Kalah Lagi, Kalah Lagi . . .
Intermezzo Sunday, September 11th, 2011 391 views
Print Artikel Ini
Kalo dilihat dari judulnya….hmmm….tenang aja gua bukan hater kok, justru gua disini cuma mau beropini aja.
Pertama-tama minal aidin walfa idzin mohon maaf lahir batin buat semua pembaca, keluarga dan sahabat.
Kok kata-kata diatas terkesan kaku ya. Hahaha baru kali ini gua bikin posting yang serius di blog gua, biasanya becandaan gapenting semua -__-. Oke jadi barusan (2 September 2011 - 22:00 WIB) gua menyaksikan Indonesia di cukur Iran 3 - 0 di stadium Azadi. Pertandingan tandang bukan alasan. Jadi gimana nih ? kok bisa kalah. Berikut analisis menurut gua yang mungkin akan terkesan sok tau, hehehe, silahkan menikmati.
1. PENDUKUNG
Loh kok pendukung ? Kan emang Indonesia main di kandang. Memang, tapi kalo menurut saya Indonesia belum banyak bermain Tandang (maksudnya dosisnya, mungkin hanya 1 sampai 2 kali dalam sebulan), tapi berhubung ini sedang istilahnya “Tournament” jadi Indonesia akan bertandang sebanyak 3 kali yaitu ke Qatar, Iran dan Bahrain. Jadi kalo menurut saya sih tinggal meningkatkan konsentrasi aja.
2. STRATEGI (INI YANG BIKIN GREGET)
Gua emang ga ngerti sama sekali tentang teori bola, strategi-strategi dll. Tapi sejauh yang gua lihat mulai dari AFF Suzuki Cup 2010, Indonesia mainnya “Long Ball” udah gitu melambung lagi. Kalo ketemunya Laos, Malaysia, Thailand dan teman-teman Asia Tenggara lainnya mungkin bisa dimaklumi, tapi disini kita bertemu tim yang fisiknya lebih daripada kita.
Apalagi pelatihnya sudah berganti, masa iya strateginya itu-itu lagi, itu-itu lagi. Kalo saran saya sih main bola pendek saja, kasarnya slow-but-sure.
Saya sangat minta maaf kepada siapa aja yang tersinggung di bagian ini karena saya sekedar beropini, mungkin ada beberapa orang yang setuju dengan saya bahwa strategi Indonesia perlu diubah, bukan masalah lawan yang lebih jago. Disini kita adu kreatifitas yaitu dalam strateginya.
3. CUACA
Naah, saya tahu bahwa di Iran katanya cukup dingin, ini sangatlah wajar. Naaah dan disini saya ingin memberi saran sebaiknya diberi semacam “pembinaan” untuk beradaptasi dengan cuaca yang mungkin iklimnya agak berbeda. Maaf saya bukan ahli cuaca
4. STAMINA DAN EMOSI
Stamina adalah faktor yang paling penting dari performa pemain, tentu saja, dimana kebobolan Indonesia adalah karena pemain-pemain kita yang sudah letih mengejar bola, kalo karena Puasa, mungkin sebaiknya langsung diadakan “restorasi fisik” yang tentunya tidak berlebihan.
Apalagi emosi pemain, saya melihat Zulkifli Syukur (maaf) menendang seorang pemain Iran 2 kali bahkan saat sudah terjatuh, disitu saya melihat sekali emosi yang tercurah dai Zulkifli dan langsung diberi kartu kuning oleh wasit.
5. LINI DEPAN
Lini depan kita (sebagai Contoh C. Gonzales dan Bambang Pamungkas) yang waktu itu Bambang pernah saya saksikan di salah satu laga ISL dimana komentatornya berkata “Bambang terkenal agak malas untuk kembali ke lini belakang”, bukannya saya mendukung pernyataan tersebut. Saya bisa dibilang setuju karena Gonzales yang sering terperangkap offside dan Bambang kurang mengingat supply bola yang tipis karena Indonesia sering ditekan oleh para pemain Iran.
Sekian análisis saya mengenai pertandingan ini. Sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besar nya apabila artikel ini terkesan sok tau banget, saya memang bukan pengamat sepakbola, sekali lagi saya hanya beropini. Bila setuju, bolehlah kalian memberi komentar. Dan bila tidak, berilah kritik sehingga saya bisa menulis sesuatu yang lebih baik. Tapi apabila ingin menghujat, jangan baca artikel ini dari awal karena menghujat tidak ada gunanya.
Semua foto-foto dari artikel diatas bukan milih saya, silahkan klik kanan pada foto dan klik “Open Image in New Tab” untuk mengetahui sumbernya
Print Artikel Ini
Posted by heyipank
on Sep 11 2011. Filed under Intermezzo.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0.
You can leave a response or trackback to this entry



