Kisah Seorang HRD
Intermezzo Saturday, September 4th, 2010 501 views
Print Artikel Ini
Seorang HRD di sebuah perusahaan terkenal sedang asik memilah milah berkas-berkas lamaran pekerjaan dari para calon karyawannya. Satu persatu berkas-berkas yang tertutup rapih dalam amplop coklat besar ia buka dan ia perhatikan dengan seksama. Keesokan harinya, sang HRD memanggil para calon karyawan tersebut ke kantornya, untuk dilakukan wawancara lisan sekaligus ingin mengetahui seberapa niatkah para calon karyawan tersebut bekerja diperusahaannya. Selama kurang lebih 4 jam, HRD mewawancarai para calon karyawannya, selama itulah ia harus bertatap muka dengan orang-orang yang berbeda dan berlatar belakang yang berbeda juga.
Setelah acara wawancara terhadap calon karyawannya selesai, sang HRD memanggil seorang OB dan menyuruhnya masuk kedalam ruangannya. Tak lama, OB pun datang dan berdiri hormat didepan meja HRD, ia pun bingung karena di meja tersebut ada dua bagian amplop berkas pelamar. Bagian pertama adalah 2 berkas yang bertuliskan “Gila” pada setiap amplop pelamar, sedangkan dibagian kedua adalah 4 berkas yang bertuliskan “waras” pada setiap amplop pelamar. Lalu sang OB bertanya
OB : “Apakah berkas yang bertuliskan Gila ini saya buang pak?”
HRD : “Justru kamu harus buang berkas-berkas pelamar yang sudah saya tuliskan waras”
OB : “Lho kenapa begitu pak?, apakah bapak ingin memberikan pekerjaan pada pelamar yang sudah gila?”
HRD : “Saya tidak butuh orang waras, karena perusahaan ini telah banyak orang-orang warasnya”
OB : “Maksud bapak?”
HRD : “Orang Gila pasti memiliki ide-ide gila karena otaknya sudah tidak waras sedangkan orang waras tidak akan mempunyai ide-ide gila karena otaknya sudah tidak gila”
OB : “Maaf Pak saya baru mengerti…”
HRD : “Seharusnya kamu sudah mengerti dari dulu karena perusahaan kita adalah perusahaan iklan, bukan perusahaan Notaris ataupun jasa pengacara”
OB pun berlalu pamit meninggalkan ruangan HRD sambil membawa berkas-berkas pelamar yang bertuliskan ‘waras’, sedangkan berkas-berkas berlabel ‘gila’ sudah disimpan baik-baik oleh sang HRD untuk digunakan sebagai perbandingan mana orang gila yang paling gila.
Cerita diatas hanyalah sebuah intermezo, cerita ini diangkat nyata dari sebuah cerita bunga tidur saya, memang cukup aneh mendapatkan sebuah cerita didalam mimpi. Namun cerita ini mengandung arti kalau orang gila pun bisa menjadi seorang yang berpikiran luar biasa, kalaupun anda merasa terlalu gila dalam membuat ide-ide briliant, dipastikan anda adalah seorang yang berpikir maju dan lain daripada yang lain…. gila untuk berkembang hehehehee….
Print Artikel Ini





Gila itu bisa berarti bagus jg lho, misalnya aja workaholic (gila kerja).
tp gila jg bisa brrti buruk, yaitu Gila Dunia lupa akherat alias hedonis, hehe…
intermezzo yg gila
nice.!!
[Reply]
tawvic Reply:
September 4th, 2010 at 10:17 AM
@aries rachmandy, hehehehe hanya sebuah tulisan ringan…
gila gak selamanya merugi asal gilanya itu positif
[Reply]
hmmm….. gila… emang g ada yang bisa menyaingi pikirannya…
kan mereka bermain2 dengan dunianya.. bahkan apa yang mereka pikirkan g kan pnah bisa ditebak ma orang awam.. orang kreatif ketika mengutarakan idenya yang cemerlang pasti mendapat comment “gila keren banget idenya” hahahaahaaa….. ya kan…. setiap orang juga pasti punya sisi ” gila” tapi positif heheheehehe
[Reply]