Home » Pendidikan » Kasus Ny Siami dalam Perspektif Masyarakat Sakit

Kasus Ny Siami dalam Perspektif Masyarakat Sakit

Sambil tertunduk berlinang air mata Ny Siami tak putus mengucap kata maaf, pengeras suara tak mampu melawan teriakkan warga yang mengepung balai desa, ratusan warga berteriak “usir… usir… usir…” dengan mata melotot dan tatapan ganas siap memangsa wanita lemah tak berdaya, mereka berteriak-teriak hendak mengusir Ny Siami. Walau dikawal beberapa polisi toh akhirnya warga berhasil menarik kerudung Ny Siahami sambil mengumpat sekenanya. Ny Siami bukan maling yang ketangkap basah warga, bukan juga pelaku tindakan asusila yang kemudian dihakimi warga di balai desa. Beliau adalah seorang orangtua murid yang anaknya bersekolah di SD Gadel 2 Kecamatan Tandes, Surabaya. Beliau tiba-tiba saja dibenci ratusan warga karena mengajarkan kejujuran pada anaknya.

 

Kejadian ini berawal pada tanggal 16 Mei yang lalu, setelah Unas selesai beliau diberitahukan oleh wali murid lain bahwa dalam pelaksanaan Ujian Nasional anaknya dijadikan sumber contekan oleh guru, sebelum pelaksanaan Unas anaknya sudah di plot menjadi sumber contekan untuk membagi-bagikan kepada temannya. Mendengar kejadian tersebut Siami lantas kecewa dengan sikap sekolah yang mengajarkan ketidakjujuran pada anaknya. Akhirnya dengan maksud melayangkan protes Siami mendatangi kepala sekolah, dalam pertemuan itu pihak sekolah hanya menyampaikan permohonan maaf dan itu tidak membuat Siami puas. Beliau kemudian melaporkan kejadian ini pada komite sekolah, dan juga tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Kemudian Siami menyampaikan kejadian ini pada Dinas Pendidikan dan Media sehinggga kejadian ini menjadi perhatian publik

 

Dituduh mencemarkan nama baik sekolah dan kampung, warga memaksan siami meminta maaf secara terbuka nami Siami baru bisa menyampaikan permohonan maafnya.

 

Pertemuan juga dihadiri Ketua Tim Independen, Prof Daniel M Rosyid, Ketua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dindik Tandes, Dakah Wahyudi, Komite Sekolah, dan sejumlah anggota DPRD Kota Surabaya. Satu jam menjelang mediasi, sudah banyak massa terkonsentrasi di beberapa gang.

 

Mereka langsung mengepung keluarga ini. Beberapa polisi yang sebelumnya memang bersiaga langsung bertindak. Mereka melindungi keluarga ini untuk menuju ruang Balai RW. Warga kian menyemut dan terus memadati balai pertemuan. Ratusan warga terus merangsek. Salah satu ibu nekat menerobos. Namun, karena yang diizinkan masuk adalah perwakilan warga, perempuan ini harus digelandang keluar oleh petugas.

 

Masyarakat Sakit

 

Herbert Marcuse mengidentifikasikan masyarakat Sakit sebagai masyarakat satu dimensi. Masyarakat berdimensi satu merupakan masyarakat yang bersikap reseptif dan pasif sehingga semakin menguatkan dominasi atas diri masyarakat tersebut sehingga dominasi tidak lagi dirasakan dan disadari sebagai sesuatu yang tidak wajar. Apa yang dituntut oleh masyarakat kepada Siami sesungguhnya tidak rasional dan tidak wajar, Siami mengajarkan anaknya kejujuran bahwa mencontek itu perbuatan tercela dan dapat mencederai proses pendidikan yang sedang dijalankan anaknya. Tetapi karena proses contek-mencontek massal itu sudah berlangsung lama dan massif maka masyarakat menggagapnya hal yang wajar. Seperti ungkapan “Kebohongan yang diucapkan berulang, akan dianggap benar”. Didalam masyarakat satu dimensi ini segala pandangan hidupnya hanya diarahkan pada satu tujuan utama saja, yakni mempertahankan sistem yang telah ada dan bertahan sehingga kehilangan prinsip kritisnya.

