Anak Jalanan dan Adipura 2010
Bekasi-Ku Wednesday, November 25th, 2009 1,109 views
Print Artikel Ini
Sejak dilantik sebagai Walikota Bekasi, sekitar satu tahun yang lalu, Mochtar Mohamad menyimpan ambisi besar meraih Adipura 2010. Ambisi ini tidak main-main, setiap hari sabtu, seluruh karyawan pemkot dikerahkan untuk bersih-bersih berbagai sudut kota. Hasilnya sungguh luar biasa, Bekasi yang dua tahun lalu dikenal sebagai kota terkotor, kini memiliki wajah baru yang lebih enak dilihat. Beberapa sudut kota, mulai terlihat enak untuk dipandang. Tidak lagi “sareukseuk” kalau kata orang sunda mah.
Namun sayang sekali, gerakan walikota ini tidak banyak diikuti oleh masyarakat untuk ikut serta melakukan gerakan kebersihan bersama. Selama ini terkesan, ambisi meraih Adipura 2010 seolah-olah hanya dimiliki Pak Walikota dan jajaran pemerintahnya. Betul kah masyarakat Kota Bekasi sama sekali tidak peduli dengan Adipura dan Kebersihan ? Tentunya tidak. Cobalah tengok sekitar perempatan Unisma Carefour. Anak-anak jalanan yang tergabung dalam Kelompok Pengamen Jalanan (KPJ) Korwil Unisma Carefour, begitulah mereka menamakan dirinya, berjibaku memerangi sampah dengan caranya sendiri.
Bang Min, kordinator KPJ Korwil Unisma Carefour, mengatakan bahwa selama ini mereka sering dicap sebagai noda yang mengganggu keindahan kota, karena keberadaannya di jalanan. Bahkan sejak dicanangkannya Adipura, kerap anggotanya menjadi obyek “pembersihan” aparat pemkot. Lelah dicap sebagai “biang” kesemrawutan kota dan dikejar-kejar aparat, mereka pun menekadkan diri berbuat yang terbaik untuk pembangunan kota dengan cara mereka sendiri.
Salah satu upaya itu adalah mewajibkan anggota KPJ membuang sampah pada tempatnya. Bahkan mereka dengan “gagah berani” menegur dan sopir dan penumpang yang ketahuan membuang sampah tidak pada tempatnya. Dari mana mereka mendapatkan tong sampah ? Dananya berasal dari kantong mereka sendiri. Mereka enggan mencari-cari penyumbang dan mengedarkan proposal. Mereka kumpulkan uang dari setiap anggota sebesar Rp 2.000 dan tekumpulah uang sebesar Rp. 80.000 dalam waktu dua hari, kemudian mereka belikan 2 tong bekas. Uang sebesar 2.000 kecil bagi kita. Uang sebesar itu adalah uang parkir mobil ketika mau masuk ke mall. Tapi bagi mereka, itu besar sekali. Karena dengan uang 2.000 bisa untuk menyambung hidup selama satu hari. Pengorbanan yang sangat luar biasa. (eMHar, 1109)
Print Artikel Ini





huaaa gerakan mendukung adipura yang kreatip banget. yang kaya gini nih yang berhak dapet penghargaan.
kalo dikau ga posting tentang ini, manalah kita tau ada gerakan seperti ini?
nice posting & thanks for sharing mas harun
keep blogging yaaa
[Reply]
Tulisan yg sangat menggugah mas Harun,
pastinya be-BLOG selalu siap mendukung langkah Pemerintah Bekasi untuk meraih Adipura!…..
Salam be-BLOG
YULYANTO.com
[Reply]
Berkat kursus singkat di BCP semalam akhirnya postingan ini bisa dipindahkan ke be-Blog. Mantab Mas Harun, ditunggu postingan selanjutnya dan semoga apa yang kita bicarakan semalam bisa terealisir.
Salam
[Reply]