Resign

Resign, 6 huruf yang sangat menakutkan bagi sebagian karyawan tetapi akan menjadi 6 huruf yang membahagiakan bagi karyawan yang sudah “berjalan” bisnisnya walapun masih dalam tahap awal

Resign bukanlah sekumpulan 6 huruf yang menakutkan. Resign adalah berubahnya sebuah pola pikir dari pola pikir yang lama menjadi pola pikir yang baru

Resign tidak harus langsung menjadi pengusaha. Resign bisa dilakukan dengan cara berpindah ke perusahaan lain dengan harapan mendapatkan “yang lebih baik” walaupun pada suatu titik tertentu “kesengsaraan” akan tetap muncul juga

Resign yang nikmat adalah jika bisa keluar dari “penderitaan” saat ini menuju ke sebuah masa depan yang bisa kita atur sendiri polanya

Resign akan menjadi nikmat jika apa yang belum bisa kita wujudkan di tempat yang lama bisa kita wujudkan di tempat yang baru

Tetapi celakanya yang menjadi hambatan terbesar untuk resign adalah orang terdekat kita, orang yang selalu kita jadikan sebagai alasan untuk melakukan aktifitas pekerjaan sampai larut malam. Istri, anak, orang tua, saudara, selingkuhan adalah salah satu handycap dalam upaya untuk resign

Menunjukkan hasil dan bekerja dengan sungguh-sungguh adalah kunci jawaban yang mujarab untuk menjawab semua kekawatiran mereka

Ingat, argometer umur selalu berjalan tanpa henti dan jangan sampai kita menyesal di kemudian hari karena tidak bisa mewujudkan mimpi karena “terjebak” dalam rutinitas pekerjaan yang “menyiksa”

Segeralah resign jika memang sudah merasakan penderitaan yang teramat sangat di tempat kerja saat ini

Salam sukses dunia akherat,

http://prakom.com

http://rawiwahyudiono.com

http://twitter.com/rawiPrakom

http://facebook.com/rawi.wahyudiono

1 comment on this post.
  1. Andi Sakab:

    kalo saya masih mencari tempat yang pas buat resign :)

    [Reply]

Leave a comment