Home » Pendidikan » UJIAN NASIONAL (MOMOK YANG MENAKUTKAN)

UJIAN NASIONAL (MOMOK YANG MENAKUTKAN)

Ujian Nasional (Momok yang Menakutkan)
Sebagai seorang pendidik, saya masih merasa bingung dengan kebijakan dilaksanakannya Ujian Nasional sebagai salah satu syarat seorang siswa dinyatakan lulus dan berhak mengikuti jenjang pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ujian nasional masih menggunakan naskah yang sama secara nasional, artinya kemampuan peserta didik di ukur dengan standar yang sama secara nasional sementara tingakat keragaman siswa , daya dukung sarana/prasarana , status sosial peserta didik bengitu beraneka macam rupa.

Disisi lain, sejak tahun 2006 pemerintah sudah memberlakukan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Dengan diberlakukannya KTSP, sekolah di perkenankan mengembangkan kurikulum yang disesuaikan dengan karakteristik dan daya dukung sekolah masing - masing dengan harapan setelah mereka terjun dimasyarakat , mereka dapat mengimplementasikan ilmunya sesuai dengan lingkungan dimana ia belajar. Ini artinya satu sekolah dengan sekolah yang lain amat dimungkinkan memiliki muatan kurikulum yang berbeda sesuai dengan pengembangannya dengan memperhatikan faktor lingkungan dimana sekolah berada. Sekolah yang berada di perkotaan akan berbeda muatan kurikulumnya dengan sekolah yang ada di perkotaan, bahkan sekolah di kota A akan berbeda pula muatan kurikulumnya dengan sekolah di kota B dan seterusnya. Ketika sekolah diberi kekbebasan menegembangkan kurikulum pengajarannya, kenapa pada akhirnya ketika siswa sudah menempuh pendidikan di tahun terakhir harus di uji dengan ujian yang di seragamkan secara nasional. Bukankah sikap ini adalah siskap yang tidak konsissten.

Dilain hal, ketika Ujian Nasional dikatakan salah satu , bukan satu - satunya alat untuk menyataakan lulus/tidak lulusnya siswa. kenyataannya, putusan akhhir tentang kelulusan siswa adalah merujuk kepada perolehan nilai 4 mata pelajaran pada SMP/MTs. tanpa memperhatikan mata pelajaran yang lain.
Saya adalah guru mata pelajaran agama, setiap tahun ada saja siswa yang tidak mengikuti ujian praktek dan ujian sekolah dengan nilai dibawah KKM. Tetapi begitu hasil pujian nasional mereka dinyatakan lulus, maka dengan serta merta diangap lulus semua mata pelajaran. Sulit memberi alasan kepada orang tua siswa ketika ada anaknya yang tidak lulus mata pelajaran non UN sementara UN-nya bagus dia dinyataakan tidak lulus.

Oleh karena itu saya menyarankan ujian memang harus diadakan diakhir tahun pelajaran sebagai syarat kelulusan. Namun ujian tidak distandarkan secara nasional tetapi diberi keebebasan sekolah untuk membuat standar sendiri dengan tidak mendikotomikan mata pelajaran yang di UN-kan dan yang tidak di UN-kan. karena dengan adanya dikotomi semacam itu perhatian siswa dan orang tua serta sekolah menjadi tidak berimbang dalam memandang mata pelajaran di sekolah. Selain itu kelulusan siswa hendaknya tidak hanaya dilihat dari nilai hasil ujian saja, tetapi juga harus dilihat dari nilai proses belajar yang berjalan selama siswa belajar ditempat /sekolah tersebut.

Print Artikel Ini Print Artikel Ini
Posted by madanihhasmi on Mar 24 2010. Filed under Pendidikan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

9 Comments for “UJIAN NASIONAL (MOMOK YANG MENAKUTKAN)”

  1. UN…UN……2010 PENUH KECURANGAN……SISWA DIKASIH JAWABAN 40….MAU JADI APA MEREKA NANTI?.BUKANKAH DENGAN DEMIKIAN KITA TELAH MELATIH MEREKA MENCURI……HINGGA KELAK MEREKA AKAN MENJADI KORUPTOIR KELAS KAKAP………………………….HENTIKAN UN…HENTIKAN……TOLONG……………..KARENA NILAI HASIL UN PALSU…PALSU…………………………….

    [Reply]

  2. HENTIKAN UN…..KARENA MEMBOROSKAN UANG NEGARA,,,AJA….WALAU ADA TIM INDEPENDET…POLISI…MEREKA GAK ADA ARTI…KARENA TOH KUNCI JAWABAN….SUDAH DISEBAR PADA SISWA SAAT SEBELUM MASUK………ITU ADALAH TINDAKAN MENCURI DAN TELAH MENGAJARI MEREKA MENJADI KORUPTOR,,,HENTIKAN….UN

    [Reply]

  3. sangat benar bahwa mata pelajaran tidak diperlakukan sama di setiap sekolah, bahkan ada sekolah yang lebih mementingkan mata pelajaran yang di UN kan di banding mata pelajaran agama. Padahal, sebagian besar visi misi di setiap sekolah, selalu membebankan pada mata pelajaran agama, dan itulah realitanya.

    [Reply]

  4. Artikel yang bagus !

    Barangkali artikel “Ujian Nasional” berikut juga berguna bagi rekan rekan lainnya. Klik -> Ujian Nasional ?

