Selalu ada harapan
Intermezzo Friday, February 10th, 2012 325 views
Print Artikel Ini
” Dalam proses itu pernahkah kamu merasa stress atau putus asa ? karena ini tidak mudah ? lalu bagaimana kita menghadapinya ? ”
Pertanyaan seorang ibu (teman) yang sedang khawatir dan bertanya padaku kemarin siang tentang history penyakit ku dulu, aku berusaha menenangkan dan meyakinkan bahwa segeralah ke dokter. jangan menunda jika menemukan benjolan atau apapun yg terasa tidak biasa di tubuh kita.
Jangan bicara ‘takut’ lalu enggan dan menunda konsultasi pada ahlinya. Jika ingin pengobatan alternatif seimbangkan dengan tetap dalam pengobatan medis.
Tentu saja aku juga mengalami saat menangis dan ketakutan yang hebat, takut menjalani setiap proses medis, takut pada bayangan kematian yg seolah mengintai di atas kepala, takut tak bisa bersama lagi dengan orang-orang yg kita kasihi, takut pada rasa sakit. Saat seperti itu aku menyadari satu hal, bahkan harta dan orang-orang yang akan melakukan apapun untuk kesembuhan kita tidak akan mampu memberikan ketenangan pada hati kita kalau bukan DIA, Allah swt….
Aku menemukan kelegaan dan kepasrahan ketika berserah diri sepenuhnya ketika di tahun 2002 vonis kanker aku terima,…Mengabaikan Tuhan dalam kehidupan kita itu kebodohan, tapi mengabaikan Tuhan saat menghadapi rasa sakit dan penyakit itu lebih dari kebodohan. Karena hanya doa satu-satunya obat penenang yang paling hebat.
Doa dan berusaha untuk sembuh, lalu berjuang,…aku meminta operasi secepatnya,menjalani jadwal khemotherapi yang panjang sesuai anjuran dokter, menahan rasa sakit dan ketidak nyamanan setiap proses medis, berhenti mengeluh ketika makanan menjadi terasa sangat menyiksa,ketika pemeriksaan yang satu ke pemeriksaan yang lain, ketika jarum suntik dan obat menjadi serupa dengan ‘cemilan’ setiap hari. Ketika RS seolah menjadi rumah kedua kita, tetap disiplin pada pola hidup sehat dan tetap menjaga semangat di dalam diri.
Bahkan ketika hari-hari tampak tanpa harapan, muram, melelahkan dan menyakitkan. Beberapa kali air mataku menetes, ketika si kecil senja enggan kupeluk karena bundanya tampak mengerikan dengan tubuh penuh selang dan tak berdaya, ketika satu waktu merasakan rasa sakit yang lebih hebat dari sakit melahirkan, tetaplah berserah diri dan menguatkan hati.
Yang aku tahu kekuatanku adalah hadiah dari Tuhan, hingga aku tidak berputus asa dan terus berjuang. Sungguh…. dokter hebat, peralatan canggih dan rumah sakit mahal dan modern itu tidak akan ada artinya tanpa semangat hidup seorang pasien.
Jangan menunda jika menemukan keanehan atau hal yang tidak biasa pada tubuh kita, jangan abaikan rasa sakit, karena sesungguhnya yang paling mengetahui kondisi tubuh kita adalah diri kita sendiri. Jangan abaikan sinyal yang diberikan tubuh kita, otak kita akan memberikan sinyal lewat rasa sakit. jangan abaikan !… lebih baik mengetahui secara dini lalu memiliki kesempatan untuk berobat dan kembali sehat. Dari pada menutup mata dan mengabaikan diri, toh akhirnya mengetahui dan terlambat untuk ditangani.
Proses menjaga kesehatan adalah seumur hidup, tahun 2002-2010 adalah proses perjuangan yg melelahkan dan penuh hikmah. Aku berdoa tidak ada lagi teman,kerabat atau sahabat yang mengalami penyakit spesial ini apapun jenisnya. Amiiinnn…..
Sebagian cerita dari perjalanan menuju sehat
# Image from Google
Print Artikel Ini



Sakit adalah penggugur dosa-dosa hamba-Nya,Sakit membuat orang tahu manfaat sehat dan jangan pernah menganggap segala bentuk sakit,musibah,bencana adalah kebencian Alloh terhadap kita,.Alloh Maha tahu yang terbaik untuk mahluk Nya..akan ada hikmah indah di setiap skenario Alloh..
[Reply]
irmasenja Reply:
February 14th, 2012 at 11:14 AM
@elgibran, tentu saja pak,… tdk ada keraguan akan itu.
hatur nuhun, mana batagor bandung
[Reply]
saya tercerahkan dengan tulisan mbak irma ini. Semoga sehat selalu ya mbak. Saya pun menjadi teringat beberapa teman yg telah tiada di usia muda karena tak memiliki semangat melawan penyakitnya.
salam
Omjay
[Reply]
irmasenja Reply:
February 14th, 2012 at 11:17 AM
@wijayalabs, alhamdulillah, sekedar berbagi dan sbnrnya mengingatkan diri sendiri om.
benar,… semangat menjadi sangat mahal disaat vonis mengerikan kita terima, tp itu hrs diupayakan
sehat slalu jg ya om….hatur nuhun.
[Reply]