Membangun Citra Positif Bekasi
Artikel, Sosial-Budaya Monday, December 28th, 2009 910 views
Print Artikel Ini
Saya tinggal di Bekasi sejak melahirkan anak saya yang pertama, jadi tepatnya, 3 tahun 7 bulan, dan saya suka tinggal di Bekasi ini, walaupun hanya sepuluh persen dari total umur saya, tapi karena saya menjalani hidup berkeluarga, punya anak, mengatur urusan rumah tangga yang semuanya adalah serba baru buat saya,menjadikan saya selalu semangat untuk itu.
Satu hal yang saya perhatikan, dari sekian banyak aspek tentang Bekasi, adalah citra Bekasi yang teman saya bilang, “ Iih.. Bekasi tuh sering banget ya, kalo ga perampokan, pembunuhan, dan perkosaan”. Saya tidak bermaksud membela diri lho, tapi sebagai warga Bekasi, tentu nya saya juga tidak suka kalau Bekasi di kenal sebagai kota yang banyak perampok, dan pembunuh,…. Siapa yang mau di bilang daerah nya seperti itu kan?
Sebetulnya saya mau protes ke teman saya ini, karena dimana-mana juga pasti ada perampokan, pembunuhan juga perkosaan, bukan cuma di Bekasi saja, tapi waktu itu saya tidak berani protes, karena memang kita baru saja membaca koran yang mengenai perampokan dan pembunuhan wanita muda di Jl.A.Yani Bekasi beberapa waktu lalu dan juga perampokan di perumahan di Bekasi.
Jadi, selain beberapa hal yang perlu di perhatikan bagi pemkot Bekasi, seperti: jalan yang rusak, kebersihan lingkungan, air bersih, sekolah, fasilitas umum seperti taman, tempat olah raga, dan tempat bermain anak-anak ( Maklum, masih punya anak-anak kecil, jadi saya agak kesulitan menemukan tempat bermain yang nyaman tetapi dengan biaya terjangkau, kalau bisa, gratis lebih asik lagi, biasanya kita selalu ke mall yang menyediakan play ground dengan berbagai mainan tetapi harus mengeluarkan uang minimal Rp.30 ribu rupiah, belum termasuk parkir dan biaya makan serta minum).
Balik ke masalah keamanan, Alhamdulilah di daerah tempat saya tinggal, tepatnya di Taman Galaxi, Bekasi, petugas satpam nya 24 jam dan mereka selalu keliling perumahan untuk mengecek keadaan sekitar, tetapi ya, tetap saja namanya juga manusia, pasti ada lengah nya, dan pernah juga kejadian kehilangan terhadap tetangga saya, jadi ,semua harus kembali ke diri kita masing-masing, agar kita waspada dan tidak asal memasukan orang yang tidak kita kenal atau mencurigakan ke dalam rumah kita, juga pulang jangan terlalu malam, atau berpakaian yang mengundang orang iseng untuk menggoda kita sebagai perempuan.
Sekarang ini saya berstatus ibu bekerja, saya bekerja di Jakarta, tepatnya di JICA (Japan International Cooperation Agency) yaitu badan Bantuan pemerintah Jepang untuk negara-negara berkembang seperti Indonesia, dan alhamdulilah, berkat kerja sama Polres Metro Bekasi, kantor kami memberikan bantuan satu buah posko bernama BKPM, yang berlokasi diantara nya Mal Bekasi Barat, BKPM Pondok Ungu dan Mekar Sari yang sudah beroperasi, bantuan ini merupakan suatu bentuk perhatian untuk kota Bekasi dan juga agar masyarakat bisa dengan leluasa datang ke posko tersebut, untuk sekedar bertanya, atau melaporkan sesuatu kejadian yang merugikan, dan berharap agar posko tersebut bisa mengubah citra polisi yang menyeramkan dan menakutkan menjadi bersahabat terhadap masyarakat.
Pendekatan polisi lewat sosialisasi dengan warga ini memang baru diterapkan.Polres Metro Bekasi ditunjuk pemerintah menjadi pilot project program Koban, program ini bertujuan menciptakan polisi sipil yang dekat dengan masyarakat. “Pengemasan polisi sipil profesional, yaitu lewat perilaku polisi yang bersahabat, dekat dan melayani rakyat”.
Program yang menjadi bagian reformasi kepolisian itu dimulai dengan mengirimkan beberapa petugas kepolisian dari Polda Metro Jaya untuk mendapat pelatihan di Jepang. Mereka memperoleh pelatihan soal polisi sipil ala Jepang. Peserta program yang satu paket dengan bantuan peralatan komunikasi dan teknologi dari Jepang ini kemudian juga mempelajari penerapan sistem Koban dalam masyarakat Jepang.
