Home » Wisata » Memindahkan Bali ke Bekasi

Memindahkan Bali ke Bekasi

Kita semua, pembaca media ini, penulis yakin pernah mendengar kata Bali. Ya, Bali. Kata ini sangat pendek dan sederhana, karena hanya terdiri dua suku kata ba dan li. Namun demikian bukan berarti di sana terdapat sesuatu yang sederhana, terutama dilihat dari perspektif budayanya.

Bagi mereka yang pernah mengunjungi pulau dewata, mungkin akan tertegun oleh kecerdasan pemerintah daerah dalam mengelola penjuru Bali menjadi daerah yang menarik bagi setiap pengunjungnya. Tidak hanya pelancong domestik yang berbondong-bondong untuk menikmati keadaan di sana. Pelancong dari manca negara pun tidak kalah banyaknya. Mereka datang dari berbagai negara di kawasan Asia, Amerika, Eropa, Australia dengan membawa latar belakang budaya yang berbeda-beda. Nampaknya mereka benar-benar menikmati suasana Bali.

Bahwa ada anekdot, mereka lebih mengenal Bali dari pada Indonesia, mungkin itu benar, atau mungkin juga tidak ada benarnya. Toh memang Bali berada di salah satu titik dari ribuan titik di Indonesia tercinta. Tetapi kalaupun itu benar, penulis berpendapat itu tidak masalah. Karena memang kenyataannya Bali itu milik bangsa Indonesia. Dan banyak dari mereka yang mengenal Indonesia karena lebih kenal Bali dulu.

Tentu saja keberadaan Bali sebagai salah satu daerah kunjungan wisata di Indonesia akan menguntungkan Indonesia sendiri di mata percaturan negara-negara dunia. Yang menarik tidak hanya berbondong-bondongnya ribuan manusia mengunjungi Bali itu. Tetapi mengapa mereka tertarik untuk mengunjungi Bali, kenapa tidak ke Bekasi, Bandung, Bogor, Wonogiri, Tasik Malaya, atau kepulauan seribu, misalnya. Mengapa Bali, Bali dan Bali?

Hal ini menggoda kita semua untuk menelaah sesuai dengan latar belakang ilmu dan pengalaman kita masing-masing. Mungkin pembaca memiliki pendapat atau analisa lain mengenai semua ini. Sekali lagi kenapa harus ke Bali…?

Pertanyaan ini mungkin dapat dimaknai pertanyaan ‘cemburu’, ‘rindu’ atas pencapaian Bali hingga saat ini. Bicara ciri khas atau karakter, pasti tiap daerah memiliki keistimewaan yang layak untuk dijual. Daerah-daerah lain pun punya kebudayaan khas mereka yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Di katakan khas, karena daerah lain tidak mempunyainya.

Lalu kenapa kok hanya Bali yang menjadi tujuan utama para pelancong itu? Penulis membayangkan, memimpikan, merindukan mereka akan melanjutkan bermain ke Bekasi, Karawang, atau daerah-daerah lain untuk dapat menikmati khas daerah-daerah tersebut sebelum mereka pulang ke negerinya setelah berlibur.

Penulis melihat beberapa hal yang mungkin tidak dilakukan oleh daerah lain. Padahal dari kondisi udara, tanah, atau mungkin karakter penduduknya tidak jauh berbeda. Atau mungkin lebih baik dari struktur tanah pulau Bali yang didominasi dengan batu kapur dan berhawa panas. Kita yang hidup di Jakarta atau daerah-daerah sekitarnya juga memiliki keuniversalan seperti warga Bali.

Dan seharusnya ini menjadi pekerjaan rumah para pemangku jabatan di masing-masing daerah untuk banyak belajar dari Bali dalam mengelola daerah. Dan penulispun yakin, sudah banyak para pejabat daerah yang menjadi pelancong ke Bali. Namun mungkin, mereka hanya berperan sebagai ‘penikmat’ keindahan Bali, bukan menjadi pembelajar dan penuntut ilmu yang merasa perlu untuk membawa pulang untuk dikembangkan didaerahnya masing-masing.

Berikut ini hal-hal yang dapat dijadikan masukan untuk para pemangku jabatan. Syukur-syukur para pembaca yang budiman ada yang terbiasa rapat membicarakan masalah dari A sampai Z, membuat keputusan, sehingga paling tidak dapat “menyalakan lilin” di tempat pembaca bertugas. Terutama yang terkait dengan pengelolaan pariwisata.

