Wisata Pantai Asli
Perjalanan Thursday, June 10th, 2010 1,303 views
Print Artikel Ini
Bagi para penggemar wisata pantai, maka nama Pulau Bangka pasti masuk dalam daftar pantai unggulan mereka.
Pulau Bangka, sebuah pulau kecil yang mempunyai kandungan berton-ton timah dalam perut buminya. Hebatnya tidak hanya di darat, tetapi bahkan sampai ke dasar laut-lautnya, semua penuh dengan logam timah. Kalau kita melihat Pulau Bangka dari pesawat, maka bumi pulau Bangka ini terlihat seperti tercabik-cabik di beberapa lokasi. Tambang-tambang timah yang tidak jelas statusnya maupun yang legal bertebaran di seluruh penjuru pulau.
Di belakang deretan rumah penduduk, terlihat juga hasil cabikan-cabikan alat berat excavator pencari timah. Nafas pulau Bangka memang adalah nafas Timah, karena memang sampai sekarang logam timah masih menjadi komoditi yang paling diunggulkan di Bangka. Penambangan logam timah memang tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini PT Timah, tapi dilakukan juga oleh para penambang kecil-kecilan, para penduduk asli terlihat ikut aktif mencabik-cabik bumi pulau Bangka.
Saat ini, bahkan sudah terlihat pemain dari negeri tetangga (mayoritas dari China) yang ikut menikmati kekayaan timah pulau Bangka. Wow…timah benar-benar menjadi produk komoditi unggulan pulau ini. Timah adalah madu hitam dari pulau Bangka.
Setelah kita mencoba menyusuri beberapa pantai yang ada di pulau Bangka, barulah terlihat betapa bumi Bangka ini ternyata penuh dengan deretan pantai yang luar biasa indahnya. Laut yang bersih jernih bening, pantai yang indah asri penuh sepoi angin laut, menjadi sebuah komposisi pas yang membuat betah siapapun yang melangkahkan kakinya ke sepanjang pantai pulau ini akan merasakan sebuah harmoni alam yang sangat indah.
Bagi mereka yang pernah menonton film laskar pelangi, tentu sudah tidak asing dengan keindahan pantai Bangka. Pasti mereka sangat memahami indahnya pantai yang ada di pulai Bangka Belitung ini. Pasir yang lembut dikombinasikan dengan bongkahan batu-batu besar, yang menonjol di beberapa bibir pantai, membuat nyaman saat ingin bermain pasir di pinggir pantai atau sekedar duduk-duduk santai di bibir pantai, menikmati usapan angin laut yang menyentuh semua pori-pori kulit kita. Indahnya alam ciptaan Tuhan ini. Subhanallah.
Berbeda dengan pantai Parangtritis di Yogya, yang juga indah, maka ombak di pantai pulau Bangka adalah ombak yang begitu bersahabat. Berbeda juga dengan Pantai Tanjung Lesung, yang meskipun indah dan asri dan ombaknya sangat bersahabat, tetapi tidak ada batu-batu besarnya. Pantai disini penuh cewek cantik dan batu-batu besar yang kering dan tidak berlumut.
Berbagai jenis Olahraga air menjadi pilihan yang menyenangkan dan mempunyai risiko yang kecil dibanding pantai-pantai yang ada di sepanjang pantai selatan pulau Jawa.
Jika ingin olah raga Diving (menyelam), maka biaya yang perlu dikeluarkan hanya 500 ribu per orang. Biaya itu sudah termasuk biaya briefing untuk instruktur, biaya kapal dan biaya penyelam pendamping selama menyelam. Sayangnya, kita harus mencari 4 orang penyelam lagi, agar kapal mau mengantar kita ke lokasi penyelaman. Bisa dibilang biaya “diving” ini adalah 2.5 juta per kapal, maksimal 5 orang. Ke laut kalau tidak disempatkan diving memang sangat disayangkan. Sayangnya itulah yang terjadi padaku. Aku terlambat mengetahui fasilitas ini, sehingga menjadi hutangku kalau aku kesana lagi.
Salah satu Pantai yang indah, lengkap fasilitasnya dan paling dekat dengan lokasi hotel adalah pantai PARAI. Inilah sebuah pantai yang langsung bersentuhan dengan Hotel PARAI. Ada sensasi menarik yang patut dirasakan di lokasi ini. Itulah sebuah lokasi menjorok ke laut yang mereka sebut dengan nama “The Rock Island Grill and Bar”.
Menu makanan yang disajikan memang menu standard makanan laut (sea food), tapi ada tambahan menu “nyleneh” yang membuat kita tergelitik untuk mencobanya, “gado-gado”!. Bagaimana pemilik resto ini bisa punya ide memasang menu Gado-Gado di tepi pantai Bangka.
Saat kucoba memesan makanan ini, maka aku harus mengakui bahwa bumbu gado-gadonya sangat pas untuk selera lidah “wong yogya”, manis dan tidak pedas. Tentu kalau pingin pedas harus memberikan order khusus. Meski begitu, rasanya memang aneh, makan gado-gado kok di pantai.
