Derita Ibu Bekerja

Dari sebuah milis yang kuikuti, kubaca rangkaian posting yang menarik untuk disebarkan. Langsung saja kutulis di salah satu posting di topik itu permohonan ijin “share” tulisan ke blog.

Silahkan dinikmati.

+++

Assalamualaikum

Maafkan aku bapak..

Aku terpaksa memintamu datang untuk menemani anak2 ku karena aq harus bekerja pagi hingga sore..

Wassalam..

(Hiks..hiks..import ortu krn gapunya pengasuh..cutiku dh habis..)

+++

Mbak XXX,

Itu terjadi sama saya dari tgl 2 Oktober bulan ini, tiba2 saja si mbaknya hari minggu bilang mau pindah ke tangerang, dan hari seninnya

langsung tidak masuk kerja.

Bisa dibayangkan aku punya bayi usia 13 bulan hiks… untuk punya teman yang sudah seperti saudara di Jalan XXX, jadi deh anak dititip ke teman. Saya bilang ke suami, dalam 2 minggu tidak dapat pengasuh, aku memilih untuk menjadi ibu rumah tangga full sambil usaha kecil2an dirumah dan suami setuju. Tapi pas tepat di minggu ke dua hari minggu sore saya dapet pengasuh dan Alkhamdulillah anakku langsung mau, jadi seninnya sudah langsung bisa ditinggal kerja, positif think nya ya Alloh masih berkenan aku bekerja membantu kehidupan perekonomian keluarga…..

Salam

YYY

+++

Ibu-ibu yang baik

Menjadi ibu rumah tangga, dengan mengurus ketiga anak tidak kalah hebatnya… malahan, waktu yang tersedia selama 24 jam, terkadang serasa kurang… kaki jadi tangan, tangan jadi kaki…

Suatu pagi, sambil asyik mengucek cucian, saya perhatikan kesibukan istri saya…

Kompor dua tungku dinyalakan bersama… sebelah kanan untuk menghangatkan makanan, dan sebelah kiri untuk merebus air buat teh manis. sambil menunggu matang, istri memandikan anak kedua yang akan sekolah. di sela2 acara mandiin anak, konsentrasi terpecah dengan sesekali melongok, apakah masakan dan rebusa air di atas kompor sudah matang….

Masih belum cukup, tiba2 si dimas yg baru 3 bulan lebih dikit terbangun… anak kedua yg sedang mandi cepat2 segera diselesaikan dan disuruh mengeringkan dengan handuk sendiri… istri langusng bergegas ke kamar dan menggendong dimas sambil dinenenin….

kemudian kembali ke dapur untuk mengendalikan kembali kompor yg sedang menyala, sambil tetap memberikan ASI terbaiknya…

Setelah kompor dimatikan, memindahkan masakan ke piring, mengaduk teh (tentu saja sambil tetap meng-ASI), langsung dilanjutkan dengan membantu memakaikan baju seragam sekolah…

Cerita belum selesai, karena masih banyak kerjaan di jam 7, 8, 9, 10, dst.. sampai tidur kembali… tapi sudah terbayang bagaimana ribetnya…

bapaknya asyik dengan hanya 1 item pekerjaan mengucek baju… sementara istri sudah menyelesaikan bebarapa item pekerjaan sekaligus…

banggalah menjadi ibu rumah tangga…

salam hangat,

ZZZ

+++

Salam Salut buat para Ibu-ibu kita.

+++

Page 1 of 2 | Next page