluguan dan kepolosan para peserta pesantren kilat  yang kebanyakan anak SMP dan anak SMA/SMK.</p>
<p>Semoga apa yang saya sampaikan bisa memberikan inspirasi buat mereka  semua dalam upaya mengejar cita-cita.</p>
<p><a href="http://www.prakom.com/" target="_blank">salam sukses dunia  akherat,</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bloggerbekasi.com/2010/09/01/keluguan-dan-kepolosan-anak-smp-sma-di-ancol.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
