Tak Promo, kemana-mana….
Bekasi-Ku Friday, January 1st, 2010 319 views
Print Artikel Ini
Tak Promo Kemana mana…….(Saya Promo kemana mana..)
Judul diatas adalah plesetan dari lagu Tak Gendong kemana mana ciptaan Mbah Surip, Mbah Surip yang fenomenal, melegenda dimana perjuangannya dirintis dengan banyak pengorbanan kehidupannya bahkan harus rela berpisah dengan keluarga di Jawa Timur,merantau ke Jakarta, hidup sendirian, bohemian…..namun atas izinNya beliau akhirnya berhasil terangkat derajatnya, walaupun Tuhan pula ahkirnya yang memanggilnya kembali untuk selama-lamanya…..
Membangun Identitas,..mbah surip dengan topinya..
Ingat mbah Surip ingat pula topinya yang khas, merah,kuning hijau bagai warna pelangi yang sebetulnya Identik dengan Jamaika. Ya, Jamaika, bendera Jamaika. Identik pula dengan gaya Bob Marley yang nota bene adalah musisi Reagge dari Jamaika. Raegge kemudian menjadi Identitas Jamaika di seluruh jagat…luar biasa
Dan itulah hasil tanpa sengaja yang terbangun oleh seorang Bob Marley…Identitas jamaika merah,kuning,hijau yang selalu melekat pada kostum Bob Marley tanpa sengaja terbawa oleh Mbah Surip. Mbah Surip tanpa sadar menjadi duta promosi bagi Jamaika karenanya…Ingat Reagge ingat Jamaika,..ingat merah, kuning, hijau ingat Jamaika,..ya kira-kira begitulah… Terpikir kemudian,..bisakah Bekasi mambangun Identitas seperti itu?..
Bekasi dan Identitas
Di Bekasi banyak berdiri Industri Modal Asing. Pelaku industri tersebut bukan hanya pemilik modal tetapi juga para pekerja dan para expatriat. Para pekerja walaupun tinggal dan berkeluarga di Bekasi tetapi budaya mudik pulang kampung setiap tahun menjadi rutin adanya dan sampai saat ini mereka merasa hambar tatkala mereka pulang kampung dengan tidak bisa membawa oleh-oleh wujud Identitas mereka ditempat kota mereka bekerja. Justru banyak pendatang ke Bekasi membawa Identitas masing-masing daerahnya ketika mereka kembali dari pulang kampung..
Sekelumit kita sering jumpai :
- “Eh, ada oleh-oleh Pempek….pulang dari Palembang ya..? kata seorang teman ketika menyambut karibnya membawa buah tangan.. atau
- “Kaosnya unik lho, keren bener…bikinan Jogger ya?..pasti dari Bali nih…atau
- “Mau dong Gudeg nya, habis dari Jogja ya?….
Ungkapan-ungkapan diatas menunjukkan bahwa banyak daerah yang sudah punya Identitas masing-masing. Kalau Pempek ya pasti dari Palembang, kalau Grdeng ya pasti Jogja, atau kalau Jogger ya pasti kaos dari Bali, atau C 59 berarti ya Bandung dan sebagainya…
Nah sudah adakah Bekasi?…..kira-kira itu pertanyaan yang melintas dikepala. Identitas untuk Bekasi..kepapa tidak?..kenapa belum…Pada hal Bekasi punya potensi untuk itu.
Lihat lah para kandidat pelaku promo yang sudah disebut kan diatas yaitu para pemudik yang setiap tahun sekali pasti pulang, dan para expatriat yang setiap minimal 6 bulan sekali kembali ke negaranya,menengok sanak kerabatnya. Dan para TDA’ers berpotensi mengisi ruang-ruang kosong,membangun Bekasi melalui produk-produk yang dapat menunjukkan Identitas Bekasi baik makanan ataupun cindera mata lain. Tinggal dibutuhkan kreativitas, keunikan ke khas-an, aneh, namun tetap menarik…Dan Tak Promo kemana-mana sah-sah saja untuk membangun, memprkenalkan dan kemajuan Bekasi…semangat !!
Salam
Wicaksono
www.facebook.com/angkringan.jogja
021-95946558
Print Artikel Ini




