Menikmati Kesederhanaan
Intermezzo Thursday, January 12th, 2012 103 views
Ada banyak keindahan dalam hal-hal yang sederhana. Seperti tadi, ada seekor cicak yang sedang kasmaran dan mengejar betinanya, ada daun kuning jatuh dari pohon besar, ada pula segelas teh panas yang terasa nikmat sekali. Begitu indah dan menyenangkan melihatnya.
Kita seringkali hanya puas pada kesuksesan, keberhasilan yang hingar bingar, keuntungan yang berlimpah. Tapi pernahkah kita menikmati keindahan hal-hal yang sederhana. Menikmati enaknya bakso tempat SMA kita dulu; murah, gurih, nikmat, dan penuh keceriaan. Makanan ter-enak selalu adalah makanan dekat sekolah kita dulu. Lucunya anak-anak kecil di kebun binatang, walaupun bau tahi gajah tidak enak sekali. Gembiranya pembantu yang mau pulang lebaran ketika kita beri baju bekas kita.
Dalam kesibukan kota, dalam kebiasaan iPhone, BB, iPad, DVD, masih adakah hal-hal kecil seperti ini membuat anda bahagia? Apakah “inner joy” anda masih bisa bersorak sorai, ataukah sudah tidak ada lagi “keceriaan nurani” ini dalam kehidupan anda? Kehidupan bukanlah hanya berisi sederetan rekor kesuksesan dan tonggak tonggak sejarah, tetapi juga berisi rentetan kesederhanaan yang indah dan penuh arti.
Beberapa saat lalu saya ke Karimun Jawa, sebuah tempat wisata yang sudah lama tidak saya kunjungi lagi di kota Jepara, Jawa Tengah. Ada kegembiraan rakyat, ada kesederhanaan yang menawan. Kenikmatan itu murah, kalau kita tahu bagaimana cara menikmati hidup ini. Kita tidak perlu tersandera oleh dogma kehidupan yang mendewakan harta dan materi. Tapi merasakan rasa indah dalam kesederhanaan yang ada.
Mungkin telah terjadi tujuh puluh dua hal kecil yang indah yang kita lalui hari ini, tetapi mata kita tertutup pada satu proyek yang tidak juga goal itu. Mata kita masih saja tertutup pada kejengkelan. Kita masih saja tidak bisa melepas kesedihan atas hal yang tidak penting itu.
Mengapa tidak mencoba mebuka mata kita dengan bening? Kita bagaikan orang yang berada didalam bus yang melewati jalan-jalan yang luar biasa indah pemandangannya, tetapi kita tutup gorden penutup jendela bus, sehingga apapun tidak terlihat dari dalam. Rasakan apapun yang anda lalui, karena hidup ini cuma perjalanan saja. Dan bagaimana kita memilih cara kita memandang hidup ini, adalah hak kita sendiri. Cobalah menikmati kesederhanaan keindahan dan menjalaninya dengan penuh rasa.
Salam kesederhanaan.


Sharing yg menyentuh nurani mas Kika..Thanks sudah berbagi inspirasi..
[Reply]
Kesederhanaan akan mengentarkan kita kepada kebahagian abadi.
salam
Omjay
[Reply]
menikmati kesederhanaan di sekeliling kita bisa juga sambil gowes…
[Reply]
inspiratif mas, terima ksh sudah diingatkan indahnya hidup tdk melulu bersifat materi dan kedudukan. yg terpenting soal bagaimana kita merasakan dan menikmati setiap langkah hidup kita….. *dalam kesederhanaan*
[Reply]
Mas Amril, Bangjay, Ipung dan Mbak Irma, terima kasih atas komentarnya.
[Reply]