Pesan Rahasia “si Anak Batu” untuk siswa Pak Andy
Pendidikan Sunday, January 22nd, 2012 114 views
“Assalamualaikum Wr. Wb, anak-anakku…(murid kelas 4 SD : red), pada zaman dahulu kala hiduplah seorang anak yatim, Ayahnya meninggal pada saat ia masih berumur 4 tahun dan ibunya meninggal ketika ia masih balita. Di bawah asuhan kakak kandungnya, ia tumbuh menjadi remaja yang cerdas dan iffa (menjaga diri dari dosa) dan sangat berhati-hati dalam menjalani kehidupannya serta memiliki kemandirian yang tinggi. Ibnu Hajar Al-Asqalany itulah namanya. Beliau dilahirkan pada tanggal 22 sya’ban tahun 773 Hijriyah di pinggiran sungai Nil di Mesir…” kata Andy mengawali kisah di hadapan anak-anak didiknya yang masih haus akan binaan, waktu itu adalah jadwal masuk perdana mereka pasca pembagian raport Mid Semester I (Raport Tri Wulan) Tahun Ajaran 2006-2007 di SD almuslim Tambun Bekasi.
Kisah Ibnu Hajar Al-Asqalani yang termasyhur itu memang seringkali diungkapkan oleh banyak orang, dalam berbagai event, baik acara Motivasi, khutbah Jum’at, dan saat mendidik anak di rumah maupun di sekolah. Kisah ini memang sederhana tapi sarat inspirasi, maka bukan suatu hal yang aneh bila banyak orang yang telah mendengar dan terinspirasi oleh kisah si “Anak Batu”
Kisah ini pula yang menginspirasi Pak Andy dan untuk selanjutnya berusaha menularkan “virus” inspirasi kisah “si Anak Batu” pada seluruh Orang Tua Murid dan anak didik di kelasnya dalam sebuah kesempatan bernama Pembagian Raport Mid semester I, semua Andy lakukan hanya dalam rangka mengevaluasi hasil belajar siswa semata yang telah genap tiga bulan pada Tahun Ajaran 2006-2007 plus keluhan beberapa Orang Tua Murid tentang sulitnya meminta anak untuk belajar bahkan hanya sekedar membaca ataupun mengulang pelajaran.
“Pak…anak saya susah sekali bila disuruh belajar…” ujar salah satu Orang Tua Siswa.
“Pak…anak saya belajarnya nggak bisa bertahan lama…sedikit-sedikit melirik ke TV” ujar yang lainnya.
“Pak…anak saya kalo belajar gak mau didampingi, maunya belajar di kamar sendirian, tapi pas saya tengok di kamar, eh…dia malah moloooorr…” sungut yang lainnya.
Itulah sekelumit kenangan Pak Andy sebagai seorang “Konsultan pendidikan dadakan” (hehehe…wali kelas maksudnya). iapun berusaha mencari solusi terbaik (terbaik bagi ORTU dengan segala impiannya, dan terbaik bagi siswa dengan semua permasalahan belajarnya), kisah “si Anak Batu” menjadi senjata pamungkasnya berbalut kisah Imam Syafi’i saat mengadu sulitnya belajar pada guru beliau :
“Syakautu ila wakii’ suua hifdhii fa arsyadanii ila tarkil ma’aashii wa ‘allamanii bi annal ‘ilma nuurun wa nuurullohi laa yuhdaa lil ‘aashii“
Artinya :
Saya (Imam Syafi’I : red) mengadu pada wakii’ (Nama panggilan gurunya) tentang kesulitan belajar, lalu beliau menyarankan padaku untuk meninggalkan “Maksiat” dan memberitahukanku bahwasanya ilmu itu adalah sebuah Cahaya Ilahi, dan Cahaya Ilahi tidak akan diberikan kepada orang yang berbuat maksiat.
Selanjutnya, Pak Andypun merujuk nasehat seorang Ustadznya tatkala ia masih menjadi santri di Pondok Modern Daarussalaam Gontor tentang Strategi Jitu dalam Belajar “semoga Allah membalas semua amal Ustadz saya ini..” doanya di hadapan seluruh ORTU.
Dengan berbekal hikmah ketekunan kisah “si Anak Batu”, dan hikmah Akhlaq yang baik dari kisah Imam syafi’I, serta Amalan Nasehat Strategi Jitu dalam Belajar, lahirlah sebuah konsep penanganan permasalahan belajar siswa di kelasnya. Kartu Belajar, demikian ia menamakan konsep tersebut yang akan memberi kontribusi positif bagi ORTU dan seluruh siswa di kelasnya, yang mungkin juga bermanfaat untuk siswa-siswa lainnya…
Bersambung…
