Suatu senja,di stasiun itu….
Fiksi Tuesday, June 8th, 2010 370 views
Print Artikel Ini
Engkau membisu dan terus menerus meremas jemari tanganmu,
raut wajahmu kian tegang dan resah.
jemarimu sesekali menyapu keringat yg menetes diantara kening dan rambutmu.
akhh,..kau menularkan kegelisahan yang sama,
yang sejak awal terus ku tekan dan kukendalikan.
mencoba agar mudah untuk kita.
Kita seolah terasing diantara ramainya pengunjung stasiun ini.
seolah hiruk pikuknya tak mampu menarik kita keluar dari rasa sepi,
yang perlahan merambati hati…
menarik kian dalam pada keterasingan berdua.
tatapan mu dan aku terpaut tak terelakan.
Jika tak risih dengan pandangan mereka,
mungkin kau tlah memelukku erat dan aku tak ingin kau lepaskan.
ruang tunggu ber AC ini tak mampu menepis rasa gundah di hatiku dan kamu.
aku berharap waktu bergerak lambat,agar kupuaskan dahagaku menatap teduh matamu.
seraut wajah yang sekian waktu menetap dan tak pernah sekejap pun lenyap.
Sayang,bibirku kelu tak mampu berucap ” kelak,jangan lupakan aku ”
mungkinkah kau mengerti suara hatiku yang terus menerus berbisik lirih meski tak kuasa kubisikkan di telingamu.
waktu keberangkatan kian merapat,ribuan kilo sebentar lagi memisahkan kita.
tentu saja kita masih dalam benua yang sama,negara yang sama…
tapi,adakah kepastian bagi kita?
tidak,…cintamu yg membebaskan dan aku teramat takut untuk mengikat erat,
memaksamu menetap, demi sebuah kebersamaan mengabaikan impian,
itu bukanlah cinta yang kita yakini.
Matahari hampir tenggelam,langitnya yg kemerahan dengan lembayung yang membayang.
garis batas siang dan malam perlahan menghampiri,
kau perlahan melangkah kan kakimu menapaki peron menuju kereta yang akan membawamu,
menuju impian dan menjauhkanku dari sesuatu yg kunamakan cinta.
Langkahmu terhenti,…sekian menit kulihat kau menahan hatimu untuk tidak memalingkan wajahmu ke arahku seperti yang aku pinta.
Aku mohon,jangan berpaling….jangan menatapku dan melihat air mata menetes deras dipipiku yang kuyup.
Aku lega,…ketika kau tegap melangkahkan kakimu dengan pasti.
sekian menit berlalu,…
kutahan degup jantungku yg terasa berat,telingaku samar mendengar…
diantara pikuknya stasiun ini,
diantara suara kereta yg mulai beradu dgn rel-rel nya yg menghitam.
air mataku kian deras,…ketika ku dengar suaramu meneriakkan namaku,
dan meneriakan kalimat ” aku cinta padamu,…tunggu aku kembali ! ”
Aku tersenyum lega,kutinggalkan stasiun itu dgn langkah pasti,kuyakin kau akan menepati janjimu !
* Diwaktu dan tempat yang sama,dua tahun berlalu aku berdiri disini…di stasiun yang sama ketika melepasmu pergi. Dua tahun berlalu dan kau tak kembali…..! kini aku kembali untuk sekedar meyakinkan hati bahwa kau tak kan pernah kembali…. rasanya cukup dua tahun aku menunggu,menunggu sepotong hati yang kau titipkan padaku dulu.Tak ada sedikit pun kabar yang aku terima selain kehampaan dan waktuku yang terbuang.
” dia lelaki yang baik,nak… dan sangat menginginkanmu untuk menjadi istrinya,terima lah dia dan ibu yakin kau akan berbahagia “ Ucapan ibuku yang penuh pengharapan satu bulan yang lalu yang akhirnya meluluhkan hatiku untuk mengakhiri penantianku yang ternyata sia-sia.
Di stasiun ini aku melepasmu,tak terhitung berapa banyak waktu kuhabiskan waktuku untuk menunggumu kembali,berharap cinta yang kurasakan begitu alami hadir dihatiku tergenapkan bersamamu,berharap impian-impian kecilku tentang cinta sejati dan pernikahan terwujud bersamamu.
Lelaki pemilik tatapan matahari itu tak kembali,…..tepat dua tahun yang lalu saat kau pergi,aku kembali ke stasiun ini… untuk melangkah meninggalkanmu,sesuatu yg seharusnya kulakukan sejak dulu ketika kau tak kunjung memberiku kabar. Langit berarak tua,…tirai langit mulai terbentang menuju kelam,kuhembuskan nafas yang menyesak didadaku setiap mengingatmu. Kuberbalik menuju pulang….aku yakin ibunda ku tercinta sedang bersiap untuk acara pertunanganku nanti malam dengan lelaki baik dan mapan yang katanya mencintaiku hingga mabuk kepayang. akhhhh…….
Print Artikel Ini





[...] This post was mentioned on Twitter by bloggerbekasi, bloggerbekasi. bloggerbekasi said: [Bloggerbekasi.Com] Suatu senja,di stasiun itu….: Engkau membisu dan terus menerus meremas jemari tanganmu, raut w… http://bit.ly/bQ59fq [...]
tiada kata terlambat untuk memulai yang baru!
[Reply]
irmasenja Reply:
June 9th, 2010 at 9:42 AM
@aura pelupa, benar sekali ^_^
[Reply]
Langkah yang sulit untuk melakukan pilihan, antara kesetiaan yang tak ada kabar dengan yang sudah ada didepan mata! Kisah yang bagus sekaligus mengharukan!
[Reply]
irmasenja Reply:
June 9th, 2010 at 9:43 AM
@nuansa pena, terima kasih pak ^_^
[Reply]
Narasi yang sangat menyentuh dan mengharu biru
Ditunggu karya2 lainnya mbak Irma..
[Reply]
irmasenja Reply:
June 9th, 2010 at 9:44 AM
@amril, makasih untuk bimbingannya hingga aku bs posting disini mas amril ^^
* kayanya imagenya harusnya stasiun di saat senja deh mas :p
btw thanks udh di tambahkan pic nya ^^
[Reply]