Home » Bekasi-Ku » Bekasi Mencari Jati Diri…

Bekasi Mencari Jati Diri…

Sebagai sebuah kota, Bekasi belum mempunyai Jati Diri. Motto terpampang boleh aja ditulis besar-besar, tetapi Jati Diri tidak perlu tulisan besar. Jati Diri akan terlihat lewat identifikasi sebagai sebuah kota. Bandung diidentifikasi dengan kota yang selalu kreatif, dan Industri kreatif dan berbagi identifikasi lainnya. Tidak ada motto resmi dari Pemda Bandung bahwa Bandung Kota Industri Kreatif. Jogyakarta diidentifikasi dengan kota budaya dan pendidikan. Dan beberapa kota lainnya dengan identifikasi khas.

Bagaimana dengan BEKASI?

Bekasi sebagai penyangga ibu kota, berpenduduk dengan melting pot, hingga hari ini masih belum menemukan jati dirinya. Ini semua merupakan sebuah konsekuensi sebuah kota yang berumur masih muda. Namun ini jangan dipakai terus menerus sebagai pembenaran. Pertanyaan berikutnya, Jati Diri itu sesuatu yang dikonstruk atau given. Saya sangat meyakini bahwa Jati Diri, demikian juga manusia, bukanlah sesuatu yang given. Jati diri untuk sebuah kota adalah sebuah konstruksi yang didasari oleh sebuah ide komprihensif tentang sebuah kota. Ide ini muncul bukan seperti pekerjaan bangun jalan. 1-2 bulan jadi. Ide besar tentang sebuah kota seharusnya adalah sinergi dari para pakar multi aspek, baik dari sisi sejarah, kultur demografi. Kuat keyakinan bahwa di Bekasi belum pernah ada sebuah dialog serius dan intens tentang jati diri Bekasi. Padahal potensi warga Bekasi sangat potensial untuk melakukan ini.

Pertanyaannya, apakah ini harus datang dari masyarakat atau pemerintah? Idealnya adalah sebuah hasil kerja sama antara kedua pihak. Hanya memang beban Pimpinan Wilayah menjadi sebuah tantangan tersendiri dalam proses mencari Jati Diri ini. Pertanyaannya adalah Apa Roh dari Kota Bekasi. Membangun sebuah Gedung bukan sesuatu yang sulit, tetapi mencari roh dari sebuah gedung bukan perkara mudah, apalagi mencari roh sebuah kota.

Mencari Roh sebuah kota menjadi pencarian para pakar multi aspek yang menarik untuk didiskusikan. Semua stake holder kota Bekasi perlu dilibatkan. Masalahnya seringkali hal-hal seperti ini dianggap tidak perlu atau mengada-ada. Apakah karena memang dianggap tidak perlu, atau kurang memahami, atau hanya karena alasan teknis budget, anda tebak sendiri.

Kita bisa melihat bagaimana seorang Ali Sadikin sebagai Gubernur DKI yang benar-benar punya impian di jamannya tentang sebuah kota metropolis. Banyak karya-karya monumental di DKI ternyata hasil impian Ali Sadikin. Ali Sadikin melihat kota secara multi aspek, bukan semata-mata fisik. Oleh karena itu baru saya pahami, untuk sebuah kursus piano yang terbaik di DKI sekalipun ternyata hasil sentuhan Ali Sadikin. Dan ternyata mimpi Bang Ali bukan hasil mimpi sendiri, melainkan kristalisasi dari semua teman-teman dialognya yang kita kenal datang dari berbagai profesi.

Dengan Kota Bekasi, oleh pimpinan wilayah alangkah idealnya bila ada sebuah mimpi tentang sebuah kota Bekasi. Bermimpi Besar tidak salah dan gratis lagi. Bermimpi kata orang bijak adalah setengah Cita-Cita, dan Cita-cita adalah setengah Rencana, Rencana adalah setengah keberhasilan, dan Keberhasilan adalah sebuah Amanah, dan Amanah adalah sebuah Ibadah.

Semua warga kota Bekasi, mari kita mencari JATI DIRI kita.

Print Artikel Ini Print Artikel Ini
Posted by on Nov 24 2009. Filed under Bekasi-Ku. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

2 Comments for “Bekasi Mencari Jati Diri…”

  1. yuk mari mencari jati diri…. :)

Leave a Reply

Login

Login Anggota
Lost Password?

Amprokan Blogger | Temu Blogger Nusantara

Banner Komunitas

Komunitas Blogger Bekasi

Copykan Kode dibawah ini ke Blog/Website Anda!

© 2014 Komunitas Blogger Bekasi. All Rights Reserved. Log in - Designed by Gabfire Themes