Pekerjaan dilihat dari jenis kuda
Artikel Thursday, January 21st, 2010 725 views
Print Artikel Ini
Terlintas terpikir oleh saya, ketika melihat sebuah delman yang ditarik seekor kuda. Kasihan sekali jika melihat kuda tersebut kelelahan. Setelah dipikir-pikir setiap orangpun tidak jauh berbeda dengan seekor kuda. Kenapa begitu? coba buka hati dan renungkan hal berikut :
Kuda Sirkus
Kuda yang penuh dengan kemapanan, selalu tampil anggun didepan penonton walaupun makannya selalu dijatah dan sedikit sekali memerlukan pecutan. Sesekali melakukan atraksi baru dikasih makan tambahan. Terkadang harus memasang sikap manis agar dilhat oleh sang majikan dan mendapat perhatian lebih.
Ini tidak jauh berbeda dengan halnya manusia yang bertipe karyawan setia. Dapat gaji yang sudah dipatok dengan yang namanya UMP, walaupun ditiap tempat kerja memiliki kebijakan penggajian yang berbeda-beda, tapi setidaknya tidak kurang dari UMP tersebut. Untuk mendapatkan lebih, seorang karyawan memang harus melakukan sedikit prestasi, biasanya bonusnya pun tidak terlalu besar. Tidak sedikit karyawan yang selalu cari muka terhadap atasannya, agar dapat perhatian lebih dan mendapatkan kesempatan naik jabatan.
Kuda Ternak (Penarik Delman)
Kuda jenis ini walaupun selalu mendapat jatah makan dari Sang Majikan, biasanya saat diparkir si kuda bisa mengambil makan sendiri dari tempat sekitar kuda tersebut parkir. Pada saat menjalankan tugas, kuda ini tidak jarang mendapatkan pecutan agar dapat berlari lebih kencang lagi.
Kuda ini merupakan analogi dari karyawan yang merangkap punya usaha diluar. Walaupun sudah mendapatkan gaji tapi masih mencari juga dengan kegiatan diluar kerja, meskipun waktu yang dimiliki hanya terbatas. Biasanya karyawan tipe ini sudah tidak terlalu fokus lagi dengan pekerjaan tetapnya sehingga atasannya perlu tenaga ekstra untuk merawat karyawan tipe ini.
Kuda Liar
Kude ini biasa hidup dialam luas, dapat berbaur dengan kuda-kuda lain tanpa batasan apapun. Dalam hal mencari makan kuda ini dapat mencari sendiri, banyak ataupun sedikit tergantung seberapa banyak kuda itu mampu makan dan seberapa kuat usaha kuda ini menjelajah untuk mencari makan.
Kuda ini analogi dari seorang pengusaha atau wirausahawan. Pengusaha dituntut untuk dapat berbaur dengan lingkungan sekitarnya. Pendapatanpun bisa menjadi tidak terbatas jika mampu isitqomah dan selalu berusaha.
Penganalogian ini memang tidak pasti tepat dan sangat bisa dikritisi, karena ini hanya merupakan buah pikiran yang saya coba tuangkan dalam bentuk tulisan. Hmmm kalo dipikir-pikir saat ini saya masih seperti Kuda Ternak bekerja sambil berwirausaha, semoga suatu saat bisa menjadi Kuda Liar, karena susunya cukup membuat ngiler.
Print Artikel Ini





wew … keren niy perumpamaannya …
jadi inget waktu mo dilepas kuliah di Jogja, banyak yg bilang … “ati2 bu anaknya jadi kayak kuda liar” … eh sekarang kok beneran jadi ‘kuda liar’ hehehehe ….
[Reply]
@niQue, hehehe .. iya nih mbak, saya juga kepingin jadi kuda liar kaya mbak
…. tapi masih blom brani, biarin deh jadi kuda ternak dulu, kalau dah berkembang biak, baru ganti kulit hehehe …
[Reply]
iya mas, sabar aja, semua akan indah pada waktuNya, ga usah dipaksakan
tapi jangan sampai lupa berusaha ya … Tetap semangat!
[Reply]