Murid SD Kelas 4 Koreksi Lembar Jawaban
Pendidikan Tuesday, October 11th, 2011 168 views
Print Artikel Ini
Ujian tengah semester ganjil sekolah dasar di lingkungan kabubaten bekasi sedang berlangsung, ujian tengah semester mulai pada hari senin tanggal 10 Oktober 2011, untuk menghadapi UTS ini, anak saya mempersiapkan dengan matang, dalam minggu ini tidak boleh nonton TV, main game apalagi buka internet, siang dan malam konsentrasi belajar, dan jam 8 malam harus sudah tidur, untuk meminimalis objek yang masuk keotak, sehingga akan menimpah memori otak yang sudah ada, ini cara pribadi saya untuk mendidik anak, setiap orang tua mungkin mempunyai cara yang berbeda-beda.. tetapi cara saya ini sampai sekarang masih efektif, terbukti anak tunggal saya dari kelas satu menepati peringkat pertama dikelasnya.
Sore tadi si kecil memberikan lembar jawaban ulangan kewarganegaraan dan agama islam, saya sedikit kagum dengan guru yang mengajar, karena hasil ulangan dengan cepat dikoreksi. saya terkesima dengan hasik ulangan pendidikan kewarganegaraan karena mendapat nilai 6.5 sedangkan agama islam mendapatkan nilai 8.5.
“Kenapa kewarganegaraan dapat 6.5 fer !” tangan saya agak sedikit emosi
“Soalnya susah-susah baget yah”, jawab si kecil.
kemudian saya coba membaca satu -persatu soal kewarganegaraan dan dari 20 soal ujian, ada 7 soaal yang salah.
“Kenapa ini dan ini, ini lagi disalain gurunya ngerti nggak sih!!”, ketus saya
“yang ngreksi bukan bu guru”, jawab si kecil dengan agak takut
“trus siapa yang koreksi, tukang sapu”, cepos saya
“yang koreksi teman saya”, jawab si kecil sambil masuk kamar
itu penggalan dialog singkat saya dengan anak saya tadi sore, apa alasan guru menyuruh murid kelas 4 SD mengoreksi lembar jawaban, terlalu sibuk kah guru sekarang..atau mempunyai maksud lain,sampai tidak sempat mengoreksi lembar jawaban, dari 7 soal yang salah seharusnya 5 soal yang benar, tetapi di salahkan oleh si pengoreksi, seharusnya kalau yang mengoreksi benar, pendidikan kewarganegaraan hanya salah 2.
Bagi pak guru dan bu guru yang membaca tulisan saya ini, saya selaku wali murid dengan amat sangat keberatan, kalau soal hasil ujian dikoreksi oleh anak didiknya, meskipun jawaban dikoreksi dengan cara didektekan, tetapi sitiap anak tidak sama tingkat kosentrasinya, apalagi anak kelas 4 SD.
Cobalah saling menghargai hasil jerih payah anak murid, belum lagi yang mendapat nilan kecil akan jadi bahan perolok-olokan dikelas, karena seluruh siswa didik mengetahuiny, menurut saya nilai tidak boleh bocor kepada siswa lain, untuk menghindari keminderan dan sikap tidak percaya diri si anak.
Sekali lagi saya menghimbau,cobalah sedikit menghargai karya anak-anak, meskipun nilainya kecil, toh mereka sudah berusaha dengan maksimal, jangan ditambah lagi beban moral, karena malu mendapat nilai yang buruk.
“mari kita bersama-sama meningkatkan kopetensi siswa”
Print Artikel Ini



Sebaiknya mas Ferdi menyampaikan langsung ke pihak sekolah, jika ini memang benar. Karena ini sesuatu yang salah. Terima kasih atas sharenya.
[Reply]
Pak Guru malas aja, udah digaji yang kerja malah anak didiknya. Ini jelas kesalahan besar, dan bisa menyebabkan suatu yang buruk untuk yang lain. Baiknya ditegur langsung gurunya, karena ini hak mas. Atau sampaikan hal ini ke pihak sekolah, agar pihak sekolah mengingatkan pada guru yang bersangkutan. Perhatian mas terhadap anak dalam hal belajar, patut ditiru untuk Ortu yang lain. Thanks.
[Reply]
langkah yg paling tepat dan bijak adalah segera datang ke sekolah dan lakukan komunikasi dengan guru yang bersangkutan. Apabila benar kejadiannya seperti itu, maka kita sebagai wali murid wajib melaporkannya kepada kepala sekolah. Intinya adalah dahulukan komunikasi sehingga bisa dipahami demi letak kesalahannya.
salam
omjay
[Reply]
intinya,komunikasi antara guru dan wali murid harus lancar,kalau salah ya saling mengingatkan,..biar ga salah terus.gurunya juga mo nyari enaknya aja tu..
[Reply]
saya mengucapkan banyak terimakasi atas masukan dari bapak-bapak, langkah baiknya, saya temui guru wali kelasnya apa langsung menghadap kepala sekolah,
oom jay mohon saran
[Reply]