Home » Artikel » Asean Blogger : Belajar Pembangunan Berbasis Budaya

Asean Blogger : Belajar Pembangunan Berbasis Budaya

Sebuah keberkahan saya ikut ASEAN Blogger Festival di Solo, 9-12 Mei 2013. Dialog kebudayaan melalui interaksi antar blogger dari berbagai daerah dan negara menjadi akselerasi ide dan pemikiran. Peserta juga diajak singgah ke beberapa tempat di Solo. Diawali dengan welcoming dinner di rumah Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo hingga penutupan di Keraton Solo. Satu hal yang amat berkesan bahwa Solo mampu membangun dengan budaya dan kearifan local. Hal itu kentara terlihat dalam pola laku dan aktivitas Kota Surakarta (Solo).

 

Surakarta, nama lain dari Solo, sungguh memang memberikan pelajaran kita. Daerah ini tidak punya Sumber Daya Alam (SDA) seperti minyak dan gas bumi. Namunn, nampaknya Daerah minus SDA ini lebih baik daripada minus SDM (sumber daya manusia-nya).

 

Kekayaan budaya tradisi dan kreatifitas menjadi unggulan dan modal penting perekonomian Kota Surakarta. khususnya bagi tumbuh kembangnya kegiatan pariwisata, budaya, olah raga perdagangan dan jasa. Hal ini terlihat saat acara Pagelaran Sendratari di Pura Mangkunegara. Sejumlah seniman cilik mementaskan tari. Adit (11) mengaku berlatih dua kali dalam sepekan. Setiap rabu dan Jumat. Cukup dengan merogoh kocek Rp. 20.000 per bulan, mereka bisa mengasah kehalusan budi dengan mempelajari tari-tarian. Karena tari-sastra adalah nafas peradaban. Dengan pipa ini, segala mumet dan pekak kontaminasi polusi peradaban bisa dihembuskan.

 

Surakarta atau lebih dikenal dengan panggilan Solo (Sala) bukan hanya salah satu kota Besar di Jawa Tengah, tapi juga salah satu kota yang besar karena kekayaan budaya dan adat istiadatnya. sebuah kota yang bisa hidup dengan mengandalkan industri kreatifnya. Batik, salah satunya. Batik kini menjadi trend dunia. Dan, hebatnya dengan kebijakan yang lebih mengedepankan pasar tradisional, yang menikmati boomin batik ini adalah rakyat banyak.

Kalau kita ingin menauladani langkah ini, hal pertama yang harus dilakukan adalah merekonstruksi arsitektur budaya wilayah kita. Dalam konteks ini Bekasi. Bekasi Kabupaten khususnya. Baru kemudian hal-hal implementatif kita lakukan sebagai sub kultur dari desain besar Budaya Bekasi.

Menindaklanjuti gulana pemikiran, saya memprovokasi H. Sunaryo, salah seorang tokoh masyarakat Buni. Mengundang sejumlah kalangan untuk sharing soal Budaya Bekasi. Sejumlah kalangan hadir dalam acara kongkow-kongkow informal. Ternyata, peserta kongkow sepakat bahwa Bekasi sejauh ini kehilangan elan semangat untuk mendefinisikan Budaya Bekasi. Kehilangan identitas. Kita masih kekurangan definisi menyangkut apa yang dimaksud dengan Konstruksi Budaya Bekasi. Kagak danta. Karena itu kemudian menjadi PR bagi semua pemerhati budaya untuk melakukan re-inventing the cultural heritage of Bekasi. Menemukan kembali warisan budaya Bekasi.

Pun demikian, penerbitan Perda no. 7 tahun 2013 tentang Pelestarian Benda Cagar Budaya menjadi tonggak dari ikhtiar mendefinisikan Budaya Bekasi. Tinggal tugas kita selanjutnya menggiring pemerintah kabupaten untuk terus memprioritaskan perhatian terhadap Konstruksi Budaya Bekasi. Bagaimana pun intervensi dari pemerintah daerah menjadi faktor penting sebagai pijakan pembangunan teori budaya Bekasi.

