Home » Bekasi-Ku » Partisipasi Warga Bekasi di Pilkada Ternyata Rendah

Partisipasi Warga Bekasi di Pilkada Ternyata Rendah

Bersilancar pagi-pagi di internet dapat berita dari berbagai media online mengenai hasil Pilkada Kota Bekasi 16 Desember 2012 lalu. Meski hasil resminya baru akan diumumkan pada tanggal 2 Januari 2012, namun perhitungan suara manual oleh KPUD Bekasi yang dilakukan pada Rabu malam (26/12) sudah diketahui dan tersebar luas.

Hasil perhitungan dari KPUD Bekasi adalah Pasangan Rakhmat Effendi dan Ahmad Syaikhu memperoleh suara sebanyak 336.900, pasangan Dadang-Lucky sebanyak 196.823 suara, pasangan Sumiyati-Anim sebanyak 146.218, Salih-Aam sebanyak 46.112 suara dan pasangan Awing-Andi sebanyak 44.187. Selamat untuk pasangan Rakhmat Effendi dan Ahmad Syaikhu yang berhasil mengungguli pasangan lainnya dengan jumlah suara sebanyak 42 persen dari 800.598 warga pemilih (770.240 suara sah dan 30.358 suara tidak sah).

Ya hanya 800.598 warga kota Bekasi yang berpartisipasi dalam pilkada. Padahal menurut data dalam Daftar Pemilih Tetap tercatat 1.617.479 warga Bekasi yang berhak memilih. Artinya hanya 49,46 persen warga yang menggunakan hak pilihnya. Sisanya sebanyak 50,64 persen warga tidak menggunakan hak pilihnya alias golput.

Jumlah pemilih di bawah angka 50 persen ini jelas-jelas menunjukkan rendahnya minat warga kota Bekasi untuk berpartisipasi dalam pilkada. Padahal pilkada dilaksanakan pada hari Minggu, hari libur. Kalau saja pilkada dilaksanakan di hari kerja, mungkin bisa dimaklumi karena sebagian besar warga kota Bekasi bekerja dan mencari nafkah di Jakarta. Bekasi ibaratnya cuma tempat numpang tidur saja.

Rendahnya minat warga berpartisipasi di pilkada di hari libur tentu saja bisa menimbulkan sejumlah tanya. Beragam alasan bisa dimunculkan. Dalam postingan saya terdahulu misalnya sudah disinggung komentar warga Bekasi di milis-milis, misalnya tidak adanya calon yang bagus dan memiliki kompetensi memadai.

Alasan lain, warga lebih memilih waktu libur untuk bersantai bersama keluarga. Jalan-jalan keluar kota atau sekedar nongkrong di rumah. Bahkan seorang teman saya, yang saya tahu rajin menulis dan sering membuat postingan reportase, kali ini tidak mereportase pilkada sama sekali, meski hanya sekedar foto jempol. Denger-denger, teman saya tersebut ternyata lebih memilih undangan bersantai di sebuah hotel di Ancol daripada nyoblos.

Alasan lain yang justru sangat penting adalah tidak semua warga Bekasi yang namanya tercatat dalam Daftar Tetap Pemilih atau masih ber KTP Bekasi yang menerima surat undangan untuk datang ke TPS. Karena tidak dapat undangan, banyak yang tidak tahu kalau tanggal 16 Desember 2012 adalah tanggal pelaksanaan penyoblosan. Untuk hal ini, lagi-lagi saya gunakan contoh teman saya, sebut saja namanya Yanto. Meski yanto saat ini tidak lagi tinggal di Bekasi karena baru pindah rumah ke Jakarta, namun ia masih ber KTP Bekasi dan tempat tinggal orang tuanya pun masih di Bekasi (sama dengan alamat di KTP Yanto). Menurut Yanto, kalau saja ada pemberitahuan penyoblosan yang dikirim ke alamat orang tuanya, ia pasti datang dan ikutan memilih.

Jadi kesimpulannya, partisipasi warga Bekasi dalam pilkada rendah karena alasan tidak adanya calon yang bagus dan layak untuk dipilih. Ibarat pepatah ‘tak ada rotan akar pun jadi’, bisa jadi dalam pandangan warga Bekasi, calon-calon walikota dan wakil walikota yang maju saat ini cuma sekelas akar pohon.

Alasan kedua, warga Bekasi tidak peduli dengan pilkada, karena apapun hasilnya tidak akan mempengaruhi kehidupan warga. Sementara alasan ketiga adalah lebih kepada kekurangan penyelenggara pilkada dalam mengelola pelaksanaan pilkada sehingga banyak warga yang tidak mendapatkan pemberitahuan yang semestinya.

Nah itu pendapat saya, bagaimana pendapat teman-teman semuanya?

Print Artikel Ini Print Artikel Ini
Posted by on Dec 27 2012. Filed under Bekasi-Ku. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

5 Comments for “Partisipasi Warga Bekasi di Pilkada Ternyata Rendah”

  1. Setuju mas, terbukti juga dengan rendahnya partisipasi warga blogger bekasi yang tidak ikutan lomba di Beblog ini, bisa karena hadiahnya kurang WOW, bisa juga karena memang sudah tidak peduli lagi dengan perkembangan Kota-nya :-) sayang sekali :-) …yanto oh yanto:-)

    Salam
    yy

    [Reply]

  2. *rendahnya partisipasi warga blogger bekasi yang ikutan lomba di Beblog ini*

    [Reply]

  3. Saya termasuk warga yang tetap mencoblos meski buat saya para kandidat semuanya kurang greget dan memperkirakan bahwa kota Bekasi akan berjalan demikian adanya hingga 5 tahun kedepan.

    Memang benar kalau ada asumsi warga kebanyakan apatis dengan pilkada dengan berkaca pada pengalaman pilkada yang lalu-lalu.

    Meski demikian, semoga pemenang Pilkada bisa belajar dari rendahnya partisipasi warga dengan menunjukkan kinerja dan kualitasnya agar asumsi-asumsi under estimate ini bisa dijawab dengan hasil yang baik. Semoga.

    [Reply]

  4. kalau dari tingkat pilkada saja sudah rendah, bagaimana nanti nasib dengan pemilihan presiden Indonesia? semoga saja tetep tinggi.

    [Reply]

  5. mungkin rakay sudah bosen dengan pilkadal-pilkadalan yang hanya mborosin anggaran tetapi kebanyak tidak menghasilkan pemimpin yang mumpuni, mencintai dan dicintai rakyat!

    [Reply]

Leave a Reply

Bergabunglah dengan lebih dari 1995 blogger. Jumlah inipun masih akan terus bertambah jadi jangan menunggu menjadi orang yang terakhir bergabung dengan kami.

Siapa saja yang sudah terdaftar?

Login

Login Anggota
Lost Password?

Amprokan Blogger | Temu Blogger Nusantara

Banner Komunitas

Komunitas Blogger Bekasi

Copykan Kode dibawah ini ke Blog/Website Anda!

© 2012 Komunitas Blogger Bekasi. All Rights Reserved. Log in - Designed by Gabfire Themes