Home » Artikel » Ramadhan, Teroris dan Ba’asyir

Ramadhan, Teroris dan Ba’asyir

Alhamdulillah umat muslim kembali bertemu bulan Ramadhan. Bulan yang sangat menyenangkan buat saya dan juga bagi kaum muslim. Entah mengapa ada semangat besar jika memasuki bulan ramadhan. Terasa sekali ada energi besar yang selalu menarik saya untuk belajar banyak hal, untuk berbuat sesuatu.

Sebenarnya ini salah. Belajar bisa kapan saja. Dan berbuat kebaikan pun demikian. Namun melakukan sesuatu di bulan baik seperti Ramadhan terasa beda. Suasananya menunjang, ada keteduhan yang sangat. Dan saya menikmatinya.

Sayangnya, ramadhan kali ini sepertinya dibayangi beberapa pe-er yang bagi saya kurang menyenangkan. Kemarin ada insiden di Bekasi. Kawan kita penganut keyakinan lain terpaksa tak bisa menjalankan ibadah karena diserang sekelompok massa.

Apapun alasannya, tak sepatutnya ada kekerasan terhadap orang lain. Berbeda pendapat bisa diselesaikan dengan cara beradab. Menggunakan kekerasan hanya akan melanggengkan kekerasan itu sendiri.

Satu lagi peristiwa yang tentunya melukai keceriaan ramadhan adalah penangkapan teroris. Senin siang ustad Abu Bakar Ba’asyir (ABB) kembali ditangkap polisi karena diduga terkait kegiatan teroris di Bandung dan Subang.

Saya kok tak percaya lagi pada polisi. Dulu Ba’asyir ditangkap dan dijebloskan ke penjara dengan tuduhan yang sama. Ia akhirnya dilepas setelah tak cukup bukti. Ia kemudian disangka dalam kasus identitas keimigrasian. Hmm…

Benarkah ABB terlibat kegiatan teroris? Entah. Biarlah itu menjadi domain kerja polisi. Polisi mesti membuktikan dengan jelas. ABB ditangkap setelah pak Beye mengeluh dirinya mendapat ancaman teroris. Keluhan itu berlanjut dengan penangkapan sejumlah orang dan diujungi dengan ABB.

Mungkin polisi merasa berprestasi dan merasa perlu menunjukkan dengan menangkap seorang ABB. Tapi, ingatkah polisi pernah salah tangkap ABB dan kemudian mengubah tuduhan dari terorisme ke tuduhan lain. Hati-hati pak!

Saya hanya ingin polisi tidak gegabah. Jika ini tak terbukti, citra polisi jadi taruhan. Saya makin khawatir polisi kita makin tak berwibawa. Apalagi banyak persoalan yang kini tengah melilit mereka dan tak terselesaikan. Seperti rekening gendut serta pembiaran kekerasan organisasi massa.

Jika nantinya ABB terbukti tak bersalah, negara harus merehabilitasi namanya. Tidak bisa tidak!

Dan ramadhan kali ini menjadi hal yang tak menyenangkan. Setidaknya bagi seorang kakek tua Abu Bakar Ba’asyir!

Tanpa mendahului penyidikan, semoga yang benar tetap benar!

Print Artikel Ini Print Artikel Ini
Posted by syaifuddin on Aug 11 2010. Filed under Artikel. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

2 Comments for “Ramadhan, Teroris dan Ba’asyir”

  1. Sepatu Murah Online

    Mantap, Pak… Saya mendukung penuh dengan kalimat terakhirnya “tanpa mendahului penyidikan, semoga yang benar tetap benar!

    [Reply]

  2. Kado Ramadhan Untuk Ummat Islam……….Belajar dari sejarah…… jatuhnya sang No. 1 dah deket….kenapa karena hanya pemerintahan yang Zalimlah yang menjadikan penjara sebagai rumah para Ulama.

    [Reply]

Leave a Reply

Amprokan Blogger | Temu Blogger Nusantara


Amprokan Blogger

Sponsor

images-1

---

Member Be-Blog

Sudahkah Anda menjadi bagian dari Be-Blog?

Siapa saja yang sudah terdaftar?

Login

Login Anggota
Lost Password?

Shoutbox


Loading

WP Shoutbox
Name
Website
Message
Smile
:mrgreen::neutral::twisted::arrow::shock::smile::???::cool::evil::grin::idea::oops::razz::roll::wink::cry::eek::lol::mad::sad:8-)8-O:-(:-):-?:-D:-P:-o:-x:-|;-)8)8O:(:):?:D:P:o:x:|;):!::?:



Gabung di Milis Blogger Bekasi

Powered by Yahoo Groups

© 2010 Komunitas Blogger Bekasi. All Rights Reserved. Log in

Switch to our mobile site

- Designed by Gabfire Themes