Keramahan khas penduduk asli pulau Bangka, tentu membuat nilai tersendiri bagi para pelancong yang berwisata ke Bangka. Mereka sama sekali tidak terpengaruh oleh krisis moneter yang terjadi di Amerika, meskipun mereka merasakan animo penambang [kecil-kecilan] sedikit menurun karena turunnya harga timah. Namun semua itu tidak membuat senyum lari dari wajah mereka. Banyak wajah yang terlihat nyaman saat dipandang, sehingga pantai ini makin terasa nyaman dinikmati.
Bayangkan saja kalau kita melihat Dewi Sandra, selebriti kelahiran Bangka, yang selalu tersenyum, maka begitulah sebaiknya kita membayangkan keramahan penduduk pulau Bangka [meskipun tidak semua penduduk Bangka secantik Dewi Sandra], yang tidak cantik juga ada.
Beberapa penduduk asli Bangka yang kutemui dan sempat kuajak ngobrol, semuanya memberikan kesan yang mirip dengan tipikal “wong Jowo”, sabar, “nrimo” [menerima apa adanya] dan tidak “neko-neko” [tidak punya keinginan yang bermacam-macam]. Semua wajah itu memancarkan keteduhan yang membuat hati menjadi adem. Mungkin tidak semua penduduk Bangka seperti yang kugambarkan, tapi itulah wajah-wajah yang kutemui selama aku disana.
Jadi buat siapa saja yang ingin menikmati keindahan pantai yang ada di pulau Bangka, siapkan diri anda untuk merasakan sensasi indahnya pantai berbatu besar, berpasir lembut dengan bonus keramahan penduduknya. Jangan lupa kuliner yang luar biasa lezatnya adalah MARTABAK BANGKA ASLI. Pasti kita akan dibuat geleng-geleng kepala menikmati rasa martabaknya yang kluar biasa lezat. Jauh bedanya dengan martabak bangka yang beredar di luar pulau Bangka.
Begitulah Allah menciptakan keindahan dan kelezatan di muka bumi ini. Segala puji kita panjatkan hanya kepada Allah, Sang Maha Pencipta, Yang Maha Adil. Semoga kita mampu menjadi hambaNya yang pandai bersyukur.
Insya Allah. Amin.


+++
Pantai Bangka menjelang malam
Wisata Air Garut
Tak ada pantai indah di Surabaya, tapi ada wisata air di sungai
+++Penulis adalah Wakil Ketua BeBlog yang aktif juga di Komunitas Blogger Cikarang, blog pribadinya ada di "Kehangatan Blog Eshape".
Selain itu aktif juga dalam kegiatan Bisnis Kuliner Nasi Goreng maupun Mie Ayam SEHATI
Nick namenya Eko Eshape
Print Artikel Ini






Penambangan harus ditertibkan jangan sampai merusak alam yang indah ini, jangan sampai pulau ini lenyap!
[Reply]
eshape Reply:
June 10th, 2010 at 9:06 AM
@nuansa pena,
bener tuh
penambangan liar itu bener-bener bikin pusing pengelolaan lingkungan hidup
[Reply]
PP nya Berapa Pak?????
[Reply]
eko eshape Reply:
June 10th, 2010 at 2:29 PM
@Bapaoisicinta,
aduh ini yang aku gak tahu
soalnya tahu-tahu sudah duduk di kursi pesawat dan diantar ke lokasi
tapi pasti bisa di”search” pakai Om Gugel
salam
[Reply]
Oh ini fotonya…terlihat sangat asri…sejuk…
[Reply]
eshape Reply:
June 11th, 2010 at 2:28 PM
@nida,
iya nih
kapan main ke sana?
[Reply]
klo untuk berkerja di bangka adalah tempat yang benar benar membosankan..tapi untuk wisata saya akui memamng luar biasa…untung saja saya ditempatkan di tempat yang memiliki wisata laut luar biasa..tapi jika untuk berkerja sangat sulit…hidup disini mahal… warga asli malah sangat berfikiran negatif terhadap pendatang…
lalu lintas semrawut..tidak ada angkutan umum..kota yang menyebalkan
[Reply]
eko eshape Reply:
July 2nd, 2010 at 5:04 PM
@rissa,
wah iya juga ya
susah mencari angkutan umum disini
[Reply]
Kalau soal laut dan pantai.Bangka-Belitung sudah tak salah lagi pokoknya luar biasa! putih dan halus pasirnya batu granit besar bertumpuk-tumpuk. airnya jernih cuma pada pantai tertentu ada sejenis ages warnanya putih seperti pasir hampir tak terlihat oleh mata,bagi orang yang alergi serangga kalau terantup gatalnya bukan main bisa berhari-hari bahkan bisa borok.saya termasuk salah satunya.tapi tak kapok kapok. oleh karena keindahan pantai dan lautnya.
[Reply]
eko eshape Reply:
July 2nd, 2010 at 5:05 PM
@wins,
kalau sudah “kadung” cinta sama Parai ya begitulah jadinya
Salam Sehati
[Reply]