Mempatriotkan Kota Bekasi
Bekasi-Ku Friday, February 5th, 2010 981 views
Print Artikel Ini
If you want to understand today, you have to search yesterday. ~Pearl Buck
Tidak banyak warga Bekasi yang mengetahui sejarah kotanya. Bahkan jika tidak terdapat slogan di beberapa tempat umum, mereka juga tidak tahu jika kota Bekasi adalah Kota Patriot.
Kota Bekasi mempunyai sejarah yang cukup heroik. Ketika Belanda menguasai Indonesia, Bekasi masih merupakan Kewedanan (district) termasuk Regenschap (kabupaten) Meester Cornelis. Ketika Jepang datang dan melaksanakan Japanisasi, nama Regensshap Meester Cornelis berubah menjadi KEN Jatinegara.
Akhirnya berdasarkan UU Nomor 14 tahun 1950 terbentuklah Kabupaten Bekasi dengan wilayah terdiri dari 4 kewedanaan, 13 kecamatan (termasuk kecamatan Cibarusah) dan 95 desa. Anka-angka tersebut secara simbolis diungkapkan dalam lambang Kabupaten Bekasi dengan motto “SWANTANTRA WIBAWA MUKTI”. Pada 1960 Kantor Kabupaten Bekasi pindah dari Jatinegara ke Jl. Juanda Bekasi. Sementara 22 tahun kemudian Perkantoran Pemda Bekasi dipindahkan ke Jl. Ahmad Yani. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 48 tahun 1981, terjadi pemekaran Kecamatan Bekasi menjadi Kota Administratif Bekasi yang terdiri dari 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Bekasi Timur, Bekasi Selatan, Bekasi Barat dan Bekasi Utara.
Sebagai daerah yang tidak jauh dari ibukota Jakarta, Bekasi juga mempunyai peranan cukup penting dalam perjuangan melawan penjajah. Hal ini dapat dilihat dari beberapa monument atau tempat sejarah, di antaranya:
1. Tugu Perjuangan Bekasi
Tepat di samping jembatan Kali Bekasi, di Jalan Djuanda, terdapat Tugu Perjuangan Bekasi yang merupakan simbol perjuangan dan perdamaian. Pada tanggal 18 Oktober 1945, tentara Republik Indonesia yang ada di Bekasi mencegat tentara Jepang yang sedang melintas di Bekasi dengan kereta api menuju Bandar udara Kali Jati Subang. Terjadilah pertempuran yang dahsyat yang mengakibatkan 90 tentara Jepoang berhasil tewas . Mayat mereka dihayutkan ke kali Bekasi. Hingga saat ini peristiwa itu masih dikenang oleh warga Jepang dengan melakukan ritual tabur bunga.
2.Gedung Juang 45
Dahulu lebih dikenal dengan sebutan gedung tinggi. Terletak di Jalan Sultan Hasanudin, tidak jauh dari Pasar Tambun, gedung yang berarsiktur neoklasik ini sempat dijadikan sebagai pertahanan di front pertahanan Bekasi-Jakarta. Beberapa perundingan dan pertukaran tawanan perang juga dilakukan di gedung yang bersejarah ini. Meski pernah dikuasai oleh Belanda/NICA hingga tahun 1949, berkat perjuangan dari pejuang Bekasi gedung ini berhasil direbut kembali setahun kemudian.
3.Monumen Tonggak Bekasi
Terletak di Jalan Veteran di depan Kompleks Kodim 0507 monumen ini berbentuk tugu segi lima dengan tinggi 5.8 meter. Di tempat ini terjadi rapat akbar yang diikuti oleh 40,000 warga Bekasi pada 17 Januari 1950. K.H Noer Ali yang memimpin rapat tersebut menegaskan bahwa rakyat Bekasi akan tetap setia kepada pemerintahan Republik Indonesia. Kondisi monument cukup terawat, hanya tidak ada petunjuk apapun di lokasi yang menceritakan latar belakang didirikan monument tersebut.
4. Monumen Tugu
Terletak persis di pertigaan Jalan Agus Salim dan dikenal dengan kampung Tugu. Bentuknya segi empat setinggi 210 cm. Puncaknya atau yang biasa disebut kepala tugu mempunyai tinggi sekitar 75 cm. Puncak tugu dilengkapi dengan pecahan peluru, mortar, granat tangan, sepucuk pistol genggam dan didalmnya konon terdapat nama-nama pejuang.
Begitu banyak andil yang dilakukan oleh para pejuang bekasi tempo dulu. Sangat disayangkan jika tidak banyak orang yang mengetahui bahkan cenderung mengabaikan tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah tinggi itu. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk melestarikan bangunan bersejarah di Bekasi, antara lain:
1. Membuat study tour atau kunjungan wisata
Ada baiknya jika sekolah atau universitas di Bekasi mengadakan study tour ke tempat-tempat bersejarah tersebut. Adalah hal yang wajib bagi generasi muda untuk mengetahui sejarah tempat tinggalnya. Tentu saja beberapa penjelasan dari ahli sejarah agar sejarah kota mereka tidak terputus begitu saja. Lomba menulis atau fotografi tentang bangunan bersejarah bias dijadikan follow up dari study tour ini. Sehingga, generasi muda akan lebih menghargai sejarah kotanya.
2. Pembuatan sarana promosi berupa pemasangan banner di lokasi strategis.
Hal ini membuat warga Bekasi dan pendatang menjadi tahu bahwa di Bekasi terdapat tempat bersejarah yang cukup penting. Tentu saja untuk mendukung hal itu, sarana dan prasaran juga harus diperbaiki.
3. Pembuatan situs khusus tempat bersejarah di Bekasi
Ada baiknya mulai saat ini kita mulai menginventarisasi tempat dan bangun bersejah di Bekasi. Untuk kemudian dibuat situs khusus. Hal ini akan mempermudah bagi siapa saja yang mencari info tentang tempat bersejarah di Bekasi.
Semoga saja, makin banyak yang mengetahui Kota Bekasi sebagai Kota Patriot. Mari kita patriotkan kota Bekasi !!
Sumber tulisan:
http://www.kotabekasi.go.id/print/65/sekilas-sejarah-kota-bekasi
http://bekasiku.blogspot.com.2008/07/tugu-perjuangan-bekasi-simbol.html
http://mycityblogging.com/bekasi/2007/08/10/gedung-tinggi-tambun-peninggalan-sejarah-perjuangan-rakyat-bekasi/
Print Artikel Ini





Tulisan yang menarik. Untuk lebih mengenalkan Kota Bekasi, pada tanggal 6 Maret nanti Komunitas Blogger Bekasi akan melakukan anjangsana ke beberapa tempat bersejarah dan ziarah ke makam KH Noer Ali.
Ayo ajak teman2 blogger untuk lebih mengenal Bekasi
[Reply]
wah, asyik juga ada tour ke tempat bersejarah di bekasi, semoga bisa ikut
[Reply]