  1. Di Bali, perbedaan itu sangat kental. Penduduk di sana sangat menghormati perbedaan yang ada di dalam masyarakat. Banyak hal terlihat di sana, tentang pengelolaan perbedaan itu. Pluralitas itu menjadi hal yang biasa, karena dengan adanya perbedaan akan menambah kekayaan negeri ini. Yang mungkin susah diwujutkan di daerah-daerah lain adalah bagaimana menghargai perbedaan itu. Sehingga dengan penghargaan atas perbedaan yang tinggi, keamanan akan terbentuk dengan sendirinya. Bagi yang pernah ke sana, ada daerah-daerah tertentu yang motor berjejer di pinggir jalan pada malam hari, tetapi tidak ada tukang parkir layaknya daerah-daerah lain. Ini artinya tanggung jawab seluruh warga masyarakat menjadi hal yang penting.
  2. Pengelolaan daerah-daerah pelosok menjadi target kunjungan wisata, sehingga pemerataan pendapatan masyarakat dapat diwujudkan. Kesenjangan pembangunan di setiap daerah dapat diminimalisir, karena mereka mendapatkan fasilitas yang proporsional dengan daerah lain yang sudah terkenal. Tidak ada daerah yang terbelakang, bahkan hingga rakyatnya kelaparan, atau hidup di bawah garis kemiskinan, sehingga banyak saudara-saudara kita yang harus mengemis untuk makan. Setiap daerah di setiap pemerintahan kabupaten/ kota memiliki titik-titik yang sudah berkembang, juga yang belum berkembang. Maka peran pemerintah adalah membuat daerah itu mampu mengembangkan sumber daya yang ada, dan pemerintah tidak melepaskan tangannya untuk membuat jembatan-jembatan yang menghubungkannya.
  3. Karakteristik tiap daerah benar-benar dieksplorasi dengan melibatkan sumber daya yang kompeten di daerah tersebut. Membangun karakteristik daerah yang memiliki keunggulan dan bernilai. Banyak dari bagian Bali memiliki pantai yang indah. Pengelolaan daerah-daerah itu melibatkan potensi daerah setempat, sehingga dana yang terkumpul melalui keistimewaan daerah tersebut tidak akan kemana, dan dimanfaatkan untuk pengembangan kualitas wilayah tersebut. Yang lebih penting kebijakan tersebut berpihak pada kehidupan ekonomi masyarakat setempat.
  4. Pemerintah bersinergi dalam membuat pengunjung nyaman untuk menikmati pemandangan-pemandangan yang ditawarkan. Menurut pengalaman penulis beberapa saat di sana, dijalanan kawasan Kute misalnya, tidak terlihat tukang parkir yang sibuk menjaga dan memetik uang parkir dari para pengendara mobil atau motor. Motor juga kelihatan tidak menjadi perhatian khusus, mungkin karena faktor budaya setempat yang memang sudah terbiasa dengan hidup saling menghargai.
  5. Mencipta, merubah dan terus berkarya adalah semangat masyarakat Bali. Mereka terus berkreasi menggali potensi daerah setempat, baik sumber daya alam maupun manusianya untuk dapat bernilai. Hal-hal yang bernilai unik terus digali untuk dikembangkan dan dijual kepada para pelancong baik domestic atau pun manca Negara. Lihat saja misalnya, kawasan Garuda Wastu Kencana. Kawasan yang berbentuk batu putih itu di bongkar, kemudian didesain sedemikian rupa. Sehingga pendatang tercengang melihat hasilnya, walaupun belum sempurnya. Karena menurut Bapak Made (pemandu wisata), proyek itu dilaksanakan sejak jamannya Menparpostel Bapak Jove Ave, era Orde Baru.

 

Itulah mungkin gambaran sederhana keseriusan Bali untuk terus memberikan layanan terindah kepada para pelancongnya. Para pelancong dibuat untuk terheran-heran melihat beberapa peristiwa hasil kreativitas warganya. Belum lagi oleh-oleh dari Joger-nya yang terkenal dengan pabrik kata-kata bagus, kocak dan inspiring.

Saya membayangkan ketika Bali itu dipindahkan ke beberapa kawasan di Indonesia. Tidak perlu jauh-jauh, ke Bekasi saja, misalnya. Di kawasan pinggiran jalan tol, nampak tanah-tanah tandus yang kurang tersentuh. Belum lagi daerah pantai Bekasi yang potensial itu. Apakah kawasan itu tidak bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Sehingga warga Bekasi apabila akan kemah atau kegiatan-kegiatan kolosal tidak perlu ke Cibubur.

Dengan demikian masyarakat benar-benar menjadi tuan rumah, pengembang dan mendapatkan kesejahteraan di daerah masing-masing. Semoga..!

 

 

Print Artikel Ini Print Artikel Ini
Posted by Mas Mobit on Jul 3 2011. Filed under Wisata. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

1 Comment for “Memindahkan Bali ke Bekasi”

  1. web design idea

    wah semoga bisa berhasil di pindahkan,,, :D

    [Reply]

Leave a Reply

Jumlah Member saat ini : 1065. Dan terus bertambah..
Daftar Disini


Penghargaan: Blog Komunitas berbasis Wilayah Terbaik 2010


Amprokan Blogger

Amprokan Blogger | Temu Blogger Nusantara


Amprokan Blogger

Sponsor

images-1

---

Member Be-Blog

Sudahkah Anda menjadi bagian dari Be-Blog?

Siapa saja yang sudah terdaftar?

Login

Login Anggota
Lost Password?

Shoutbox


Loading

WP Shoutbox
Name
Website
Message
Smile
:mrgreen::neutral::twisted::arrow::shock::smile::???::cool::evil::grin::idea::oops::razz::roll::wink::cry::eek::lol::mad::sad:8-)8-O:-(:-):-?:-D:-P:-o:-x:-|;-)8)8O:(:):?:D:P:o:x:|;):!::?:



Gabung di Milis Blogger Bekasi

Powered by Yahoo Groups

© 2011 Komunitas Blogger Bekasi. All Rights Reserved. Log in

Switch to our mobile site

- Designed by Gabfire Themes