Home » Agama » Rahasia di balik Isra Mi’raj

Rahasia di balik Isra Mi’raj

Terinspirasi dari perjalanan Rosulullah yang memang menakjubkan/spektakuler/diluar akal sehat/atau bahkan gila.

Suatu hadiah bagi Rosulullah setelah 13 tahun menyebarkan agama islam dan meninggalnya istri beliau Siti Khodijah sehingga peristiwa itu ada.

Banyak yang menyangsikan akan hal ini karena jika kita telusuri lagi tentang sejarah bahwa Mesjid Al-Aqsa pada saat peristiwa itu terjadi belumlah di bangun.

Lokasi mesjid Al-Aqsa adalah lokasi dimana terdapat Baitul Maqdis/temple of Solomon atau tembok ratapan Yahudi.

Bisa kita lihat dari Sejarah yang tercatat di bawah ini dan berdasar dari sumber Injil serta lainnya:

Nebukadnezar Raja Babilonia pada tahun 586 SM yang menghancurkan kuil pertama yang dibangun oleh Raja Sulaiman. Ini terjadi jauh setelah Raja Sulaiman meninggal, tepatnya ketika kerajaan Yehuda dirajai oleh Raja Zedekia (II Taw 36:10-19).

Kemudian dibangun lagi pada zaman nabi Ezra (Uzair) dan Nehemia pada tahun 535-521. Ini disebut kuil kedua. Kuil kedua inilah yang eksis pada zaman Isa Al Masih.

Sesuai nubuatan Isa Al Masih yang disabdakan pada sekitar tahun 30 Masehi, kuil kedua juga dihancurkan.

Injil Markus (bin Petrus) 13:
13:1Ketika Yesus keluar dari Bait Allah, seorang murid-Nya berkata kepada-Nya: “Guru, lihatlah betapa kokohnya batu-batu itu dan betapa megahnya gedung-gedung itu!”
13:2Lalu Yesus berkata kepadanya: “Kaulihat gedung-gedung yang hebat ini? Tidak satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan.”

Kuil kedua dihancurkan dan dibakar oleh pasukan Romawi purba pada tahun 70 Masehi ketika Romawi purba dikaisari oleh Vespasianus. Penghancuran dipimpin oleh Titus.

Ada suatu pertanyaan yang menggelitik dan merangsang kita untuk menjelaskan peristiwa Isra Mi’raj terjadi.

Karena pada saat Rosulullah melakukan perjalanan dari Mesjidil Haram(Mekah) ke Mesjidil Aqsa lalu menuju Sidrathul Muntaha, Mesjidil Aqsa belumlah di bangun.

Adapun Mesjidil Aqsa di bangun pada saat ke-Khalifahan Umar jauh setelah Rosulullah wafat.

Adapun Kelahiran Nabi Muhammad tercatat dalam kalender masehi adalah tahun 600 Masehi.

Diketahui oleh kita semua Nabi wafat berusia antara 60-65 tahun, maka jika

600 Masehi + 40 tahun(saat usia beliau isra) = 640 Masehi..

Sangat wajar jika banyak dari pemeluk agama lain yang mempertanyakan tentang perjalanan beliau ini.

Mungkin saat peristiwa itu terjadi perkembangan ilmu pengetahuan tidaklah sepesat saat ini, sehingga peristiwa itu terjadi sangat-sangat di luar jangkauan berpikir manusia.

Akankah peristiwa ini bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan saat ini….?

Jawabnya …. BISA….!!!!

Teringat akan suatu rumusan yang dikemukakan oleh seorang ilmuan besar abad 20, dia adalah seorang yahudi yang terkenal bernama “ Albert Eistein”

Seorang ilmuan yang terkenal dengan rumus E=mc2.

Sebelum meninggal beliau meninggalkan suatu catatan penting bagi umat manusia dan mungkin khusus untuk umat ISLAM… tentang suatu rumusan Waktu.yang disebut “Paradoks Kembar”.

Perlu waktu 8 tahun sehingga seorang Einstein yang jenius menemukan rumusan ini.

Apasih yang disebut “ PARADOKS WAKTU” / “RELATIVITAS WAKTU”

Paradok Waktu yaitu:

Jika suatu benda/massa bergerak sangat cepat(minimal sama dengan kecepatan cahaya) dalam 1 detik, maka waktu akan berjalan lambat.

Dapat di ibarat jika 2 orang kembar, 1 tinggal dibumi dan yang 1 lagi menaiki pesawat dengan kecepatan secepat cahaya, maka saat yang menaiki pesawat berjalan selama 1 tahun, akan mendapati kembarannya yang ada dibumi telah berusia 60 tahun.

Rumusan Eistein ini telah dilakukan uji coba pada tahun 1971, dimana dua buah jam diset pada waktu yang sama, kemudian salah satu jam dibawa oleh pesawat jet dengan kecepatn 966km/jam. Saat jam yang dipesawat dibawa berputar keliling dunia dan kembali pada tempat yang sama terjadi terdapat keterlambatan seperberapa juta detik.

Bayangkan itu dengan keceptan 966km/jam, bagaimana dengan kecepatan cahaya yang mencapai 300.000km/detik.

Apalagi saat Isra Mi’raj terjadi kecepatan yang ditempuh mungkin ribuan kali lebih cepat dari kecepatan cahaya.

Inilah yang di ungkapkan dalam Al-Quran dalam surat Al-Isra:

Subhanallazi Asro bi’abdihi laylam minal masjidil harom mi ilal masjidil aqshollazi barokna haw lahu linuriyahu min ayatina innahu huwassami’ul basyir

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya untuk Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami.Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”(QS. 17:1)

Kami perlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran.

Yaitu Rosulullah telah melintasi waktu dimana waktu yang berlaku adalah waktu dimana Mesjidil Aqsa telah dibangun pada ke-Kalifahan Umar.

Inilah sedikit dari penampakan kekuasaan ALLAH kepada Hambanya, bahkan kepada manusia bahwa hanya ALLAH yang patut di sembah.

Maha Suci Allah yang telah memperjalankan Rosulullah, Nabi akhir jaman/penutup para nabi dan Rosul…..

Print Artikel Ini Print Artikel Ini
Posted by Kigendengpol on Jul 27 2010. Filed under Agama. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Amprokan Blogger | Temu Blogger Nusantara


Amprokan Blogger

Sponsor

images-1

---

Member Be-Blog

Sudahkah Anda menjadi bagian dari Be-Blog?

Siapa saja yang sudah terdaftar?

Login

Login Anggota
Lost Password?

Shoutbox


Loading

WP Shoutbox
Name
Website
Message
Smile
:mrgreen::neutral::twisted::arrow::shock::smile::???::cool::evil::grin::idea::oops::razz::roll::wink::cry::eek::lol::mad::sad:8-)8-O:-(:-):-?:-D:-P:-o:-x:-|;-)8)8O:(:):?:D:P:o:x:|;):!::?:



Gabung di Milis Blogger Bekasi

Powered by Yahoo Groups

© 2010 Komunitas Blogger Bekasi. All Rights Reserved. Log in

Switch to our mobile site

- Designed by Gabfire Themes