Tadi malam, kemarin gitu, saya ke Alfmart dekat rumah. Tumben mereka nggak nyetel Gen FM (96,7 MHz), tapi ya itu tadi… obrolan Banyumasan. Interaktif, melibatkan penelepon.
Saya tanya pramuniaga, itu radio apa? Dia jawab, “Elgangga.” Berapa frekuensinya, dia nggak tahu. Setibanya di rumah, kira-kira sembilan jam lalu, langsung saya googling. Ketemu!
Maka sampai saya menulis posting ini, Elgangga tetap mengudara di rumah kecil saya. Sayang acara Banyumasannya nggak lama. Lalu diisi dangdut, lantas campursari.
Yang menarik bagi saya adalah siaran Banyumasan yang “ngapak-apak” itu. Menarik karena Bekasi, sebagai bagian dari the Greater Jakarta alias megalopolitan Jabodetabekser, menunjukkan keterbukannya terhadap keragaman.
Tentu akan lebih bagus (semoga sudah ada) jika ada juga siaran dari stasiun lain tentang obrolan dan lagu Minang, Sunda, Madura, bahkan Bugis dan Makassar — serta Mandarin.
Bagi saya, radio lokal adalah jendela untuk memahami potret sosio-kultiral sebuah wilayah. Maka selagi menyetir ke luar kota kadang saya menyetel stasiun setempat . Paparan auditif melengkapi paparan koran lokal.
Dulu, sudah lama berlalu, saya sengaja memilih cassette recoder yang ada tuner-nya supaya bisa menyetel bahkan merekam siaran radio. Terutama petikan obrolan dan iklan lokalnya.
Sayang kegemaran itu sekarang berhenti karena “tamatnya” kaset.
Apakah besok saya juga akan mantengin Elgangga? Nggak tahu.
© Ilustrasi: PT Selecta Grage Jaya
Share on Facebook Share on Twitter Share on LintasBerita



Selamat datang Paman Tyo, senang sekali membaca kiriman artikelnya.
Waktu baru menapakkan kaki di Bekasi sampai 8 bulanan yang lalu, radio di Bekasi yang saya tahu cuma ada Elgangga dan Dakta. Terakhir tahu radio Gaya justru dari Pak Rawi
Segmentasi Elgangga kayaknya sudah mulai memudar seiring dengan makin banyaknya Radio-Radio yang bermunculan di Bekasi..
[Reply]
antyo Reply:
October 14th, 2009 at 1:46 PM
@admin (irfan), Segmentasi media memang cenderung menyempit. apalagi radio. Dalam penajaman pun butuh sejumlah langkah ekstra.
[Reply]
Paman Tyo,
Akhirnya tulisan yang ditunggu-tunggu muncul juga dari senior kita di dunia blogger:-)
Tulisan yang sederhana,namun tetap menarik:-)
Welcome to bloggerbekasi.com paman!…
Ditunggu tulisan-tulisan mencerahkan lainnya:-)
Salam
yulyanto
[Reply]
antyo Reply:
October 14th, 2009 at 1:48 PM
@yulyanto, maksudnya senior itu tua kan? Emang sih
[Reply]
Masim Vavai Sugianto Reply:
October 14th, 2009 at 2:43 PM
@antyo,
Kalau tua sebaiknya kan memang memahami arti tersirat suatu kata-kata, paman, huehuehue…
[Reply]
yulyanto Reply:
October 14th, 2009 at 2:43 PM
@antyo,
he…he…bisa aja paman ini:-)..
pokoke mantep dah:-)….
[Reply]
Alhamdulillah, Paman Tyo mulai “beraksi” disini. Terimakasih Paman, ditunggu tulisan-tulisannya yang berikutnya !
[Reply]
antyo Reply:
October 14th, 2009 at 1:49 PM
@amril, “beraksi” — kayak penjahat aja
[Reply]
Selamat datang Paman. Senang akhirnya bisa berjumpa disini.
Ngomongin soal radio di Bekasi, radio Elgangga memang radio pertama yang saya kenal di Bekasi. Kebetulan letak stasiun radionya didepan rumah teman sejawat, yg ternyata orang Banyumas.
Tapi meski tau nama radio Elgangga, jujur saya jarang dengar, bahkan baru tahu kalau frekuensi 100,3 Mhz.
[Reply]
antyo Reply:
October 14th, 2009 at 1:50 PM
@Aris Heru Utomo, nah… ternyata saya gak sendirian
[Reply]
@antyo,
Saya sering dengar dan sering main ke radio ini karena letaknya di jl Serma Marzuki relatif dekat dengan SMAN 2 Bekasi tempat saya sekolah.
Kalau lagi dijalan kadang geli juga dengerin siaran Banyumasan ini, kebetulan isteri orang Brebes dan pamannya ada di daerah sekitaran Tegal-Purwokerto-Banyumas.
[Reply]