Untuk Perempuan Bermahligai Rembulan
Cerita Pendek, Fiksi Friday, June 4th, 2010 729 views
Print Artikel Ini
Hai Perempuan Bermahligai Rembulan,
Apa kabarmu?
Cuaca di awal bulan Oktober ini sungguh sangat tak terduga. Seharusnya–menurut ramalan meteorologi– hujan akan turun membasahi bumi, dan awal bencana banjir akan tiba. Tapi ternyata tidak. Mentari masih bersinar cerah, tak ada satupun mendung kelam menggelayut di langit.
“Ini efek pemanasan global,” begitu katamu. Selalu, seperti berapologi sekaligus menunjukkan pengetahuanmu yang luas tentang deviasi cuaca akibat gejala ini. Dan aku, juga selalu, akan mengangguk-angguk perlahan sambil tetap menatap takjub binar matamu yang mengerjap indah.
“Ini,”lanjutmu lagi,”membuat iklim di berbagai belahan dunia, susah ditebak, sulit diprediksi, kapan mulai atau berakhirnya”.
“Ya,” sergahku tiba-tiba. “Seperti kamu, juga susah diprediksi, sebuah dampak buruk dari efek pemanasan global. Kadang-kadang terik menyengat lalu tiba-tiba dingin menggetarkan. Sungguh menyebalkan, juga sangat menggemaskan. Sejak kapan sih kamu mulai “berkoalisi” dengan “efek pemanasan global” itu?”
Kamu tertawa geli, menunjukkan barisan rapi gigimu yang mendadak menjelma seperti terali yang memenjarakanku dibalik pesona kilaunya.
Ah, kamu memang selalu membuatku terperangkap dan tak bisa lepas dari kerinduan untuk selalu dekat denganmu,bahkan ketika ratusan purnama berlalu melewati tingkap waktu. Meski tentu saja, aku tahu, adalah tak mudah memahamimu. Mengerti keinginanmu yang kerap berubah tanpa sempat memberiku waktu untuk sekedar sadar apa sebenarnya yang telah terjadi.
Ketika payung telah kusiapkan untuk menghadapi hempasan badaimu, kamu justru tiba kepadaku dengan desir gerimis kecil sembari tertawa menengadahkan wajah menyambut titik-titik air itu menyiram lembut kulitmu atau saat tak kusiapkan apa-apa karena menganggap langit akan cerah seperti langit bulan Juni,, kamu datang kepadaku dengan badai tornado yang dashyat menerbangkanku jauh ke awan lalu membantingku keras ke lantai bumi. Kamu sungguh-sungguh tak terduga. Bingung sekali rasanya menghadapimu.
“Persekutuan” mu dengan “efek pemanasan global” membuatku untuk mencoba terus belajar memahamimu. Mendeteksi secara dini gejala spesifik kapan kamu bahagia, marah atau malah kedua-duanya sekaligus.Tapi tak mudah. Dan itu membuat kita berbeda. Juga jauh.
Seperti saat ini ketika badai itu kembali kamu kirimkan kepadaku bersama gelegar petir, hempasan angin dan deras hujan, membuatku meringkuk, gemetar kedinginan. Sendirian. Bersama desir rindu yang luruh sia-sia di sudut hati.
Saat semuanya tergenang dan tenggelam, aku melihatmu begitu jauh disana, berdiri tegak pada sebuah pulau kecil dimana butuh sebuah perahu untuk mencapainya. Harapan sederhana lantas terbit dihati. Karena bumi ini bulat, selalu ada kemungkinan untuk bisa bertemu denganmu kembali pada sebuah tempat, disuatu waktu, dimana aku bisa menikmati mahligai rembulan dari sosokmu yang memancar lembut melerai gundah hati.