Saya berharap dengan Bapak Walikota yang baru,yaitu pak H. Mochtar Mohamad, kita bisa makin betah tinggal di Bekasi, dan alangkah baiknya kita sebagai warga Bekasi juga bisa menyumbangkan sesuatu buat kemajuan kota Bekasi.
Print Artikel Ini





Makasih pak Aris atas upload tulisan saya.. maklum blom ikutan kursus ngeblog nih..
Wass,
Anita Yuniar
[Reply]
Aris Heru Utomo Reply:
December 28th, 2009 at 3:53 PM
@anitayun, sama-sama, sampai ketemu di rumah pak walikota ya.
[Reply]
Saya setuju !
Memang citra positif harus direncanakan.
Tapi, saya belum melihat, atau belum tahu kali ya, strategi pemkot dan kepolisian dalam menciptakan keamanan di masyarakat.
Termasuk JICA. Selama ini sayya melihat programnya bikin bangunan BKPM ya. Adakah hal lain?
maaf kalo gak berkenan…..
[Reply]
anita yuniar Reply:
December 28th, 2009 at 10:52 PM
@KOMAR,
Hai Pak Komar, salam kenal ya…
Sebetulnya bantuan JICA untuk sektor kepolisian bukan hanya membangun BKPM, tetapi berbentuk training dan reformasi di Polri pada umumnya.
Jadi kalau misalnya belum melihat dan belum tahu, saya pikir wajar-wajar saja, karena belum banyak dan belum tersosialisasi dengan baik, mungkin ya?
Bekasi dipilih sebagai pilot project nya krn Bekasi bisa mewakili pluraritas masyarakatnya,karena di Bekasi ini ada (aktivitas ekonomi sektor) pertanian, perdagangan, industri, pendidikan, dan
perumahan. Jadi Bekasi bisa mewakili berbagai bentuk dan jenis masyarakat.
BKPM merupakan adaptasi system koban dari Kepolisian Jepang, yang fokus pada kemitraan polisi masyarakat.
Bantuan Jepang itu ada 3 jenis. Yakni komunikasi, Identifikasi, dan koban (perpolisian masyarakat,polmas)
Saya ambil beberapa tulisan untuk referensi ttg program Koban/Polmas :
http://polmas.wordpress.com/program-program-polmas-polri/
http://www.isiindonesia.com/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=28
http://elia-umboh.blogspot.com/2009/06/kesimpulan-saran-hasil-pelatihan-jica.html
Trims,
Anita
[Reply]
Selamat Datang Mbak Anita…
Kok BKPM di Perumahan Mutiara Gading Timur Bekasi gak dimasukkan? Walnya saya sempat heran.. Kok Pos Polisi di Perumahan ini mewah banget.. Lampu-lampu, Komputernya yg LCD dan Gedung nan rancak.. Tapi setelah tahu bahwa ini adalah program JICA, saya jadi mengerti
Program JICA dalam membantu korban Gempa Bumi di Padang juga sangat dirasakan oleh Masyarakat sekitarnya…
Sayang saya gak bisa ikut ke lokasi satu pesawat dengan rombongan JICA yang 100 orang tsb.. Karena pesawatnya juga sangat susah, hehehe… Sampai ketemu Mbak Anita…
[Reply]
anita yuniar Reply:
December 29th, 2009 at 5:02 PM
@Irfan,
Bang Irfan, iya nih.. yg di mutiara gading ada juga ya? saya aja ga hafal,hehehe.. gimana ga mewah? biaya bangun nya aja lumayan juga tuh….kt nya sih rencana ada 14 BKPM yg mau di bikin di Bekasi.
Kalo kata temen ku, polisi2 nya jg betah di Posko itu, malah Polwan nya sering masak2 gitu…hehehe…
Yach.. walaupun gaji kecil, dan kontribusi saya ga banyak thd bantuan2 di Ind, tapi minimal, semoga dihitung sebagai ibadah, dan semoga bisa full TDA dan yg penting kan berkah, ya ga?
Ok, sampai ketemu
[Reply]
ada yg tau nomor telpon bkpm nya gak ?
[Reply]
Irfan Reply:
January 19th, 2010 at 5:03 PM
Cari tahu dengan jari aja, Mas Eko.. hehehe.. Niru iklan Halaman Koening…
[Reply]