Mendulang Hasil Melalui Keberanian
Tips Wednesday, May 19th, 2010 441 views
Print Artikel Ini
Oleh. Purwalodra
Banyak orang takut melakukan sesuatu yang belum pernah mereka lakukan, termasuk saya. Tindakan yang akan kita lakukan selalu berujung pada pikiran yang pesimis karena pertimbangan banyak hal. Sehingga rencana hanya tinggal rencana tanpa hasil yang berarti. Orang seperti ini biasa saya sebut sebagai orang yang takut akan konsekwensi dari tindakannya alias tidak memiliki keberanian.
Secara umum biasanya kita sudah mengetahui bahwa apa yang kita lakukan itu salah atau benar, melanggar norma-norma yang berlaku umum atau tidak, hal itu sebenarnya bagi manusia dewasa bisa kita rasakan dalam diri masing-masing. Namun lagi-lagi banyak orang meragukan ”Bagaimana caranya, Bagaimana metodenya, dan apa saja konsekwensinya.”
Kita semua pasti pernah mengalami, ketika rencana sudah tersusun dan hasil sudah tergambar, tiba-tiba kita dihadapkan pada cara atau moetode yang harus kita tempuh. Dan justru tindakan kita akan berhenti ketika konsekwensi mulai menghadang tujuan baik yang akan kita lakukan. Hal ini menjadi sangat wajar karena sebagai manusia, kita selalu berhitung untung-rugi dalam semua tindakannya.
Penerjemahan sebuah Hadist yang mengatakan bahwa hari ini lebih baik dari hari kemaren dan hari esok harus lebih baik dari pada hari ini, merupakan pagar dan rambu-rambu yang sangat kuat dalam diri kita, untuk selalu berhati-hati dalam melakukan suatu tindakan. Sehingga hampir seluruh tindakan kita selalu mempertimbangkan bagaimana cara dan metode serta konsekwensinya. Dari pengalaman ini tidak sedikit kita melakukan apa yang seharusnya kita lakukan. Kita kurang menghargai kejujuran, dan kita takut keberanian yang kita lakukan membawa bencana.
Di sekitar kita, yang paling banyak kita lihat adalah orang yang berani karena segala sesuatunya sudah bisa diukur dengan kemampuan dirinya, baik caranya, metodenya maupun konsekwensinya. Apakah kita pernah melihat orang yang berani melakukan tindakan tanpa terlebih dulu mempertimbangkan segala sesuatunya ?. Banyak alasan, mengapa kita harus mempertimbangkan segala sesuatunya terlebih dulu sebelum melakukan tindakan. Menurut pandangan banyak orang, dengan mempertimbangkan segala sesuatunya, kita akan lebih aman, dan tujuan akan lebih mudah dicapai.
Lalu saya balik bertanya, mengapa individu, perusahan, institusi atau lembaga yang memiliki perencanaan handal dan sumber daya unggul pun bisa bangkrut alias pailit ? Bukankah seharusnya mereka selalu akan berhasil ?, karena mereka sudah mempertimbangkan segala sesuatunya untuk bertindak. Mereka pun lalu berdalih jika terjadi kegagalan, bahwa semua ini karena Human Eror, Oknum atau Kondisi Global yang tidak kondusif. Dari sini saya hanya ingin mengatakan, seperti juga yang dikatakan Mario Teguh, bahwa mengapa kita nggak berani terjun ke jurang sambil membuat sayap ?.
Yang kita butuhkan dari kita semua adalah berani titik. Entah itu berani bertanggungjawab, bernai jujur, maupun berani melakukan apa yang belum kita ketahui. Kata kunci ”berani” secara universal mengandung makna positip dan negatif. Orang yang biasa melanggar norma dan nilai-nilai, pasti mereka akan berani melakukan tindakan kriminal. Namun bagi orang yang bisa berlaku positip dan baik untuk dirinya dan orang lain, pasti mereka akan berani melakukan tindakan yang positip, jujur dan melakukan perbuatan baik kepada orang lain. Artinya sederhana saja, orang yang berfikir positip tindakannya pun positip, tidak menghakimi dan apa yang ia lakukan selalu bermanfaat buat orang lain. Mereka tidak pernah berfikir bagaimana caranya, metodenya bahkan konsekwensi apa yang akan diperolehnya.
Buat saya yang terpenting sekarang, bagaimana saya bisa belajar berani. Karena berani akan menghasilkan cara, metode bahkan kemampuan untuk mengantisipasi apa yang akan terjadi pada diri kita, yang bersifat negatif. Jika kita menanam Keberanian, meskipun kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi nanti, kita akan menanam fikiran yang menghasilkan. Jika kita menanam Pikiran yang menghasilkan, maka kita akan memanen keyakinan yang kuat. Jika kita menanam keyakinan yang kuat, maka kita akan memanen potensi/kemampuan yang terus meningkat. Benar atau tidak apa yang saya ungkap ini, Wallahu A’lam Bisshawab. Bagi saya keberanian adalah segalanya.
Bekasi, 19 Mei 2010.
Print Artikel Ini





fotonya lucu ^_^
[Reply]