Lalu kita bersama menikmati pelangi yang berkilau indah seusai badai hujan seraya lirih kulantunkan puisi untukmu
Pernahkah kau bayangkan
Rangkaian mimpi yang kupahat di temaram langit
Adalah wujud rinduku yang luruh dalam hening
Dan tenggelam dalam kerik jengkerik di beranda
Pernahkah kau bayangkan
Disetiap rentang waktu yang riuh
dimana kurekat erat binar matamu
Selalu kutitipkan harap disana
Dalam desau angin dan desir gerimis senja
Pernahkah kau bayangkan
Pada kelopak mawar disudut taman
Dan jernih embun yang menitik diatasnya
Kusimpan gigil gairahku yang membara padamu
Disetiap tarikan nafas
saat kulukis paras purnamamu di kanvas hatiku
Print Artikel Ini





[...] This post was mentioned on Twitter by bloggerbekasi, bloggerbekasi. bloggerbekasi said: [Bloggerbekasi.Com] Untuk Perempuan Bermahligai Rembulan: Hai Perempuan Bermahligai Rembulan, Apa kabarmu? Cuaca d… http://bit.ly/bWwq3x [...]
wao klepek-klepek kekasihnya mendengar puisi yang mempesona ini!
[Reply]
amril Reply:
June 8th, 2010 at 12:32 PM
@aura pelupa, hehehe…klepek2 seneng ya?
[Reply]
Cerpen yang sangat bagus! Sukses buat anda!
[Reply]
amril Reply:
June 8th, 2010 at 12:33 PM
@nuansa pena, Thanks ya
[Reply]
Aw aw w aw w w w w jadi pengen nanger ngebacanya? Sangat mengharukan. Terus kelanjutannya ayahnya pergi kemana tuh ? . . . Penasaran. lanjut dong
[Reply]
amril Reply:
June 8th, 2010 at 12:34 PM
@sgenk, Thanks ya…saya juga langsung aw..aww..aww..membaca pujian ini..hehehe
Ayahnya? Perasaan di tulisan ini gak ada yg membahas soal ayah deh.
[Reply]
keren mas ^^
kapan ya bisa nulis disini ??
[Reply]
amril Reply:
June 8th, 2010 at 12:34 PM
@irmasenja, Thanks ya Irma, ditunggu tulisannya. Atau mau dibimbing caranya secara privat tapi online? hehehe
[Reply]
irmasenja Reply:
June 8th, 2010 at 12:38 PM
@amril, iya mas..sepertinya kalo aku udh tahu apa yg mau aku tulis,perlu bimbingannya untuk posting karena penjelasan mas amril di acara miladedebloger itu lupa lagi hehehe
makasiih sebelumnya ya ^^
[Reply]
amril Reply:
June 8th, 2010 at 1:39 PM
@irmasenja, Sebenarnya mudah lho. Saya jelaskan disini saja ya?
1. Login di “Login Anggota” disisi kiri
2. Setelah itu akan masuk di “dashboard” Blogger Bekasi
3. Klik “New Post”
4. Masukkan konten tulisan. Saya pernah menulis materi tutorial soal penulisan konten dalam wordpress. Bisa didownload di
http://www.ziddu.com/download/7340791/tutorial_blogging_byAmril-Taufik-Gobel.ppt.html
5. Centang Kategori yg diinginkan yg ada di sisi kanan. Kalau untuk “fiksi” centang kategori itu dan bila puisi centang sub kategorinya di “puisi”
5. Setelah itu cek ulang kembali, bila ada yg perlu dikoreksi
6. Klik “publish”
Nah mudah kan’?
Selamat mencoba, ditunggu postingnya
[Reply]
nah kalo ini lebih jelas mas,
makasih untuk penjelasannya ya…..
^_^
[Reply]
amril Reply:
June 8th, 2010 at 1:55 PM
@irmasenja, sama-sama, Irma. Kalau masih bingung, silahkan “colek” saya lagi disini..hehehe
[Reply]
irmasenja Reply:
June 8th, 2010 at 3:10 PM
@amril, mas amril,kalo mau dicancel gmn ya ?? lupa belum masukin imagenya hehe :p
[Reply]
amriltg Reply:
June 8th, 2010 at 3:23 PM
@irmasenja, Jangan…jangan dicancel. Edit saja.Masuk kembali ke dashboard, klik post, dan klik posting Irma tadi. Baru disunting disana. Tadi saya udah nambahin gambarnya. Mudah2-an cocok. Kalau tidak, dihapus saja dan diganti dengan gambar Irma
[Reply]
irmasenja Reply:
June 8th, 2010 at 3:29 PM
@amriltg, ya udah mas,gak papa…makasih ya udh ditambahin gambarnya ^^
kok bisa lupa ya nambahin gambarnya hehe…
sekali lagi makasih ya mas amril ^^
[Reply]
ilustrasi cocok dengan cerpen…good.
[Reply]