    [Reply]

  5. Yulianus Gumpol, drs.

    Hentikan ujian nasional, ini adalah salah satu bentuk diskriminasi pendidikan yang efek buruknya terhadap generasi muda bangsa luar biasa. Disriminasi pertama, bahwa pendidikan di seluruh Indonesia diberlakukan dengan satndar yangsama antara satu wilayah dengan wilayah lain. Padahal sangat berbeda, apakah pemerintah buta matanya melihat kondisi di pedalaman Irian, Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, dll? Kog sebuah skolah di pedlaman kalimantan standarnya sama dengan sekolah favorite di Jakarta? Dari mana logikanya? Di pedalaman itu, mengajak anak agar mau sekolah saja sudah merupakan perjuangan guru! Lalu ini malah ditakut-takuti dengan ujian nasional. Prestasi banyak tidak meluluskan, atau nol persen yang lulus sepertinya semakin ditonjolkan, sebagai sebuah prestasi besar dina pendidikan! Hebat ya? Dulu antara tahun 1988 sampai dengan 2000, sistem ujian nasional benar-benar tidak merugikan rakyat yang mau sekolah dan tidak merugikan lembaga yang hendak berniat baik membuka sekolah, sekarang kog ujian nasional seperti semakain dipolitisir sebagai proses pembodohan terhadap orang-orang yang jauh dari pusat pendidikan bermutu, khusunya masyarakat epdalaman agar semakin banyak yang tidak lulus dan semkain banyak yang tidak sekolah? Maka kalau ini benar, yang menikmati sekolah /pendidikan hanyalah mereka yang dekat pusat-pusat pendidikan berkualitas dan mereka yang punya uang yang mampu membayar les/pelajaran tambahan! Bagaimana? Kita lanjtkan lain kesempatan!

    [Reply]

  6. Murdiyatirahayu

    Bagi sy un itu masih jauh dari keberhasilan yang ada membuat siswa menjadi depresi belajar selama 3th hanya ditentukan oleh 5 mata pelajaran yg hanya berdasarkan kecerdasan kognitif saja.padahal dlm kehidupannyata 20%keberhasilan ditentukan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.kalau kegagalan ini hanya dilimpahkan pada guru menurut saya kurang bijaksana karena jls keberhasilan siswa banyak pendukungnya kemauan siswa untuk belajar ,orang tua,guru dan yang sangat penting adalah pengaruh lingkungan jika lingkungan tidak mendukung maka akan sangat brpengaruh pada siswa kemudian apakah setiap PBM proses blajar mengajar guru menguasai materi dan mampu menguasai kelas.atau juga karena standar kelulusan yg terlalu tinggi sedangkan waktu ujian dipercepat smentara materi blm dikuasai oleh siswa.mari kita mengkaji ulang dengan kegagalan ini

    [Reply]

  7. UAn………..^_^…busyett?…waLauPun SMP pRnah mengaLaminya… Tp gak taw Takut jA Low mEnghadapi uJian….
    saYa berHarap UAN tetap ada,,,,tp yang maNentuKan keLuLusan itu SekoLahan….Kan kita sekolah sLama 3 tahun itu bErsama dg guru kita… masa’ ciii klullusan kita ditentukan dg beberapa MAPEL………………….

    [Reply]

  8. tolong hilangkan UN, kcian yank nti na tdk sperti yg dhrap kan
    membwt depresi . . .
    zkul 3 thn hya dtntukn 4 mapel.,mn pljrn dr kls 1-3……

    [Reply]

  9. UN sudah menjdi kontra fersi semenjak kebijakan pemeirintah yang membuatv peserta didik dan guru menjadi cemas dan cemas. UN sekarangb ini 90% di tolak oleh masyarakat karena sistemnya yang tidakm mendidk.kenapa kenapa pemerintah dengan egoisnya masih melaksanakan UN yang yang tidak mendidk ini ini , dan bahkan merusak moral bangsa itu sendiri? Usul saya kepada seluruh sekolah seluruh indonesia untuk demintarsi menuntut sistim UN ini. atau membiarkan anak didik baik SMP atau SMA tidak lulus semua . supaya pemerintah melihat dengan jernih bahwa sebenarnya rata-rata siswa tidak lulus dengan kekentuan yang di buat oleh pemerinta itu.

    [Reply]

Leave a Reply

Amprokan Blogger | Temu Blogger Nusantara


Amprokan Blogger

Sponsor

images-1

---

Member Be-Blog

Sudahkah Anda menjadi bagian dari Be-Blog?

Siapa saja yang sudah terdaftar?

Login

Login Anggota
Lost Password?

Shoutbox


Loading

WP Shoutbox
Name
Website
Message
Smile
:mrgreen::neutral::twisted::arrow::shock::smile::???::cool::evil::grin::idea::oops::razz::roll::wink::cry::eek::lol::mad::sad:8-)8-O:-(:-):-?:-D:-P:-o:-x:-|;-)8)8O:(:):?:D:P:o:x:|;):!::?:



Gabung di Milis Blogger Bekasi

Powered by Yahoo Groups

© 2010 Komunitas Blogger Bekasi. All Rights Reserved. Log in

Switch to our mobile site

- Designed by Gabfire Themes