Home » Film » Resensi Film “The Last Love”

Resensi Film “The Last Love”

Ini sebuah film yang sinetron banget penampilannya. Cukup menguras air mata bagi yang menyukai sinetron, bagi yang tidak suka sinetron, jangan coba-coba untuk nonton film ini. Banyak kejadian kebetulan (ala sinetron) yang mewarnai film ini.

Bagaimana seorang Martin bisa ketemu dengan Angel, berpisah dan kemudian ketemu lagi, adalah salah satu gaya khas sinetron kita. Serba kebetulan dan PAS !:-) Dalam dunia mimpi semuanya itu mungkin dan dalam dunia sinetron kita isinya memang mimpi melulu.

my last love

Kalau anda ingin cuci mata anda dengan membayar seharga tiket masuk, maka jangan gunakan otak kiri dan nikmati saja semua isi cerita film My Last Love ini. Saya jamin nada akan keluar dari bioskop dengan mata sembab dan sehat. Air mata anda akan keluar tanpa anda sadari dan itulah pembersih mata dari Tuhan yang paling manjur. Namun sekali anda gunakan otak kiri anda, maka air mata akan sulit keluar dan akan banyak pertanyaan yang memerlukan jawaban.

Jawaban itu barangkali ada di Novel aslinya, barangkali juga tidak bisa dijawab sama sekali. Jadi gunakan otak kanan saja saat nonton film ini. Nikmati dengan penuh suka dan kepercayaan tinggi.

Saat Martin mengantar Angel dari hutan ke Villa Angel, maka nasib sepedanya tidak jelas dan kalau harus diceritakan pasti akan membuat cerita jadi kepanjangan, jadi anggap saja sepeda itu sudah ada yang ngurusin.

Film berdurasi 88 menit ini cukup memikat di awal dan seperti biasa agak kedodoran di ending, meski begitu pesan yang ingin disampaikan semoga sampai pada para pemirsanya.

Jangan free sex, jangan narkoba dan sejahat apapun seorang manusia, tetap mereka pasti punya hati nurani yang baik. Berbaik sangkalah pada semua orang, itu lebih nyaman daripada menyimpan dendam atas perbuatan tidak baik yang kita terima. Tobat itu tidak sulit dan tinggal dijalani saja. Perkara diterima atau tidak itu sudah menjadi urusan lain.

Dari situs bioskop 21, inilah sinopsis film ini.

Angel (Donita) percaya bahwa cinta sejatinya adalah Hendra (Ajun Perwira). Laki-laki pilihan terbaiknya. Angel malah berkhayal suatu saat kelak hubungan kasih yang telah cukup lama mereka jalin berhiaskan kesetiaan, akan berujung di kursi pelaminan

Suatu ketika, musibah tragis tak terduga menimpa Angel. Mobil mewah yang dikendarai oleh Martin (Evan Sanders), menabraknya. Martin bukannya menolong tetapi malah kabur begitu saja. Membiarkan Angel yang pingsan dengan cedera parah. Angel selamat, tapi kenyataan pahit harus diterimanya. Kedua kakinya cacat, dan Angel semakin terpukul oleh sikap Hendra yang menghilang begitu saja tanpa kabar setelah mengetahui keadaan Angel

Nadya (Putri Una Astari), sahabat Angel, serta sodara sepupu Angel, Anton (Jordi Onsu), mengajak Angel refreshing di villa Nadya. Tanpa disangka Angel bertemu dengan Martin disana. Angel tak mengenali Martin, tapi Martin mengenali wajah Angel. Martin yang sesungguhnya juga sedang mencari ketenangan diri di tempat tersebut akibat penyesalannya atas peristiwa tabrak lari terhadap Angel, merasa sangat bersalah menyadari cacat kedua kaki Angel. Namun demikian, Martin tak segera mengakui bahwa dirinyalah yang berbuat. Sejak pertemuan itu, Martin bertekad menebus kesalahannya, dengan mencari dokter terbaik yang mampu menyebuhkan kaki Angel

Seiring perguliran waktu, hubungan Martin dan Angel semakin dekat. Benih-benih cinta diantara mereka pun bersemi. Angel tak pernah sadar bahwa Martin adalah orang yang menabraknya hingga kakinya lumpuh. Angel tak lagi memedulikan Hendra. Fokus Angel tertuju pada Martin yang begitu memerhatikannya dengan penuh kasih sayang. Hingga satu ketika, Angel lagi-lagi harus memikul kenyataan pahit. Apakah kenyataan itu? Apakah cinta mereka akan terus terjalin?

my last love1

+++

Sumber gambar dari sini
Dimuat juga di blog pribadi

Print Artikel Ini Print Artikel Ini
Posted by on Jan 23 2012. Filed under Film. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

10 Comments for “Resensi Film “The Last Love””

  1. kayaknya pa eko turut menangis nih… hehe..

  2. @mugirahayu,
    hahahah…
    ngintip ya?

    salam sehati

  3. pak eko, apa pun judul sinetron saya pasti suka. makasih atas info nya

  4. @Yandi karma,
    hahahaha…
    selamat menonton mas Yandi

    salam sehati

  5. sy sudah nonton pakai otak kiri..jadinya ga nangis tuh..hehehe ;p

  6. @jasa kontraktor,
    Yes…!
    kalau pakai otak kiri pasti akan banyak pertanyaan yang muncul dan kitapun jadi rugi,
    sudah bayar tapi malah sibuk mencari jawaban atas hal-hal yang terlalu kebetulan

    salam sehati

  7. wah saya blm nonton nih,,kayaknya bagus,,besok ngajak do’i nonton ah,,maksih infonya pak,,heheee :)

  8. saya jadi ingin nonton filmnya pak….. saya suka cerita2 mengharu biru, meski keluar boiskop mata jadi perih dan sembab :)

  9. @elang ajib blog,
    yes…
    kalau sedang berduaan pasti cocok nonton film ini

    salam sehati

  10. @irmasenja,
    waktu nonton film ini aku kok kadang membayangkan Donita itu mbak Irma ya
    sama sama lembut kali ya
    tapi Donita dan mbak Irma dua pribadi yang beda kok, satu ada di film dan satu ada di kenyataan

    kangen komentar mbak Irma nih

    salam sehati

Leave a Reply


5 + 2 =

Login

Login Anggota
Lost Password?

Amprokan Blogger | Temu Blogger Nusantara

Banner Komunitas

Komunitas Blogger Bekasi

Copykan Kode dibawah ini ke Blog/Website Anda!

© 2014 Komunitas Blogger Bekasi. All Rights Reserved. Log in - Designed by Gabfire Themes