Home » Cerita Pendek » Cerita Sholat

Cerita Sholat

Apakah aku sudah berada di barisan yang lurus, kedua tumitku sejajar dengan tumit dua orang di sebelahku? Imam memberitahu kalau tempat kosong dalam shaf sholat akan diisi oleh setan. Aku berada di shaf kedua di sebelah kanan imam. Imam mengucap takbir, aku mengikutinya dengan mengangkat kedua tangan.

Kipas yang menempel di dinding menghembus di kepalaku, menyegarkan di tengah suasana panas di luar masjid. Tadi siang aku terpaksa menembus panas hanya untuk menyerahkan proposalku pada salah seorang staf di salah satu perusahaan kostumerku. Ia berjanji akan langsung memberikannya pada pimpinannya besok pagi. Proposalku hampir tersendat jika tidak memaksakan diri untuk terus mengetik dan menyelesaikannya.

Imam membaca surah al-Kaustar, yaitu surah terpendek dalam al-qur’an. Seingatku imam ini selalu membaca al-Kautsar di saat menjelang idul adha, di lain waktu ia membaca surah yang panjang. Dua hari lagi idul adha, aku membeli dua ekor kambing jantan yang masing-masing dikorbankan atas nama aku dan adikku. Harga kambing naik sekitar seratus ribu hingga seratus lima puluh ribu rupiah. Aku bersyukur gajiku sudah masuk minggu kemarin sehingga aku bisa membeli kambing lebih cepat.

Aku sujud mengikuti imam. Imam sujud lama sekali padahal setahuku bacaan sujud hanya tasbih meski diperbolehkan berdo’a selama waktu sujud tapi itu pun biasanya dilakukan di sujud terakhir. Perutku keroncongan, terakhir makan tadi siang setelah sholat dzuhur.

Orang di sebelah kiriku bersin, tangan kanannya menutup mulutnya. Pastinya banyak virus menempel di tangannya dan aku tidak akan bersalaman dengannya. Mungkin nanti aku akan berpura-pura berdo’a atau langsung pergi dan duduk di belakang.

Di rakaat kedua imam membaca al-ikhlas, aku mengikuti bacaannya dalam hati.

Sesaat menjelang sujud aku teringat draft novelku yang kusimpan sejak kuliah. Itu cerita bagus, tapi aku masih belum bisa menyelesaikannya. Tokohnya tersedak di kereta api bersama orang-orang asing. Aku memberinya nama yang bagus, Vincent West, untuk inisial VW yang mudah diingat. Vincent West melakukan perjalanan ke masa lalu, menjadi saksi atas sebuah pembantaian suatu kelompok. Untuk menuju ke masa lalu ia mendapatkan sebuah tiket emas dengan pemberangkatan dari Chicago menuju suatu tempat yang ia tidak bisa temukan di google.

Pria di sebelah kananku berjenggot, jari telunjuknya digoyang-goyangkan ke atas dan ke bawah. Ia pastinya tidak mau salaman setelah sholat. Bid’ah, katanya.

Aku masih memikirkan Vincent West dan perjalanannya. Kereta kuda, pakaian-pakaian ala barat di abad ke 18, pekik orang-orang tak bersalah yang mati sedang bermain-main dalam pikiranku.

Suara imam mengucap takbir tanda memasuki rakaat ketiga. Di rakaat terakhir itu aku teringat pada pesanan ibu untuk membelikannya martabak telur. Uangnya masih ada dalam kantong celanaku sebelah kiri. Ya, aku pastikan tidak lupa memberikan ibu martabak telur. Kasihan ibu yang sudah lama tidak makan martabak telur.

Tiba-tiba aku mendapat solusi bagaimana sang tokoh bisa keluar dari kemandekan pikiranku. Tapi imam lama sekali di sujud akhir sedangkan aku tidak sabar untuk segera menulis ide-ide yang masih segar. Aku mencoba khusu di akhir tahiyat. Jari telunjuk yang bergerak-gerak mengganggu konsentrasi sholatku, sementara Vincent West menunggu untuk ditulis.

Imam mengakhiri sholatnya, ia mengalihkan posisi duduknya menghadap makmum. Pria di sebelah kiriku menyodorkan tangannya, aku menyambutnya dan bersalaman. Orang di sebelah kananku sibuk zikir tanpa memedulikan orang-orang di sebelahnya. Dan aku mendapat ide untuk menyelesaikan novelku dan mengirimkannya ke penerbit.

Print Artikel Ini Print Artikel Ini
Posted by alireza on Nov 16 2010. Filed under Cerita Pendek. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

1 Comment for “Cerita Sholat”

  1. ini cerita tentang apa yang ada dipikiran saat sholat ied ya?

    [Reply]

Leave a Reply

Amprokan Blogger | Temu Blogger Nusantara


Amprokan Blogger

Sponsor

images-1

---

Member Be-Blog

Sudahkah Anda menjadi bagian dari Be-Blog?

Siapa saja yang sudah terdaftar?

Login

Login Anggota
Lost Password?

Shoutbox


Loading

WP Shoutbox
Name
Website
Message
Smile
:mrgreen::neutral::twisted::arrow::shock::smile::???::cool::evil::grin::idea::oops::razz::roll::wink::cry::eek::lol::mad::sad:8-)8-O:-(:-):-?:-D:-P:-o:-x:-|;-)8)8O:(:):?:D:P:o:x:|;):!::?:



Gabung di Milis Blogger Bekasi

Powered by Yahoo Groups

© 2010 Komunitas Blogger Bekasi. All Rights Reserved. Log in

Switch to our mobile site

- Designed by Gabfire Themes