Ayo Membuat Resensi di Be-Blog
Resensi Tuesday, April 6th, 2010 765 views
Print Artikel Ini
Mulai awal April 2010 di blog Komunitas Blogger Bekasi terdapat satu menu atau kategori baru yaitu resensi. Kehadiran kategori baru yang diinisiasi oleh Amril Taufik Gobel, yang dikenal dengan panggilan Daeng Battala, sontak disambut hangat oleh para blogger yang pekerjaannya memang menulis. Namun demikian, berbagai pertanyaan pun bermunculan, ada yang menanyakan tentang tujuan diadakannya menu resensi, apa dan karya siapa saja yang dapat dirensensi?
Dari tujuannya, menu resensi dimaksudkan sebagai wadah untuk belajar melihat dan merasakan sesuatu dengan objektif serta menjelaskan kembali kepada orang lain tentang apa yang dilihat, dirasakan dan dipahaminya. Hal ini sejalan dengan makna dari kata resensi itu sendiri yang dapat diartikan sebagai melihat kembali (review). Dengan tujuan yang sangat luas tersebut, pertanyaan tentang apa saja yang dapat diresensi pun dapat dijawab dengan objek yang sangat luas pula, tidak terbatas pada buku seperti yang umumnya dikenal,tetapi juga bisa mencakup resensi blog, lagu, film, sinetron, pertunjukan tari, musik dan drama hingga pameran seni.
Mengenai karya siapa saja yang dapat diresensi, jawabannya adalah karya siapapun layak untuk diresensi. Kita bebas untuk memberikan pandangan dan penilaian tentang suatu karya siapapun. Termasuk karya sendiri? Ehm … untuk pertanyaan yang terakhir ini tampaknya kita kembalikan saja ke esensi dari resensi itu sendiri yaitu melihat kembali atau memberikan penilaian tentang apa yang kita lihat dan rasakan secara objektif. Nah kalau kita menilai karya sendiri apakah unsur objektifitas masih ada (dominan)? Alih-alih menilai secara objektif, yang ada justru promosi diri apalagi kalau penulis resensinya dikenal narsis abis.
Jadi bagaimana kalau karya kita ingin diresensi ? Gampang saja, undang orang lain untuk meresensi suatu karya kita. Kalau kita belum cukup populer, sehingga karya yang dihasilkan (buku, lagu, film dan sebagainya) belum bisa mendorong orang untuk membeli, maka kita bisa memberikannya secara gratis kepada orang-orang yang dipandang bisa meresensi karya kita. Tentu saja no such free lunch …
Oke saya ingin menulis resensi karya orang lain saja deh, tapi saya belum berpengalaman, apakah ada tips supaya bisa mulai meresensi? Ada banyak tips menulis resensi di internet, tinggal tanya saja ke Pakde Gugel. Tapi untuk sekedar memulai, berikut beberapa tips menulis resensi yang dapat digunakan:
1. Pahami dengan sungguh-sungguh tujuan pembuatan suatu karya. Untuk buku misalnya, tujuan penulisan buku dapat dijumpai pada kata pengantar si penulis, sementara untuk lagu atau film bisa dilihat dari pengakuan si pembuat lagu atau film yang biasanya dicatat dan diberitakan oleh media massa. Semua itu kemudian kita cocokkan dengan bacaan dan pengamatan kita.
2. Tentukan tujuan kita melakukan resensi, apakah akan menulis tentang tema buku, keunikan penulisnya atau bukunya.
3. Pahami latar belakang pembaca media tempat kita menulis resensi. Latar belakang pembaca tabloid wanita misalnya, tentunya akan berbeda dengan majalah olah raga yang umumnya didominasi pria.
4. Pahami latar belakang media yang akan kita kirimi resensi. Misalnya jangan menulis resensi tentang buku sepakbola di tabloid atau majalah masak memasak. Hal tersebut bukan saja tidak sopan, tapi sama dengan Jaka Sembung Bawa Golok.
Oke selamat membuat resensi, semoga lewat resensi aktivitas menulis dan ngeblog menjadi semakin lebih menyenangkan.
Print Artikel Ini





[...] This post was mentioned on Twitter by bloggerbekasi. bloggerbekasi said: [Bloggerbekasi.Com] Ayo Membuat Resensi di Be-Blog: Mulai awal April 2010 di blog Komunitas Blogger Bekasi terdapa… http://bit.ly/a8EFwY [...]
Mas Aris,
Terimakasih atas sharingnya soal resensi. Yuuk..mari menulis resensi di BeBlog. Saya baru posting 2 tulisan lagi lho..
[Reply]
yuk ya yuk meresensi… *lagi mikir pilm apa ya yang mau diceritain*
[Reply]
siap-siap…
[Reply]
Saya jadi pingin belajar meresensi buku nih…Makasih ya udah sharing ilmunya yaa….!
[Reply]