Jangan Menganggap Menulis Itu Sulit
Artikel, Tips Friday, February 19th, 2010 595 views
Print Artikel Ini
Penulis sering mendapatkan pertanyaan dari peserta didik bagaimana caranya agar dapat menulis. Sebab mereka merasa kesulitan sekali dalam membuat tulisan. Mereka selalu mengatakan betapa sulitnya menulis. Terutama menulis sebuah karya tulis yang diperuntukkan untuk tugas akhir mereka.
Orang yang baru belajar menulis ibarat anak remaja yang tengah jatuh cinta. Ia selalu kesulitan menemukan kata-kata yang tepat. Ia juga tidak punya keberanian untuk mengucapkan kata-kata cinta itu kepada pujaan hatinya. Berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan ia merenung…. Hanya untuk mencari kata-kata dan saat yang tepat untuk mengungkapkan persaannya.
Tapi begitu kata cinta terucap dan gayung bersambut, segalanya menjadi sangat lancar dan nyaman. Kebahagiaan akibat hasrat untuk berjumpa dan saling mengungkapkan rasa cinta terus mengalir tiada henti. Setiap saat, setiap perjumpaan, dapat dijadikan kesempatan untuk sal;ing memadu cinta karena tak ada lagi penghalang untuk menyatakannya.
Menulis tak jauh berbeda. Hampir semua siswa mengalaminya. Mereka semua merasa kesulitan untuk memulainya. Padahal, jika sudah dimulai selanjutnya lancar-lancar saja. Ide dan gagasan mengalir bagaikan aliran sungai yang dalam, mencari tempat yang rendah untuk digenanginya.
Menulis tidak akan terlepas dari aktivitas membaca. Tak ada penulis yang mampu menulis tanpa proses membaca. Sayangnya, tak semua orang senang melakukan aktivitas membaca sehingga menulis menjadi sesuatu yang sangat menyulitkan.
Ketika menulis itu dianggap sulit, maka kesulitanlah yang akan didapatkan. Namun ketika menulis itu bukan merupakan sebuah beban, maka akan terasa mudah kita menulis. Sebab menulis itu mudah. Kita dapat menulis apa saja yang dipikirkan, lalu menuangkannya dalam bentuk tulisan agar dengan mudah dipahami oleh orang lain.
Ketika menulis itu dianggap sulit, maka anda tak akan mudah merangkai kata, karena anda telah merasa putus asa dan kamu telah memvonis dirimu sendiri tak mampu menulis. Akhirnya kamu tak melakukan apa-apa. Kamu hanya diam termenung dan tak satu pun kalimat tertulis dengan penuh makna. Mas Hernowo menuliskannya dalam bukunya “Mengikat Makna”.
Penulis hanya bisa menganjurkan, bila kamu mengalami hal seperti di atas, maka berkonsultasilah dengan mereka-mereka yang mampu menulis. Atau cobalah sendiri secara mandiri. Dari kemandirian itulah kamu akan merasakan kesulitan berubah menjadi kemudahan.
Ingatlah surat Al-Insyirah dalam Al-Qur’an, “Di dalam kesulitan itu pasti ada kemudahan”. Tinggal kamu sendiri yang mengolah bagaimana kesulitan itu berubah menjadi kemudahan asalkan anda tak mengenal kata putus asa. Maju terus pantang mundur. Lalu rasakan kenikmatan tersendiri ketika kamu menulis.
Menulislah terus setiap hari dan buktikan apa yang terjadi. Selamat Mencoba!
salam Blogger Persahabatan
Omjay
http://wijayalabs.com
Baca juga berita ini:
http://sosbud.kompasiana.com/2010/02/16/yuk-ikutan-temu-blogger-nasional-gratis-loh/
Menulislah Setiap Hari dan buktikan apa yang terjadi salam blogger persahabatan Omjay
Print Artikel Ini





menulis seperti jatuh cinta?
whoooah…kalo buat bini muda gimana om Jay…….
[Reply]
punya bini itu cukup satu aja, satu di bekasi, satu di jakarta, satu di bandung, dan satnya lagi di banelan, hehhehehe
salam
omjay
[Reply]
setuju omjay..yang membuat kita sulit menulis karena sebelum mulai sudah merasa sulit…mestinya dibawa enjoy aja
[Reply]
Untuk menulis sebuah blog sebenarnya tidak terlalu sulit, ceritakan saja mengenai apa yg kamu alami sehari-hari. Atau juga bisa memberikan komentar terhadap berita2 yg lg heboh di stasiun televisi.
[Reply]
menulis blog ngga harus di tuntut pake bahasa yang baku atau yang lainya
yang penting apa yang di pikirin itu yang di tulis
yang penting bahasanya sopan
[Reply]
saya setuju dengan mas kamal
salam
Omjay
[Reply]
The content and information of this post is precise and well stated. The viewer will be able to understand what this post is trying to say.
[Reply]