Mampukah Kita Memaafkan Diri Sendiri
Artikel Friday, February 10th, 2012 135 views
Print Artikel Ini
Siang ini rasanya panas sekali, jika mau dikeluhkan scara mendalam, akan banyak kosakata yang keluar dari mulut ini. begitupun ketika hujan tiba, selalu saja ada keluhan yang mengirinya. Lebih fatalnya lagi, hujan akan di cap sebagai penghambat kegiatan kita kapan dan di manapun.
Jika saya mencermati lagi soal kehidupan, soal nikmat yang telah saya dapatkan selama ini. Saya bisa men cap diri saya adalah manusia sombong yang tak pernah bersykur. Bagaimana tidak… apapun bisa jadi keluhan buat saya. Sadar ga sadar ternyata alam bawah sadar ini selalu saja diisi dengan segala hal negatif. Ya Allah… ampuni atas segala kesombongan ini. Kali ini saya belajar lagi, bukan tanpa kebetulan… namun Allah lah yang telah membimbing saya dengan kelembutannya agar senantiasa saya lebih membuka hati pikiran dan menyelaraskannya dalam tindakan. Walaupun memang segala hambatan akan datang menyertainya.
Di sinilah letak sebuah prosesnya. “Apakah saya sanggup memaafkan diri saya sendiri?”. Maksudnya apa yaa memaafkan diri sendiri? Berdirilah di depan cermin yang bisa memperlihatkan kondisi fisik kita secara keseluruhan. pandangi semua yang ada dalam tubuh kita dan coba lah raba satu demi satu, katakan dalam hati bahwa… Mata ini telah memberikan banyak manfaat agar senantiasa saya selalu bisa melihat ke depan secara positif tanpa perlu melihat lagi ke belakang. Hidung ini telah membantu saya memberikan aroma kesejukan dalam kehidupan, mulut ini… aah saya ga sanggup jika harus mendeskripsikannya, karena selama ini mulutku telah banyak mengeluarkan kata-kata tidak baik. Aku malu pada mulutku.
Coba kenali lagi di setiap wajah kita, sudah berapa banyak kebaikan yang kita lakukan terhadapnya? mata hidung dan mulut bahkan telinga yang terkadang masih tertutup jika ada hal baik yang mengantarkan kita pada kebaikan. Sadarkah, bahwa mereka telah kita manfaatkan secara belum maksimal? Begitu pun dengan bagian tubuh lainnya. Tangan, kaki… saya rasa tak perlu saya menjabarkannya secara panjang lebar, Kalian cukup tau kemana dan apa yang telah kalian lakukan terhadapnya? Sekian banyak hal telah kita lakukan dengan semua yang ada dalam diri kita. Masihkah sulit untuk kita dalam mengucap syukur, masihkah kelu bibir kita untuk sekedar tersenyum terhadap sesama? Masihkah kita akan terus menyiksa bagian dalam diri kita sendiri? Naudzubillah… semoga Allah Swt senantiasa selalu membimbing kita dalam kebaikan. Maafkanlah ketidakberdayaan diri kita dalam mengelola kebaikan. Bersimpuhlah PadaNya…
“Tetaplah menulis, maka kamu akan tau siapa dirimu”
Mira.@yank Work at Home Mommy http://mirasahid.com http://ayankmira.blogspot.com follow me @ayankmira
Print Artikel Ini



jika kita tidak bisa memaafkan diri sendiri, bagaimana kita bisa berbesar hati menjadi pribadi yg pemaaf, yg memaafkan orang lain. Malu rasanya jika bercermin pada diri sendiri ya mba…. begitu byk alfa dan khilaf
[Reply]
betul irma… semoga kita bisa mejadi pribadi2 yang lebih tawadhu, aamiin
[Reply]
mari kita introspeksi agar lebih mengenal diri sendiri.
Sebuah tulisa yg sangat mencerahkan mbak mira
salam
Omjay
[Reply]