Surat ALU untuk MENLH terkait Pertamina
Artikel Friday, October 16th, 2009 402 views
Print Artikel Ini
Kepada Yth.
Deputi MENLH BIdang Pengendalian Dampak dan Lingkungan Sumber Insititusi
up. Asdep Urusan Kajian Dampak Lingkungan
Kantor Kementerian Lingkungan Hidup RI
di
Jakarta
Dengan hormat,
Terkait dengan rencana PT pertamina EP proyek Pengembangan Pondok Tengah akan mengembangkan Lapangan Migas Pondok Makmur, bersama ini kami sampaikan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian :
- Jumlah keluarga miskin yang tercatat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi masih mencapai 108.000 keluarga. Meski masih banyak, jumlah keluarga miskin di Kabupaten Bekasi ini mengalami penurunan dibandingkan 2008 lalu yang mencapai 115.577 keluarga. Namun, jika dihitung satu kepala keluarga lima orang, maka jumlah keluarga miskin di Kabupaten Bekasi masih di atas 500.000 orang. Padahal, jumlah penduduk Kabupaten Bekasi tercatat pada 2007 sebanyak 2,7 juta jiwa. Berarti, sekitar 25 persen penduduk Bekasi masih miskin. “Hampir di semua kecamatan tersebar masyarakat yang tergolong masyarakat miskin, namun ada empat kecamatan yang tergolong memiliki banyak keluarga miskin, yaitu Kecamatan Babelan terdapat 16.000 keluarga, Tarumajaya 10.000, Muara Gembong 6.000, dan Cabangbungin 8.000 keluarga,” ujar Wakil Bupati Bekasi Darip Mulyana kepada wartawan di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis (18/6).
Lihat dan saksikan Babelan-Muara Gembong-Cabang Bungin. Ada sejumlah titik pengeboran pertamina di sini. Pondok Makmur A. Pondok Makmur B. Buni Bakti. Belacan. Kedung. Penombo dan lain-lain. Ternyata memang ditemukannya kandungan minyak di Bumi Bekasi Utara tidak serta merta meningkatkan income per kapita dari masyarakat sekitar.
Selama ini kami memang mendengar ada RP. 20 Milyar yang disumbangkan dari sector Sumber Daya Alam. Persoalannya adalah tidak adanya transparansi dari Pertamina. Berapa total pendapatan Pertamina EP selama ini? Hanya Tuhan yang tahu.
- Dari Sektor Budaya
Pertamina tidak memperhatikan pembangunan budaya dan pelestarian tempat-tempat bersejarah. Sebagai contoh, situs Buni yang terletak di daerah Buni Bakti, Kec. Babelan. Setelah semua hasil penemuannya dibawa ke museum nasional, titik tempat penemuan ini tidak dirawat. Mestinya kan diproteksi sebagai cagar budaya.
Begitu juga yang terjadi di Muara Gembong. Di daerah Belacan ada masjid Alam yang dipercaya sbagai masjid yang berdiri begitu saja. Tidak diketahui siapa yang membangun. Namun perhatian terhadap wilayah ini sama sekali tidak ada. Termasuk Pertamina EP.
Belum lagi peran dan kontribusi yang lebih luas dalam pembangunan karakter budaya orang Bekasi. Sejauh ini Pertamina hanya mengeruk hasil alam di bumi bekasi Utara. Dan, menganggap diri telah menebus dosanya dengan memberikan Rp. 20 M per tahun.
Alangkah indahnya, bila Pertamina menggesa pembangunan budaya dengan mengucurkan dana CSR dalam konteks pembangunan budaya asli Bekasi Utara.
- Sector pendidikan
Sebagai upaya memperluar kesempatan kerja di dunia perninyakan, kami mengusulkan pendirian lembaga pendidikan di bidang Perminyakan baik tingkat sekolah menengah maupun akademi/tingkat lanjut.
Sehingga, peran masyarakat sekitar tidak lagi berkutat dalam sector non-skill dan non-pendidikan. Tenaga ahli (well educated) diharapkan bisa lahir dari lembaga ini. Pendirian lembaga pendidikan ini juga diharapkan berperan dalam konteks transformasi mind set dari buruh tani ke buruh industry.
Selain itu, kami mengharapkan pula Pertamina berperan dalam pelatihan-pelatihan kewirausahaan. Pelatihan ini berperan dalam mengubah paradigm masyarakat. Dari perlatihan ini akan muncul wirausahawan-wirausahawan yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
Demikianlah masukan ini kami sampaikan. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.
Bekasi 17 Agustus 2009
Komarudin Ibnu Mikam
Ketua Litbang ALU (Aliansi Utara)
EMAIL : [email protected]
Blog : komarmikam.multiply.com
Phone “ 021-92119365
0818721014
Print Artikel Ini