 

Masyarakat sakit pada kasus ini hanya berpikir pada bagaimana agar anaknya lulus saja tanpa berpikir akan substansi pendidikan bagi anaknya, Mereka berpikir bagaimana anaknya lulus, buka bagai mana anaknya terdidik. Menurut Mercuse hal ini akibat Munculnya bentuk-bentuk kontrol yang baru - Dalam masyarakat industri maju, manusia terbelenggu oleh ketidakbebasan yang berkedokkan kemajuan teknis yang digerakkan oleh rasionalitas, efektivitas dan produktivitas.Dan hal ini akan menghilangkan substansi pendidikan, sehingga tujuan pendidikan yang diberikan sulit tercapai seperti apa yang disebutkan dalam undang-undang sistem pendidikan Nasional.

 

Berikutnya Mercuse berbicara tentang Penaklukan Kesadaran yang Tidak Membahagiakan: Desublimasi yang Represif. lam bab ini Marcuse memfokuskan pembahasannya mengenai segi yang kultural, seni dan estetis dari masyarakat industri maju yang dilihatnya bukan sebagai ‘penurunan budaya tinggi menjadi budaya massa tetapi penolakan kultur ini oleh realitas. Dalam kasus Ny. Siami ini pemahaman luhur tentang pentingnya kejujuran yang sudah tertanam dalam masyarakat seolah-olah terabaikan oleh rasionalitas bahwa anak mereka harus lulus untuk memenuhi tuntutan pekerjaan. Sehingga jika Ny Siami laporannya diteruskan untuk menjatuhkan sanksi pengulangan Unas di sekolah tersebut maka ada kemungkinan anak mereka tidak lulus.

 

Pada hakikatnya pendidikan itu tidak hanya sebagai legalitas formal mendapatkan kehidupan materi saja. Prof. Prayitno mengungkapkan bahwa pendidikan bertujuan membentuk manusia seutuhnya, manusia seutuhnya adalah manusia yang terpenuhi 4 dimensi kemanusiaan diantaranya dimensi individu, sosial, agama, dan norma. Menanamkan kejujuran, kebenaran, tanggungjawab membutuhkan konsekuensi yang harus dipilih guna membentuk manusia yang seutuhnya. Agara masyarakat kita bisa sembuh dari sakitnya. ^.^

Print Artikel Ini Print Artikel Ini
Posted by najibgtu on Jun 21 2011. Filed under Pendidikan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

1 Comment for “Kasus Ny Siami dalam Perspektif Masyarakat Sakit”

  1. Haha,sangat setuju membaca artikel ini,masyarakat sakit..Iya benar,masyarakat kita sedang sakit..
    Terbiasa tidak jujur,nanti besarnya pun juga demikian..

    Di bekasi pun,meskipun bukan dengan cara contek massal,tapi terbukti jelas bahwa masyarakatnya sebagian sakit.Kadang waktu Penerimaan Siswa Baru,ada saja permainan suap didalamnya.
    Andai saja tidak ada permainan suap,tentu siswa bisa masuk sekolah sesuai dengan kemampuannya..

    [Reply]

Leave a Reply

RSS Planet Aggregator

  • Sambutan Mendiknas di Acara Kongres IGI: Guru Jangan Ikut “Kitmanisme”
  • Banner #AB2011 Amprokan Blogger 2011
  • Liputan Kongres IGI ke-1 di Kemendiknas Senayan
  • Liputan Kongres I Ikatan Guru Indonesia (IGI) di Kantor Kemendiknas Senayan Jakarta
  • Zenmap : Simple Interface & Result Viewer Untuk Nmap
  • Station Kranji

Jumlah Member saat ini : 1050. Dan terus bertambah..
Daftar Disini


Penghargaan: Blog Komunitas berbasis Wilayah Terbaik 2010


Amprokan Blogger

Amprokan Blogger | Temu Blogger Nusantara


Amprokan Blogger

Sponsor

images-1

---

Member Be-Blog

Sudahkah Anda menjadi bagian dari Be-Blog?

Siapa saja yang sudah terdaftar?

Login

Login Anggota
Lost Password?

Shoutbox


Loading

WP Shoutbox
Name
Website
Message
Smile
:mrgreen::neutral::twisted::arrow::shock::smile::???::cool::evil::grin::idea::oops::razz::roll::wink::cry::eek::lol::mad::sad:8-)8-O:-(:-):-?:-D:-P:-o:-x:-|;-)8)8O:(:):?:D:P:o:x:|;):!::?:



Gabung di Milis Blogger Bekasi

Powered by Yahoo Groups

© 2011 Komunitas Blogger Bekasi. All Rights Reserved. Log in

Switch to our mobile site

- Designed by Gabfire Themes