Sebagai contoh Kota Solo, peran pemerintah daerah sangat penting dalam mengawal dinamika pembangunan budaya ini untuk terus bergerak dalam rel kerakyatan. Yang berpihak. Yang mensejahterakan dan mengangkat marwah daerah dan penduduknya.

Longok saja di Pasar Klewer, Solo. Dari ujung ke ujung batik dijajakan dalam rupa ragam yang variatif. Mulai dari lurik, daster, blankon, tas batik, wulung, sendal sepatu. Batik mampu menjadi roh dari kedigdayaan buaya lokal yang mampu mensejahterakan masyarakat. Dari ujung kaki sampai ujung rambut, semuanya bisa bernuansa batik. Sampai-sampai pesanpolitik pun nongol di sela-sela baju bocah seharga 20-35 ribuan. “Enak zaman ku to?” dengan gambar mantan presiden Soeharto. Sebuah dagelan nyinyir, nyindir.

 

Ini pelajaran penting. Mendorong budaya lokal menjadi trend harus diparaleli dengan kebijakan politik yang berpihak. Sebagai contoh, sayur pucung gabus merupakan kuliner asli Bekasi. Tapi ikan gabusnya sendiri harus diimpor dari Lampung. Ironis!

 

Artinya, gerakan horizontal dari masyarakat budaya dengan mengikhtiarkan budaya lokal masuk harus diiringi dengan perlindungan secara vertikal dari pemerintah. Butuh banyak akselerasi yang harus dilakukan. Butuh banyak intervensi untuk menstimulasi budaya lokal lebih sakti melawan mandraguna modern dan asing. Pelajaran berharga…[twitter : @bangkomarbekasi]

Print Artikel Ini Print Artikel Ini
Posted by on May 18 2013. Filed under Artikel. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

12 Comments for “Asean Blogger : Belajar Pembangunan Berbasis Budaya”

  1. Ayo kita bikin acara untuk Budaya Bekasi, Bang…

  2. @@Irfan_zj, Bekasi art and culture festival….

  3. @komar, temen2 ikatan alumni mau ngadain festival kuliner asli bekasi..

  4. pengalaman yg keren, dan nampaknya kita bisa memulainya di bekasi

    salam
    Omjay

  5. Bangkomarbekasi

    @wijayalabs, iya om. Ini patut jadi ditiru…

  6. Amril Taufik Gobel

    Siap mendukung gerakan inovatif untuk kebudayaan bekasi oleh Bang Komar :)

  7. serius nih daeng? saya ada agenda FESTIVAL KULINER DAN MAENA BOCAH TRADISIONAL bantuin cari sponsor ya

  8. Aris Heru Utomo

    Budaya pada hakekatnya adalah apa yg hidup di masyarakat. Dan budaya Bekasi, seperti halnya Betawi, tidak begitu berkembang karena secara demografis Bekasi bukanlah kota homogen seperti Solo. Tapi Bekasi bisa belajar dari Solo dan memanfaatkan kultur pendatang misalnya mengembangkan budaya hightech … konkritnya? ngupi dulu yuuk …

  9. @Aris Heru Utomo, yes, you’r right sir! Bekasi vs. Solo. It’s very different. Bekasi more plural than Solo. it it problem but alsa an advantages…

  10. artikel yang sangat menarik dan tentunya sangat membantu dan bermanfaat buat, saya ucapkan terima kasih atas kebaikan anda

  11. share yang anda berikan dalam blog ini memberikan dorongan buat saya, terima kasih saya ucapkan semoga mendapat balasan dari yg maha kuasa, amin.

  12. terima kasih atas imformasi yang anda berikan khususnya buat saya umumnya untuk semua yang sempat membaca blog anda ini. ini sangat membantu saya.

Leave a Reply

Login

Login Anggota
Lost Password?

Amprokan Blogger | Temu Blogger Nusantara

Banner Komunitas

Komunitas Blogger Bekasi

Copykan Kode dibawah ini ke Blog/Website Anda!

© 2013 Komunitas Blogger Bekasi. All Rights Reserved. Log in - Designed by Gabfire Themes